POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
May 19, 2025
Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Makin ke sini, negeri jiran kita semakin hebat bulutangkisnya. Ada rasa iri, sih. Ya, sudahlah! Namanya olahraga, pasang surut. Kecuali, ngopi tetap penuh gairah untuk selalu menemani tulisan ini. Mari kita simak kehebatan tetangga sebelah di bidang tepuk bulu.

Di saat sebagian besar negara masih sibuk debat siapa yang paling cinta ASEAN, Malaysia memutuskan untuk menyelesaikannya dengan cara yang lebih berkelas, memenangkan dua gelar di Thailand Open 2025. Bukan satu. Tapi dua, tuan-tuan dan puan-puan. Seolah ingin berkata, “Biarlah yang lain ribut soal geopolitik, kami pilih menggetarkan jaring net di Bangkok!”

Kemenangan ini tidak datang seperti hujan turun di musim kemarau, ia datang seperti banjir bandang yang menerjang papan skor dan membasahi sejarah dengan tinta emas. Pasangan ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan pasangan ganda putri Pearly Tan/Thinaah Muralitharan tampil bukan sekadar hebat. Mereka seperti muncul dari dimensi lain, tempat bulu tangkis diajarkan sejak bayi dan raket adalah alat makan pokok.

Mari kita mulai dari Aaron/Soh, duo yang seperti diciptakan langsung dari laboratorium rahasia badminton Malaysia. Mereka menghadapi pasangan Denmark William Kryger Boe/Christian Faust Kjaer dalam tiga gim yang menguji segalanya—mental, stamina, bahkan persahabatan. Skor 20-22, 21-17, 21-12 bukan sekadar angka. Itu adalah puisi dalam angka, soneta epik tentang perjuangan manusia melawan kelelahan dan demam panggung internasional.

Siapa di balik transformasi duo ini? Tidak lain dan tidak bukan, Herry Iman Pierngadi, pelatih legendaris asal Indonesia. Ya, Malaysia menyadari bahwa kalau ingin menang, jangan cuma beli teknologi. Beli sumber daya manusia unggul, dan siapa lagi kalau bukan Herry IP, otak di balik era keemasan ganda putra Indonesia. Di bawah asuhan beliau, Aaron/Soh bukan hanya naik level. Mereka berubah jadi mesin penghancur berkarakter lembut, seperti samurai yang meditasi dulu sebelum menebas lawan.

📚 Artikel Terkait

RENUNGAN DI UJUNG TAHUN

SAHARA DILAMUN SENJA

Menanti Pagi

Siswi Berprestasi dari SMAN 3 Bireuen Berjalan Kaki 4,3 Km ke Sekolah Akan Mendapat Bantuan Sepeda

Sementara itu di sektor ganda putri, Pearly/Thinaah tampil seperti bunga mekar yang menyemburkan laser. Mereka menaklukkan pasangan Korea Selatan Jeong Na-eun/Lee Yeon-woo dengan skor 21-16, 21-17. Tidak ada drama tiga set. Tidak ada ketegangan berlama-lama. Ini seperti film laga berdurasi 15 menit, cukup buat nonton sambil rebus air tapi tetap bikin berteriak, “Apa Itu Smash?!”

Yang menarik, kemenangan ini datang setelah periode paceklik prestasi. Malaysia sempat diolok-olok sebagai “tim pencari pengalaman.” Tapi hari ini, pengalaman itu dibayar kontan. Bahkan dengan bunga. Bahkan dengan kupon diskon untuk final berikutnya.

Tentu saja, kita tidak boleh melupakan bahwa China juga merebut dua gelar, sektor tunggal putri lewat Chen Yu Fei, dan ganda campuran Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Tapi ayolah, kita semua tahu China memang menang, itu seperti matahari terbit, nggak mengejutkan. Tapi Malaysia? Malaysia seperti komet langka yang lewat dan membakar langit dengan warna emas dan semangat serumpun.

Tuan rumah Thailand pun tak mau jadi figuran. Mereka membawa pulang satu gelar lewat Kunlavut Vitidsarn, yang berhasil menumbangkan Anders Antonsen dari Denmark. Sebuah kemenangan untuk menjaga harga diri, dan membuktikan bahwa Thailand tak hanya jago di kuliner dan pariwisata. Namun pada akhirnya, yang jadi bahan omongan bukan siapa yang menang, tapi siapa yang berubah jadi monster di lapangan. Jawabannya jelas, negeri Upin Ipin.

Dunia, hati-hati. Malaysia tidak hanya bangkit. Mereka sedang memanaskan mesin. Dengan Herry IP di balik kemudi, bukan tidak mungkin mereka akan merebut segalanya, gelar, ranking satu dunia, bahkan hati para penonton netral.

Thailand Open 2025 telah mencatat sejarah. Malaysia meraih dua gelar, dan ada sentuhan Indonesia di dalamnya.
“Bang, kita kapan juaranya?” Nanti, ada masanya, tenang saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Mustika Segu: Menempa Generasi Muda lewat Pencak Silat dan Karakter

Mustika Segu: Menempa Generasi Muda lewat Pencak Silat dan Karakter

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00