• Latest
Sunan Pojok: Jejak Pangeran Surobahu dalam Sejarah Awal Blora

Sunan Pojok: Jejak Pangeran Surobahu dalam Sejarah Awal Blora

Mei 9, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sunan Pojok: Jejak Pangeran Surobahu dalam Sejarah Awal Blora

Luhur Susiloby Luhur Susilo
Mei 9, 2025
Reading Time: 2 mins read
Sunan Pojok: Jejak Pangeran Surobahu dalam Sejarah Awal Blora
597
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Luhur Susilo
Guru SMPN 1 Sambong dan Anggota Satupena Kabupaten Blora

Sunan Pojok, atau Pangeran Surobahu Abdul Rohim, adalah tokoh penting dalam sejarah awal Kabupaten Blora. Ia merupakan putra Kyai Ashari dari Sunan Pejagong Tuban. Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal sebagai panglima perang Kerajaan Mataram di masa Sultan Agung.

Selain berperan dalam bidang militer, Sunan Pojok juga aktif dalam penyebaran ajaran Islam. Ia berdakwah di berbagai wilayah pesisir utara Jawa. Keteladanan dan kesalehannya menjadikan namanya dikenang hingga kini.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Suatu ketika, setelah berhasil meredam konflik di Tuban, ia kembali ke Mataram. Namun di tengah perjalanan, ia jatuh sakit. Ia wafat di sebuah tempat yang belum bernama, yang kini dikenal sebagai Dukuh Pojok.

Lokasi wafatnya berada di wilayah yang kini masuk Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Blora. Dari peristiwa itu, ia kemudian dikenal sebagai Sunan Pojok. Makamnya semula berada di tempat itu, lalu dipindahkan oleh putranya.

Makam Sunan Pojok kini berada di selatan Alun-alun Blora. Lokasi ini menjadi kompleks pemakaman penting, termasuk makam putra dan keturunannya yang pernah menjabat sebagai Bupati Blora.

Selain sebagai tokoh spiritual, Sunan Pojok juga dikenal sebagai tokoh budaya dan penata wilayah. Dalam perjalanan dari Mataram, ia memberi nama-nama tempat berdasarkan kondisi geografis atau pengalaman perjalanan.

Misalnya, wilayah berlumpur ia beri nama Blora, dari kata belor (lumpur). Tempat membabat hutan disebut Sasak, dan lokasi berjalan perlahan dinamai Alun-alun. Di bawah pohon nangka, ia menamai tempat itu Karangnangka.

Sunan Pojok juga mendirikan Masjid Agung Baitunnur Blora. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan simbol warisan Islam di kota tersebut. Hingga kini, masjid itu masih berdiri megah di sebelah barat Alun-alun.

Sebagai tokoh yang dihormati, Sunan Pojok memiliki banyak gelar. Di antaranya: Pangeran Surabahu, Syekh Amirullah Sayyid Abdurrohman, dan Mbah Benun. Masyarakat Blora mengenangnya dengan penuh takzim.

Ia menjabat sebagai Adipati Tuban selama 42 tahun, dari tahun 1619 hingga 1661. Kepemimpinannya dikenal bijak dan berwibawa. Setelah wafat, perannya dilanjutkan oleh para putranya.

Putranya, Raden Sumodito atau Tumenggung Djojodipo, menjadi Bupati pertama Blora. Ia digantikan oleh Joyo Wirya, lalu Joyo Kusumo. Ketiganya dimakamkan di kompleks pemakaman Sunan Pojok.

Makam ini menjadi tujuan ziarah pada malam Jumat Pon dan bulan Suro. Tradisi khoul digelar secara rutin, dihadiri peziarah dari Blora dan luar daerah.

ADVERTISEMENT

Sunan Pojok tidak hanya meninggalkan warisan spiritual, tetapi juga jejak sosial dan politik. Ia menjadi simbol awal terbentuknya Blora sebagai entitas pemerintahan dan masyarakat Islam yang mandiri.


Rumah Tua, 8 Mei 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Saat Hujan Deras Kau Pergi Tinggalkan Aku

Saat Hujan Deras Kau Pergi Tinggalkan Aku

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com