• Latest
Pancasila dan Korupsi di Lembaga Pendidikan

Pancasila dan Korupsi di Lembaga Pendidikan

Juni 1, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pancasila dan Korupsi di Lembaga Pendidikan

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Juni 1, 2025
Reading Time: 3 mins read
Pancasila dan Korupsi di Lembaga Pendidikan
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Olwh Rosadi Jamani

Pancasila, saya yakin kalian pasti hafal. Wajar hafal, karena dari SD kita sudah dipaksa hafal kata demi kata teks Pancasila. Kadang ditakuti, tak hafal Pancasila, tak naik kelas. Pancasila juga sangat sakti, sehingga belum ada ideologi mampu menggusur dari puncaknya. Untuk kali ini, kita bahas Pancasila sambil seruput kopi di Asiang Jalan Ayani Pontianak.

Hari ini, 1 Juni, adalah hari lahir Pancasila. Sebuah momen sakral ketika seluruh negeri bersatu padu, setidaknya di atas kertas, untuk memperingati kelahiran ideologi luhur, penuh nilai, dan sangat cocok dijadikan kutipan di slide PowerPoint atau spanduk acara dinas. Di sekolah, dari SD sampai kampus, Pancasila diajarkan dengan tekun, hafalannya dijadikan ujian, dan bahkan kadang jadi lomba cerdas cermat. Anak-anak bangsa dibentuk menjadi insan Pancasilais sejati, yang konon katanya tidak mungkin korupsi. Sayangnya, kenyataan ternyata bukan modul PPKn.

Di luar sana, korupsi sudah jadi semacam cabang olahraga nasional. Dari menteri, gubernur, bupati, pejabat eseolon, pejabat BUMN, kepala dinas, sampai kepala desa dan pengusaha, pernah dijebloskan ke penjara. Yang belum pernah, presiden dan wakil presiden saja. Lebih parah lagi, di lembaga pendidikan pun tak mau kalah soal merampok uang rakyat.

Lihat saja kasus pengadaan laptop Chromebook senilai hampir Rp10 triliun. Program digitalisasi pendidikan yang awalnya ingin memajukan teknologi anak bangsa, malah maju ke arah Kejaksaan Agung. Katanya, laptopnya cocok kalau internetnya stabil. Masalahnya, yang stabil di negeri ini cuma harga gorengan, bukan koneksi internet. Dari usulan Windows berubah jadi Chromebook, disertai dugaan pemufakatan jahat yang aroma bumbunya lebih kental dari rendang padang. Bahkan, Mas Menteri zaman itu, Nadiem Makarim, disebut-sebut bakal dipanggil. Duh, dari ruang rapat ke ruang penyidikan, tinggal ganti background Zoom saja.

Belum selesai tepuk tangan untuk keanehan itu, muncul lagi kasus STIA Bagasasi Bandung. Dana Program Indonesia Pintar, yang mestinya langsung jatuh ke tangan mahasiswa, malah nyasar dulu ke rekening ayah-anak pejabat kampus. MYA dan MFA, duo koruptor keluarga yang begitu harmonis dalam membangun masa depan, diri mereka sendiri. Mahasiswa bukannya terbantu, malah tetap bayar uang bangunan, seminar, dan segala rupa pungutan. Total kerugian negara mencapai Rp20,7 miliar. Tapi tentu saja, itu semua atas nama operasional kampus. Kalau dikritik? Pasti jawabannya, “Untuk kelangsungan mutu pendidikan.” Entah mutu yang mana, mungkin mutu sinetron.

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Pendidikan seharusnya menjadi ruang suci tempat karakter dibentuk dan nilai ditanamkan. Tapi di Indonesia, kadang justru jadi laboratorium eksperimen korupsi, gratifikasi, dan nepotisme. Praktik menyontek masih terjadi di 78 persen sekolah dan 98 persen kampus. Bahkan plagiarisme oleh dosen atau guru masih merajalela. Kadang rasanya tesis bukan hasil riset, tapi hasil comot sana-sini yang dirapikan oleh jasa pengetikan kilat. Sungguh luar biasa: manusia Pancasilais dibentuk dari rangkaian copy-paste dan pungli berkedok administrasi.

Pancasila, dalam dunia filsafat pendidikan, mestinya menjadi fondasi moral. Tapi kini, ia tak lebih dari latar belakang dekoratif saat wisuda dan apel pagi. Lima silanya dikunyah-kunyah tiap minggu oleh siswa, tapi dimuntahkan secara kolektif oleh para elit pendidikan ketika melihat angka anggaran. Ketuhanan digantikan ketamakan, kemanusiaan disubstitusi dengan manipulasi, persatuan dibayar lewat nepotisme, kerakyatan disabotase birokrasi, dan keadilan sosial hanya berlaku di status Facebook.

Selamat ulang tahun, Pancasila. Semoga engkau tidak lelah menjadi wallpaper nasional di tengah bangsa yang masih berdebat soal siapa yang lebih dulu korup, guru atau murid.

Teringat pada ungkapan, negeri ini tidak kekurangan orang pintar, bertitel panjang. Namun, negeri ini selalu kekurangan orang jujur. Untuk guru dan dosen, teruslah mengajarkan Pancasila walau harus menahan malu di tengah korupsi merajalela. Jangan berhenti juga mengajarkan kejujuran juga. Paling tidak dimulai dari diri sendiri.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Merayakan Hari Lahir Pancasila di Era Artificial Intelligence

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com