POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Masa Depan Indonesia: Optimisme di Tengah Guncangan Global

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
May 12, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh: Dayan Abdurrahman

Di tengah pusaran ketidakpastian ekonomi global yang memukul banyak negara, Indonesia tetap tegak, tidak tumbang oleh badai, justru menyusun ulang langkah-langkah strategis menuju masa depan yang lebih baik. Kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 melambat ke angka 4,87%—angka yang memang paling rendah sejak 2021—tanda-tanda kebangkitan masih sangat terasa dan menjadi alasan kuat bagi kita untuk optimis.

Pemerintah sendiri tetap percaya diri menetapkan target pertumbuhan 5,2% tahun ini. Ini bukan sekadar angka kosong, tetapi wujud komitmen dan optimisme bahwa dengan modal yang kita miliki, bangsa ini bisa tumbuh lebih kuat. Bahkan lembaga sekelas OECD memprediksi pertumbuhan Indonesia akan menembus angka itu pada akhir tahun. Walau Fitch Ratings agak pesimis dengan merevisi ke angka 4,9%, kita tahu bahwa proyeksi bukanlah takdir. Sejarah membuktikan: Indonesia tak sekali dua kali melampaui prediksi para ekonom dunia.

Saya, Dayan Abdurrahman, sebagai pemerhati isu sosial budaya, melihat bahwa keunggulan Indonesia bukan hanya terletak pada angka-angka makro ekonomi, melainkan pada modal sosial dan budaya yang dimiliki bangsa ini. Gotong royong, semangat kolektif, serta nilai-nilai religius yang mengakar, menjadi fondasi kokoh yang tak dimiliki banyak bangsa lain. Inilah energi sosial yang tidak tercermin dalam grafik, tetapi nyata dalam kehidupan masyarakat kita.

Lihatlah sektor energi terbarukan—salah satu senjata Indonesia dalam menghadapi masa depan. Dengan potensi 443 ribu megawatt dari energi air, panas bumi, dan surya, Indonesia tidak hanya bicara soal energi hijau, tetapi juga soal kedaulatan. Pembangunan kawasan industri hijau di Kalimantan Utara adalah langkah revolusioner yang jarang disorot media dengan cara semestinya.

Di sektor digital, transformasi UMKM ke dalam ekosistem e-commerce menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai transaksi diperkirakan menembus Rp1.500 triliun pada 2025. Ini bukan hanya angka, tetapi cerminan dari bagaimana rakyat kecil kini menjadi bagian dari rantai nilai digital global.

📚 Artikel Terkait

Malam Katupek

FKIP Unimal, Bentuk Karakter Siswa Melalui Kearifan Lokal Kesusastraan Aceh

Guru Blora Belajar Koding dan AI untuk Pendidikan Bermutu

Kisah Minggu Sore Tentang Pemuda Malang di Tiang Lampu Hias

Dan yang lebih penting: pemerintah tampak serius dalam investasi terhadap manusia. Anggaran pendidikan tahun ini mencapai lebih dari Rp700 triliun. Dana ini, jika dikelola dengan tepat dan transparan, dapat mempercepat lompatan kualitas SDM kita. Kita ingin generasi mendatang bukan hanya cerdas secara kognitif, tapi juga berkarakter dan berdaya saing tinggi di panggung dunia.

Namun jangan buru-buru tepuk tangan. Tantangan kita masih banyak. Ketergantungan pada ekspor komoditas mentah, korupsi, birokrasi yang lamban, hingga ketimpangan pendidikan di daerah-daerah terluar masih menjadi PR besar. Tapi sekali lagi, tantangan bukan alasan untuk menyerah. Justru itulah ladang amal dan kerja nyata untuk semua elemen bangsa.

Sebagai orang yang memadukan pandangan sosial budaya dengan spiritualitas, saya percaya Indonesia tidak hanya dibentuk oleh politik dan ekonomi, tetapi juga oleh nilai-nilai Ilahiyah. Dalam Islam, prinsip keadilan, keberkahan rezeki, serta amanah dalam memimpin adalah pilar sosial yang seharusnya menjadi panduan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi yang tidak adil hanyalah pertumbuhan yang sia-sia. Maka, mari tumbuhkan ekonomi, tapi jangan tinggalkan sisi kemanusiaan dan ketuhanan kita.

Di universitas tempat saya mengabdi, saya sering berdiskusi dengan mahasiswa mengenai arah bangsa ini. Mereka penuh semangat, namun juga penuh tanya. Maka tugas kita adalah memastikan bahwa optimisme bukan sekadar slogan, tapi nyata dalam kebijakan, dalam perilaku, dan dalam cara kita memperlakukan satu sama lain.

Indonesia memang tidak sempurna, tetapi bangsa ini memiliki semua bahan untuk menjadi besar: sumber daya alam melimpah, manusia yang resilien, budaya yang luhur, serta spiritualitas yang kuat. Maka izinkan saya menutup tulisan ini dengan keyakinan pribadi yang lahir dari pengamatan panjang: Indonesia tidak sedang menuju kejatuhan, tapi tengah meniti tangga kebangkitannya sendiri.

Optimisme ini bukan ilusi. Ia adalah keyakinan rasional yang lahir dari fakta, analisis, dan tentu saja, iman.

—Dayan Abdurrahman, Pemerhati Isu sosial budaya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Perasan Jeruk Nipis Seasam Hidupku

Perasan Jeruk Nipis Seasam Hidupku

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00