POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hilangnya Peran Wakil Rakyat Aceh dalam Menyuarakan Suara Rakyat Aceh Sendiri

RivaldiOleh Rivaldi
June 28, 2025
Ada Apa dengan Kampus itu?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rivaldi

Wakil rakyat seharusnya menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah. Namun, hari ini kita menyaksikan sebuah ironi yang menyedihkan di Aceh: banyak dari mereka yang duduk di kursi dewan, justru kehilangan daya kritis dan keberpihakan terhadap rakyat yang mereka wakili. Alih-alih menjadi corong suara masyarakat, mereka kerap kali bungkam, atau bahkan sibuk dengan agenda pribadi dan politik elitis yang jauh dari realita kehidupan rakyat Aceh yang masih bergelut dengan kemiskinan, pengangguran, hingga kerusakan lingkungan. Yang lebih ironisnya dari sekian banyak rakyatnya yang speak up masalah menolak beberapa pembangunan batalyon di Aceh karena selain melanggar MOU Helsinki juga membangkit trauma lama di masyarakat mereka memilih bungkam tanpa kejelasan.

Ketiadaan sikap tegas terhadap berbagai persoalan publik, seperti mangkraknya pembangunan, lemahnya pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah, dan minimnya transparansi anggaran, menegaskan bahwa sebagian besar wakil rakyat Aceh hanya hadir secara administratif, bukan secara substansial. Mereka tampak lebih nyaman dalam zona diam, daripada bersuara lantang memperjuangkan hak-hak rakyat.

📚 Artikel Terkait

KAMPUNG YANG BERSIH DAN INDAH

Badai di Bawah Pohon Pecan

Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence

Surat Pembaca Potret Edisi 80

Lebih ironis lagi, ketika suara-suara kritis dari mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil sering kali tak digubris, atau bahkan dianggap sebagai gangguan. Padahal, dalam sistem demokrasi yang sehat, suara rakyat adalah bahan bakar utama bagi para legislator dalam merumuskan kebijakan. Jika suara itu diabaikan, lalu atas nama siapa mereka bekerja?

Hilangnya peran wakil rakyat Aceh bukan sekadar soal kinerja, tapi soal moral dan keberanian. Kita butuh wakil rakyat yang bukan hanya tahu cara berbicara di forum resmi, tetapi juga berani berdiri di garis depan bersama rakyat. Jika tidak, maka keberadaan mereka hanya akan menjadi simbol kosong dari demokrasi yang pincang.

Sudah saatnya rakyat Aceh bersuara lebih keras, menagih pertanggungjawaban mereka yang selama ini lebih memilih diam. Sebab dalam diam mereka, derita rakyat semakin panjang.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Rivaldi

Rivaldi

Rivaldi Ketua umum HMI komisariat FKIP USK, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Pujangga Lama dan Pujangga Baru Punah, Karena Tidak Mendapat Tempat Dalam Negara Sistem Republik

Sudah 5 Abad Peranan Kesultanan Mataram Islam Di Nusantara-Indonesia Sampai Sekarang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00