Dengarkan Artikel
Oleh Dhia Salsabila
Mahasiswi akhir DIII Sanitasi,
Poltekkes Kemenkes Aceh
Kadep. kaderisasi KAMMI Aceh Besar
Penderitaan yang terus dirasakan oleh rakyat Palestina semakin berat. Setiap hari, berita kehilangan nyawa menjadi hal biasa untuk mereka. Bangunan -bangunan hancur bagai debu yang berterbangan begitu saja. Nyawa, mereka relakan untuk menjaga tanah Al-Aqsa, tanahnya umat Muslim.
Setiap jeritan dan air mata mereka adalah bukti nyata bahwa kemanusiaan sedang diuji di hadapan kita. Apakah sepatutnya kita hanya diam? Melihatnya bagai hal biasa yang terjadi? Tembakan, bom, bahkan suara dentuman keras menjadi makanan mereka sehari-hari.
Masih sanggupkah kita hanya diam?
Pura-pura tak tahu apa-apa?
Padahal media sosial sudah banyak menyuarakan.
Betapa pilunya, di saat mereka berjuang bertahan hidup, kita terkadang hanya sekadar menggulir layar tanpa benar-benar peduli.
📚 Artikel Terkait
Di mana hati nurani kita sebagai saudara muslim? Sekali lagi, di mana HATI KITA SEBAGAI SAUDARA MUSLIM?
Sanggupkah kita hanya diam?
Bahkan dengan santainya kita memakai, membeli, bahkan menggunakan barang-barang boikot, yang jelas-jelas sudah bekerja sama dengan Laknatullah.
Tidakkah hati ini tergerak melihat anak-anak kecil kehilangan keluarga, kehilangan masa depan, sementara kita masih sibuk dengan kenyamanan sendiri? Di mana kontribusi kita sebagai khalifah di bumi ini?
Jika hal sekecil boikot saja tidak bisa kita tahan? Bangkitlah kita, sadarkan diri kita!
Kita tak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan mereka yang mempertahankan tanah Al-Aqsa, takbir!
Jangan biarkan sejarah mencatat kita sebagai generasi yang hanya menonton tanpa berbuat apa-apa. Mereka di sana, jangankan berpikir untuk makan, masih diberikan keselamatan hidup saja sudah bersyukur. Setiap hari mereka bangun dengan harapan sederhana “bisa bertahan satu hari lagi”.
Lantas kita? Berada di negara yang aman dari genosida saja tak mampu untuk menahan…? Bukankah seharusnya kita malu, ketika mereka tetap tegar meski kehilangan segalanya, sementara kita masih ragu untuk berkorban sedikit saja?
Naudzubillah, jika nanti di hadapan Allah, anggota tubuh kita bersaksi bahwa kita hanya diam melihat penderitaan rakyat Palestina. Itu kah yang kita mauu?
Sekali lagi, Itukah yang kita mau?
Jangan tunggu sampai penyesalan datang, karena waktu tak akan pernah kembali.
Rakyat Palestina tidak akan menyerah, karena mereka yakin, suatu hari nanti, ada masanya, sinar indah menyinari mereka, keajaiban pasti mereka rasakan, Palestina akan jaya, dan yang gugur di perjalanan akan syahid dan syurga jaminan bagi mereka
Mereka yakin, Allah tidak pernah tidur, dan setiap tetes darah yang tumpah akan menjadi saksi di hari pembalasan. Sudahi diammu, mari kita suarakan bersama-sama.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






