Dengarkan Artikel
Oleh Ilhamdi Sulaiman
Sebagai orang tua yang telah membesarkan anaknya, sering kali beranggapan adalah anak sebagai tabungan masa depannya. Pikiran seperti ini sebenarnya sangat keliru sekali. Anak bukan lah aset/tabungan di hari tua kita. Membesarkan anak adalah sebuah kewajiban, ia adalah amanah yang dititipkan oleh pencipta alam semesta ini untuk tumbuh dan berkembang sesuai agama,adat istiadat dan kita sebagai orang tua wajib membimbingnya ke arah tersebut.
Ada sebahagian orang tua beranggapan dan berharap sang anak harus balas budi pada orang tua!”. Sering kali kita mendengar kalimat “ Balas budi “sebagai perjanjian tak tertulis. Kalaulah kalimat ini terdengar oleh sang anak, maka secara tidak sadar menanamkan beban psikologis pada anak.
Esai ini hanyalah perenungan saya bahwa , tanggung jawab, dan pengasuhan sejatinya bukanlah transaksi, melainkan bentuk kewajiban yang tulus, tanpa ada syarat dan mengasuh/membesarkan. Memberikan sesuatu yang terbaik pada anak memang hak anak yang harus kita penuhi,bukan utang atau pinjaman yang kelak harus dilunasi oleh sang anak. Jika konsep membesarkan anak dipahami sebagai investasi, maka betapa menderitanya anak-anak yang tak pernah memilih siapa orang tuanya.
Kalaupun kelak sang anak berhasil secara finansial, ia sepenuhnya berhak menentukan sikap: apakah akan membantu orang tuanya dengan ikhlas atau memilih jalannya sendiri. Itu hak mereka. Sebagai orang tua, kita hanya bisa bersyukur bila anak-anak kita tumbuh bahagia dan mampu meraih hidup yang mereka inginkan.
📚 Artikel Terkait
Esai pendek ini sejatinya saya tulis untuk diri saya sendiri, sebagai pengingat dalam peran saya sebagai orang tua. Saya tidak memaksa Anda untuk sepakat. Cukup jika Anda bersedia merenung sejenak.
Malam,6 Mai 2025 pukul 23.11 WIB. Dalam kesendirian
Ilhamdi Sulaiman
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






