POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Makan Daging Qurban Bakar di Senja Usia

RedaksiOleh Redaksi
June 8, 2025
Makan Daging Qurban Bakar di Senja Usia
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Yoss Prabu

Seperti bara api yang menari di atas tungku buatan sendiri.
Bau arang dan lemak menari bersama asap
Yang entah mengalir ke mana
Mungkin ke langit,
Atau ke ruang dada yang kini kian lapang

Aku duduk di antara anak dan cucu yang belum hafal
Cara menyembunyikan rasa jijik pada urat-urat yang
Tersangkut di gigi.
Mereka masih takut pada urat yang menolak dibakar,
Sementara aku.
Yang sudah kenyang dengan luka-luka.
Mengenang aroma daging bakar
Seperti mengingat bau tangan ibuku
Yang dulu sibuk memutar sate di panggangan
Ketika ayah masih setia menawar harga sapi kurban.

Ah, daging ini bukan sekadar daging.
Ini adalah sunyi yang diiris-iris,
Adalah doa yang dipanggang bersama rasa takut
Akan usia yang makin pendek,
Adalah bentuk kasih sayang yang berdarah. Bahwa tak semua yang disembelih akan selesai di piring.
Ada yang masih mengalir di dada,
Di kepala,
Di setiap keriput yang menunggu hari.

📚 Artikel Terkait

Nyanyian Gerimis

Senyum di Balik Pintu Masjid

Tuan Katakan Dusta

POTRET KEHIDUPAN PENGEMIS DI TENGAH PERKOTAAN

Orang bilang,
“Daging bakar itu enak, Mak.”
Padahal yang enak itu bukan Cuma rasa,
Tapi ingatan akan masa lalu yang hangus,
Aroma yang membumbung ke langit
Bersama doa yang terkirim
Buat tulang-tulang yang menua.

Ada rasa romantis di setiap gigitan
Ketika api menari di antara gigi
Ketika cucu menertawakan keriput
Dan aku menertawakan waktu
Yang terlalu cepat meninggalkan.
Ada rasa filosofis di setiap kunyahan
Bahwa daging yang kita makan
Adalah juga daging kita sendiri
Yang kelak akan jadi abu.

Aku makan daging ini
Daging kurban bakar
Dengan tawa pahit yang terselip di sela keriput.
Sambil berkata dalam hati,
“Beginilah manusia.
Membakar rasa lapar dan sepi
Dengan rasa syukur yang diiris tipis,
Agar tak terlalu pahit ditelan
Meski sudah lanjut usia.”

Karena di senja usia,
Bahkan daging kurban bakar
Adalah cara kita merayakan yang tersisa
Meski setengah sarkastis,
Meski setengah menertawakan
Kenapa hidup ini sering lebih alot daripada daging itu sendiri.
*
Jakarta, 07 Juni 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 141x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00