POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Cinta

Do’a yang Tak Pernah Selesai

Rika Puji Lestari by Rika Puji Lestari
Mei 15, 2025
in Puisi Cinta, Puisi Essay
0
Do’a yang Tak Pernah Selesai - 2025 05 15 09 56 48 | Puisi Cinta | Potret Online

Oleh Rika Puji Lestari
Anggota Satupena Kab. Blora

Tak ada yang benar-benar kebetulan,
Setiap langkah, setiap pertemuan,
Telah digariskan oleh tangan Tuhan,
Membawa makna dalam diam dan kehilangan.

Do’a yang Tak Pernah Selesai - 1000908378_11zon | Puisi Cinta | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat
13 Sep 2025
Selengkapnya

Kau hadir sebentar, tapi mengakar dalam,
Rasa itu tinggal, meski tak bisa kuucap terang.
Tak tergantikan, meski banyak yang datang,
Karena kasih sejati tak mengenal pergantian.

Mengikhlaskanmu—bukan karena tiada cinta,
Justru karena cinta itu terlalu besar untuk ku jaga.
Saat kulepas genggamanmu, jiwaku teruji,
Tapi kuyakini, itulah jalan terbaik yang harus kujalani.

Do’a yang Tak Pernah Selesai - 1c176fc3 d655 4482 8e0f 3b3163b72f45 | Puisi Cinta | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Di Balik Hutan Ia Menyembunyikan Kegagalannya
22 Des 2025
Selengkapnya

Masih kuingat semua tentang kita,
Langkah-langkah kecil, tawa sederhana,
Perhatianmu yang tak pernah menunggu diminta,
Pengorbananmu, bahkan di tengah malam yang sunyi tak bersuara.

Biarlah aku yang mengingat,
Biarlah semua tinggal dalam relung yang tak tampak,
Karena penyesalanku bukan karena kau pergi,
Tapi karena tak kubiarkan kau berjuang sekali lagi.

Do’a yang Tak Pernah Selesai - 5850002b ce9f 4b05 bf36 afc89cbc0d46 | Puisi Cinta | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Secangkir Teh, Sejumput Doa
10 Mar 2025
Selengkapnya

Kau mungkin melihatku sebagai sosok yang egois,
Namun, tahukah kau… aku selalu bangga, selalu menangis.
Melihatmu tetap melangkah dalam hidup yang keras,
Kau hebat, meski tanpaku di sisimu yang lepas.

Jangan pikirkan semua ini terlalu dalam,
Teruslah melangkah, jangan berhenti di persimpangan.
Temukan seseorang yang akan merawatmu hingga senja,
Yang memelukmu dalam suka dan luka.

Terima kasih telah hidup dengan baik,
Maaf atas luka yang tak bisa kembali ku benahi.
Doaku menyertaimu—senyap, tak terlihat,
Karena cukup melihatmu bahagia, hatiku telah hangat.

Previous Post

Dari Ruang Kelas ke Dunia Maya: Strategi Pendidikan untuk Membangun Kesadaran Kritis di Era Post-Truth

Next Post

Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani

Next Post
Do’a yang Tak Pernah Selesai - 2025 05 15 10 03 05 | Puisi Cinta | Potret Online

Kunikahi Kamu Secepat Argo Bromo, Kuceraikan Kamu Secepat Sembrani

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah