Dengarkan Artikel
Oleh Rika Puji Lestari
Anggota Satupena Kab. Blora
Tak ada yang benar-benar kebetulan,
Setiap langkah, setiap pertemuan,
Telah digariskan oleh tangan Tuhan,
Membawa makna dalam diam dan kehilangan.
Kau hadir sebentar, tapi mengakar dalam,
Rasa itu tinggal, meski tak bisa kuucap terang.
Tak tergantikan, meski banyak yang datang,
Karena kasih sejati tak mengenal pergantian.
Mengikhlaskanmu—bukan karena tiada cinta,
Justru karena cinta itu terlalu besar untuk ku jaga.
Saat kulepas genggamanmu, jiwaku teruji,
Tapi kuyakini, itulah jalan terbaik yang harus kujalani.
📚 Artikel Terkait
Masih kuingat semua tentang kita,
Langkah-langkah kecil, tawa sederhana,
Perhatianmu yang tak pernah menunggu diminta,
Pengorbananmu, bahkan di tengah malam yang sunyi tak bersuara.
Biarlah aku yang mengingat,
Biarlah semua tinggal dalam relung yang tak tampak,
Karena penyesalanku bukan karena kau pergi,
Tapi karena tak kubiarkan kau berjuang sekali lagi.
Kau mungkin melihatku sebagai sosok yang egois,
Namun, tahukah kau… aku selalu bangga, selalu menangis.
Melihatmu tetap melangkah dalam hidup yang keras,
Kau hebat, meski tanpaku di sisimu yang lepas.
Jangan pikirkan semua ini terlalu dalam,
Teruslah melangkah, jangan berhenti di persimpangan.
Temukan seseorang yang akan merawatmu hingga senja,
Yang memelukmu dalam suka dan luka.
Terima kasih telah hidup dengan baik,
Maaf atas luka yang tak bisa kembali ku benahi.
Doaku menyertaimu—senyap, tak terlihat,
Karena cukup melihatmu bahagia, hatiku telah hangat.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






