• Latest
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Antara Mekkah dan NEOM: Wajah Ganda Arab Saudi sebagai Negara Spiritual dan Teknologis

Mei 27, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Antara Mekkah dan NEOM: Wajah Ganda Arab Saudi sebagai Negara Spiritual dan Teknologis

Dayan Abdurrahmanby Dayan Abdurrahman
Mei 27, 2025
Reading Time: 4 mins read
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh: Dayah Abdurrahman

Peneliti Independen Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Arab Saudi sedang berada dalam fase transformatif yang sangat menentukan dalam sejarah modernnya. Di satu sisi, negeri ini tetap menjadi pusat spiritual umat Islam sedunia dengan keberadaan Mekkah dan Madinah sebagai dua kota suci. Di sisi lain, melalui inisiatif ambisius Visi 2030, kerajaan ini mendorong revolusi ekonomi, sosial, dan teknologi dengan proyek futuristik seperti NEOM.

Artikel ini akan membahas apakah Arab Saudi dapat mengelola wajah gandanya—sebagai negara spiritual sekaligus negara modern—dengan tetap menjaga harmoni antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan zaman.

Warisan Spiritual: Identitas Tak Tergantikan

Secara historis, Arab Saudi dikenal luas sebagai penjaga dua tanah suci. Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji dan umrah ke Mekkah dan Madinah, menjadikan Arab Saudi sebagai episentrum spiritual Islam global. Nilai-nilai keislaman tidak hanya melekat dalam sistem hukum dan sosial masyarakatnya, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan nasional.

Data dari General Authority for Statistics Saudi Arabia (2023) menunjukkan bahwa sebanyak 2,4 juta jemaah haji dan 7 juta jemaah umrah datang ke Arab Saudi setiap tahunnya sebelum pandemi. Ini bukan sekadar angka ekonomi, tetapi juga menunjukkan kekuatan simbolik Arab Saudi sebagai “rumah spiritual” umat Islam.

Lompatan Menuju Modernitas: NEOM dan Visi 2030

Bersamaan dengan citra religiusnya, Arab Saudi juga tengah menjalankan proyek-proyek futuristik untuk membangun kekuatan ekonominya di luar sektor minyak. NEOM, misalnya, adalah megaproyek kota pintar berbasis teknologi hijau senilai 500 miliar dolar AS yang dirancang untuk menjadi pusat riset, teknologi, dan wisata global.

Proyek ini diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nonmigas Arab Saudi. Menurut laporan McKinsey & Company (2022), sektor nonmigas di Arab Saudi tumbuh sebesar 5,4% per tahun sejak diluncurkannya Visi 2030. Hal ini menunjukkan bahwa negara ini tidak lagi hanya mengandalkan kekayaan minyak, tetapi mulai merintis jalan menuju ekonomi berbasis inovasi dan pengetahuan.

Pandangan Edukasi dan Kultural: Antara Tantangan dan Peluang

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Transformasi ini mengundang respons beragam, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa pihak melihatnya sebagai langkah progresif yang perlu disambut. Akademisi seperti Dr. Huda Al-Abdullah, pakar pendidikan dari King Saud University, menyatakan bahwa modernisasi membuka peluang besar bagi generasi muda Arab Saudi untuk berkembang dalam ranah global, terutama dalam pendidikan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

Namun, ada pula kekhawatiran bahwa modernisasi yang terlalu cepat dan bertumpu pada model Barat dapat menggerus nilai-nilai kultural dan keagamaan yang selama ini dijaga ketat. Sebagian ulama dan pengamat budaya lokal menekankan pentingnya menjadikan Islam bukan sebagai “korban modernitas”, melainkan sebagai kerangka nilai yang memandu arah modernisasi.

Data Kualitatif: Persepsi Masyarakat

Hasil survei dari Arab Barometer (2022) memperlihatkan bahwa 68% warga Arab Saudi menyambut baik transformasi ekonomi dan sosial, namun 52% di antaranya juga menyatakan kekhawatiran bahwa nilai-nilai keislaman dapat terpinggirkan. Artinya, mayoritas masyarakat mendukung modernisasi selama tidak menghilangkan identitas religius.

Wawancara mendalam yang dilakukan oleh tim peneliti dari Middle East Institute juga menunjukkan adanya aspirasi masyarakat yang lebih bersifat moderat: mereka ingin Arab Saudi menjadi negara maju yang tetap berbasis pada nilai-nilai Islam, bukan negara sekuler ala Barat. Beberapa narasumber menyebut pentingnya “wasathiyyah” (moderat) sebagai prinsip utama transformasi ini.

Menuju Integrasi Nilai: Harmoni atau Konflik?

Pertanyaannya, apakah mungkin Arab Saudi menjadi negara yang modern tanpa kehilangan ruh spiritualnya? Jawabannya tidak dapat dirumuskan dalam hitam-putih. Yang tampak adalah upaya untuk merumuskan model modernitas Islami—yakni pendekatan pembangunan yang tidak menanggalkan nilai-nilai keislaman, melainkan mengintegrasikannya dalam struktur ekonomi dan sosial modern.

ADVERTISEMENT

Kurikulum pendidikan baru yang diperkenalkan pada 2021, misalnya, telah menggabungkan materi sains modern dengan prinsip-prinsip Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Arab Saudi tidak sedang menanggalkan identitasnya, tetapi sedang berupaya membentuk sintesis antara dua kutub: spiritualitas dan kemajuan teknologi.

Penutup: Menjaga Wajah Ganda sebagai Kekuatan

Arab Saudi saat ini sedang menulis ulang narasi kebangsaannya. Mekkah dan Madinah tetap menjadi simbol spiritual dunia Islam, sementara NEOM dan Visi 2030 menjadi simbol kekuatan masa depan. Kedua wajah ini bukanlah kontradiksi jika dikelola dengan bijak dan berkesadaran nilai.

Bagi dunia pendidikan dan kebudayaan, perjalanan Arab Saudi ini menjadi studi penting: bagaimana membangun peradaban yang tidak meniru Barat sepenuhnya, tetapi menciptakan jalan tengah yang harmonis dan berkarakter. Maka, modernitas dan spiritualitas bukan harus dipertentangkan—ia dapat dirangkai menjadi jalinan nilai yang memperkaya arah pembangunan bangsa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Mengapa Aceh Selalu Diperlakukan Tidak Adil oleh Jakarta?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com