POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Antara Mekkah dan NEOM: Wajah Ganda Arab Saudi sebagai Negara Spiritual dan Teknologis

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
May 27, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh: Dayah Abdurrahman

Peneliti Independen Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Arab Saudi sedang berada dalam fase transformatif yang sangat menentukan dalam sejarah modernnya. Di satu sisi, negeri ini tetap menjadi pusat spiritual umat Islam sedunia dengan keberadaan Mekkah dan Madinah sebagai dua kota suci. Di sisi lain, melalui inisiatif ambisius Visi 2030, kerajaan ini mendorong revolusi ekonomi, sosial, dan teknologi dengan proyek futuristik seperti NEOM.

Artikel ini akan membahas apakah Arab Saudi dapat mengelola wajah gandanya—sebagai negara spiritual sekaligus negara modern—dengan tetap menjaga harmoni antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan zaman.

Warisan Spiritual: Identitas Tak Tergantikan

Secara historis, Arab Saudi dikenal luas sebagai penjaga dua tanah suci. Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji dan umrah ke Mekkah dan Madinah, menjadikan Arab Saudi sebagai episentrum spiritual Islam global. Nilai-nilai keislaman tidak hanya melekat dalam sistem hukum dan sosial masyarakatnya, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan nasional.

Data dari General Authority for Statistics Saudi Arabia (2023) menunjukkan bahwa sebanyak 2,4 juta jemaah haji dan 7 juta jemaah umrah datang ke Arab Saudi setiap tahunnya sebelum pandemi. Ini bukan sekadar angka ekonomi, tetapi juga menunjukkan kekuatan simbolik Arab Saudi sebagai “rumah spiritual” umat Islam.

Lompatan Menuju Modernitas: NEOM dan Visi 2030

Bersamaan dengan citra religiusnya, Arab Saudi juga tengah menjalankan proyek-proyek futuristik untuk membangun kekuatan ekonominya di luar sektor minyak. NEOM, misalnya, adalah megaproyek kota pintar berbasis teknologi hijau senilai 500 miliar dolar AS yang dirancang untuk menjadi pusat riset, teknologi, dan wisata global.

Proyek ini diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nonmigas Arab Saudi. Menurut laporan McKinsey & Company (2022), sektor nonmigas di Arab Saudi tumbuh sebesar 5,4% per tahun sejak diluncurkannya Visi 2030. Hal ini menunjukkan bahwa negara ini tidak lagi hanya mengandalkan kekayaan minyak, tetapi mulai merintis jalan menuju ekonomi berbasis inovasi dan pengetahuan.

📚 Artikel Terkait

Chairil Anwar Anak Punk?

Menciptakan Visual Produk Hiper-Realis dengan Prompt AI

Jejak Roda dan Harapan

Jangan Menjadi Guru HanaPah Lawan

Pandangan Edukasi dan Kultural: Antara Tantangan dan Peluang

Transformasi ini mengundang respons beragam, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa pihak melihatnya sebagai langkah progresif yang perlu disambut. Akademisi seperti Dr. Huda Al-Abdullah, pakar pendidikan dari King Saud University, menyatakan bahwa modernisasi membuka peluang besar bagi generasi muda Arab Saudi untuk berkembang dalam ranah global, terutama dalam pendidikan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

Namun, ada pula kekhawatiran bahwa modernisasi yang terlalu cepat dan bertumpu pada model Barat dapat menggerus nilai-nilai kultural dan keagamaan yang selama ini dijaga ketat. Sebagian ulama dan pengamat budaya lokal menekankan pentingnya menjadikan Islam bukan sebagai “korban modernitas”, melainkan sebagai kerangka nilai yang memandu arah modernisasi.

Data Kualitatif: Persepsi Masyarakat

Hasil survei dari Arab Barometer (2022) memperlihatkan bahwa 68% warga Arab Saudi menyambut baik transformasi ekonomi dan sosial, namun 52% di antaranya juga menyatakan kekhawatiran bahwa nilai-nilai keislaman dapat terpinggirkan. Artinya, mayoritas masyarakat mendukung modernisasi selama tidak menghilangkan identitas religius.

Wawancara mendalam yang dilakukan oleh tim peneliti dari Middle East Institute juga menunjukkan adanya aspirasi masyarakat yang lebih bersifat moderat: mereka ingin Arab Saudi menjadi negara maju yang tetap berbasis pada nilai-nilai Islam, bukan negara sekuler ala Barat. Beberapa narasumber menyebut pentingnya “wasathiyyah” (moderat) sebagai prinsip utama transformasi ini.

Menuju Integrasi Nilai: Harmoni atau Konflik?

Pertanyaannya, apakah mungkin Arab Saudi menjadi negara yang modern tanpa kehilangan ruh spiritualnya? Jawabannya tidak dapat dirumuskan dalam hitam-putih. Yang tampak adalah upaya untuk merumuskan model modernitas Islami—yakni pendekatan pembangunan yang tidak menanggalkan nilai-nilai keislaman, melainkan mengintegrasikannya dalam struktur ekonomi dan sosial modern.

Kurikulum pendidikan baru yang diperkenalkan pada 2021, misalnya, telah menggabungkan materi sains modern dengan prinsip-prinsip Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Arab Saudi tidak sedang menanggalkan identitasnya, tetapi sedang berupaya membentuk sintesis antara dua kutub: spiritualitas dan kemajuan teknologi.

Penutup: Menjaga Wajah Ganda sebagai Kekuatan

Arab Saudi saat ini sedang menulis ulang narasi kebangsaannya. Mekkah dan Madinah tetap menjadi simbol spiritual dunia Islam, sementara NEOM dan Visi 2030 menjadi simbol kekuatan masa depan. Kedua wajah ini bukanlah kontradiksi jika dikelola dengan bijak dan berkesadaran nilai.

Bagi dunia pendidikan dan kebudayaan, perjalanan Arab Saudi ini menjadi studi penting: bagaimana membangun peradaban yang tidak meniru Barat sepenuhnya, tetapi menciptakan jalan tengah yang harmonis dan berkarakter. Maka, modernitas dan spiritualitas bukan harus dipertentangkan—ia dapat dirangkai menjadi jalinan nilai yang memperkaya arah pembangunan bangsa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Mengapa Aceh Selalu Diperlakukan Tidak Adil oleh Jakarta?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00