POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Surat Wasiat Christiaan Snouck Hurgronje akan Dibuka Tahun 2036 oleh Notaris di Leiden, Belanda

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.SiOleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
June 18, 2025
Christiaan Snouck Hurgronje, Antropolog yang Selalu Membela Aceh dan Islam
šŸ”Š

Dengarkan Artikel

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si


Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Salah satu misteri terbesar yang ditinggalkan oleh Christiaan Snouck Hurgronje—seorang ilmuwan brilian sekaligus penasihat kolonial yang kontroversial—adalah surat wasiatnya. Setelah kematiannya pada tahun 1936 (Schacht, 1937: 192), terungkap bahwa wasiat terakhirnya disegel dengan instruksi ketat untuk tidak dibuka hingga seratus tahun setelah kematiannya. Dengan demikian, pada tahun 2036, dunia akan mendapatkan akses ke dokumen yang berpotensi menjadi kunci terakhir untuk memahami pemikiran terdalam dari sosok yang penuh dengan dualitas ini.


Perintah penundaan pembukaan wasiat selama satu abad ini adalah tradisi legal di Belanda, juga secara sempurna mencerminkan kehidupan Snouck Hurgronje sendiri, yang dipenuhi dengan lapisan-lapisan kerahasiaan dan identitas ganda. Ia adalah seorang ilmuwan Eropa yang berhasil hidup sebagai seorang sarjana Muslim bernama ā€˜Abd al-Ghaffār di Mekkah (Van Koningsveld, 2016: 88), membaur begitu dalam hingga ia bisa memetakan kehidupan sosial dan keagamaan di kota suci itu secara mendetail (Hurgronje, 2007). Ia juga adalah seorang suami bagi perempuan-perempuan Sunda di Priangan, memiliki keturunan Indo-Eropa yang riwayatnya baru terungkap secara luas bertahun-tahun kemudian (Rohmana, 2018: 35).


Di sisi lain, ia adalah penasihat utama Pemerintah Kolonial Belanda, yang analisis tajamnya tentang masyarakat Aceh dalam karyanya De Atjehers (Hurgronje, 1893) digunakan sebagai landasan strategis oleh Jenderal Van Heutsz untuk menaklukkan perlawanan Aceh (van Dijk, 2021: 326).

Dualitas antara perannya sebagai seorang etnograf yang empatik dan seorang analis kebijakan perang yang dingin merupakan inti dari perdebatan tak berujung mengenai warisannya (Benda, 1958: 338).


Maka, spekulasi mengenai isi surat wasiat tersebut sangat beragam. Apakah wasiat itu berisi pengakuan akhir mengenai keyakinan agamanya? Ataukah wasiat itu memuat pesan-pesan atau warisan yang ditujukan secara khusus kepada para keturunannya di Indonesia, yang mungkin tidak pernah ia temui lagi setelah kembali ke Eropa?

šŸ“š Artikel Terkait

BAGI SARJANA BK, SEKOLAH BUKAN SATU-SATUNYA TEMPAT BERSAING.

Danantara Problema Moneter Nasional

Trio Buron Menertawakan KPK Usai Dipermalukan Prabowo

Bahaya Sampah Plastik Bagi Lingkungan

Mungkinkah wasiat itu mengandung informasi sensitif mengenai kebijakan internal pemerintah kolonial, atau penilaian pribadinya yang blak-blakan tentang para pejabat tinggi Belanda dan para elite pribumi yang menjadi informannya (Laffan, 2003)?

Snouck mungkin sengaja menundanya selama 100 tahun untuk memastikan semua pihak yang terlibat telah tiada, sehingga yang tersisa hanyalah catatan sejarah.


Bisa jadi wasiat tersebut berisi perspektif terakhirnya mengenai Perang Aceh atau kebijakan Islam di Hindia Belanda, sebuah upaya untuk meluruskan interpretasi atas karyanya dan mengendalikan narasinya sendiri dari balik kubur.


Apapun isinya kelak, tindakan menyegel wasiat selama satu abad adalah langkah yang sangat khas Snouck Hurgronje. Ia adalah seorang ahli dalam mengelola informasi dan citra. Dengan keputusan ini, ia memastikan bahwa bahkan lama setelah jasadnya tiada, namanya akan terus menjadi subjek keingintahuan dan spekulasi. Wasiat tahun 2036 adalah teka-teki terakhir dari seorang intelektual zeni yang hidupnya adalah sebuah teka-teki itu sendiri.


Berdasarkan catatan sejarah dan arsip yang ada di sini, di Leiden, surat wasiat Christiaan Snouck Hurgronje memang dibuat dan disimpan di kota ini, tempat ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai profesor dan meninggal pada tahun 1936. Kantor notaris yang asli, yang menyusun dan menyimpan surat wasiat tersebut pada tahun 1936, adalah kantor Notaris G.A. de Jongh di Leiden.


Namun, setelah hampir 90 tahun, dokumen tersebut tidak lagi disimpan di kantor notaris komersial yang mungkin sudah tidak ada lagi atau telah berganti nama. Sesuai dengan hukum di Belanda, arsip notaris yang telah berumur puluhan tahun akan diserahkan kepada arsip publik untuk pelestarian permanen.


Saat ini, dokumen surat wasiat Christiaan Snouck Hurgronje disimpan secara resmi di Erfgoed Leiden en Omstreken (Pusat Warisan Budaya Leiden dan Sekitarnya). Lembaga ini adalah pusat arsip regional yang menyimpan arsip-arsip notaris (notariƫle archieven) dari kota Leiden, termasuk dari periode ketika Snouck Hurgronje meninggal. Di sinilah dokumen tersebut disegel dan dijaga, menunggu untuk dibuka secara resmi pada tahun 2036.

šŸ”„ 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
šŸ“
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share8SendShareScanShare
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Untaian PuisiĀ Ā Sariman Haji Husin

Untaian PuisiĀ Ā Sariman Haji Husin

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

Ā© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ā© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00