POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pendidikan Karakter dalam Bermedsos: Menyemai Etika, Menuai Cahaya

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
May 13, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah

Di tengah derasnya arus informasi digital, media sosial telah menjadi panggung utama ekspresi publik. Namun sayang, panggung ini kerap dibanjiri ujaran kebencian, hoaks, hingga konten tak mendidik yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Fenomena ini memperlihatkan krisis karakter dalam bermedia sosial. Banyak yang abai bahwa jempol bisa lebih tajam daripada pedang, dan unggahan bisa lebih menyakitkan dari kata-kata langsung.

Pendidikan karakter dalam bermedsos menjadi kebutuhan mendesak. Tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan platform digital, tapi juga membentuk kesadaran etis, tanggung jawab, dan empati sebagai pengguna.

Kita hidup dalam zaman di mana setiap orang bisa menjadi produsen informasi. Namun, belum semua paham bahwa kebebasan berekspresi mesti disertai tanggung jawab moral dan sosial.

Pendidikan karakter tidak bisa dipisahkan dari nilai kejujuran, kesantunan, toleransi, dan empati. Nilai-nilai inilah yang harus menjiwai aktivitas bermedsos, agar ruang digital menjadi tempat yang sehat dan mencerahkan.

Sekolah, keluarga, dan masyarakat punya peran kunci dalam menyemai karakter digital ini. Pendidikan karakter di sekolah perlu diperluas hingga ke etika digital dan budaya bermedsos yang bijak.

Di sisi lain, orang tua sebagai pendidik pertama mesti menjadi teladan dalam memfilter informasi dan merespons perbedaan pendapat secara dewasa di dunia maya. Anak belajar lebih dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang diajarkan.

Pendidikan karakter dalam bermedsos bukan berarti membatasi kebebasan, melainkan membimbingnya agar bertanggung jawab. Seorang pengguna yang bijak tidak asal membagikan informasi, tapi memverifikasinya dan memikirkan dampaknya.

📚 Artikel Terkait

Gaji Miliaran Tidak Cukup, Gaji UMK Harus Cukup

Ekonomi Keuangan Syariah Terus Meningkat Dalam 5 Tahun Terakhir

Merdeka Adalah Merdeka

Ibu

Sudah saatnya kita menyadari bahwa setiap unggahan mencerminkan siapa kita. Kata-kata adalah cermin kepribadian, dan media sosial merekam jejak digital yang sulit dihapus.

Bukan hanya sekadar menghindari hal negatif, pendidikan karakter juga mendorong kita menyebarkan hal-hal positif: menginspirasi, membangun, dan mendorong semangat kebersamaan.

Gerakan edukatif perlu digencarkan di media sosial sendiri. Misalnya, kampanye literasi digital, konten edukasi kreatif, dan ajakan untuk mengedepankan dialog sehat alih-alih debat kusir.

Pemerintah dan platform digital pun dapat bersinergi. Misalnya, dengan menyisipkan modul etika digital dalam pelatihan literasi atau menghadirkan fitur yang mendorong refleksi sebelum mengunggah konten.

Tidak cukup hanya menindak pelanggar, kita juga harus membangun kesadaran kolektif. Masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang mampu saling mengingatkan dalam kebaikan, termasuk dalam ruang digital.

Anak-anak muda sebagai mayoritas pengguna media sosial harus diposisikan sebagai agen perubahan. Mereka perlu diberdayakan, bukan disalahkan, untuk menjadi duta karakter digital yang mencerdaskan sesama.

Bayangkan jika setiap akun menjadi sumber cahaya; membagikan ilmu, menyemangati orang lain, dan menjadi ruang aman untuk berekspresi dengan empati. Bukankah itu wajah media sosial yang kita idamkan?

Kita bisa memulai dari hal sederhana, berpikir sebelum membagikan, menyapa dengan ramah, dan menghindari perundungan digital. Pendidikan karakter bukan soal teori besar, tapi praktik kecil yang konsisten.

Mari kita ubah ruang digital menjadi taman karakter yang subur. Tempat di mana kebaikan tumbuh, perbedaan dihargai, dan setiap kata yang ditulis membawa nilai.

Pendidikan karakter dalam bermedsos adalah investasi masa depan. Kita menanam hari ini, untuk panen generasi yang lebih bijak, lebih beretika, dan lebih bertanggung jawab di jagat digital.

Jangan lelah untuk menjadi cahaya di tengah gelapnya dunia maya. Karena satu unggahan positif bisa menjadi penyulut perubahan, dan satu karakter baik bisa menginspirasi ribuan lainnya. (***)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Menunggu Jubel (kembali) Berjubel

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00