POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Pendidikan

Mewujudkan Pendidikan Bermutu lewat Literasi Sosial dan Ekologis

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Mei 2, 2025
in #Pendidikan, Kualitas pendidikan, Pendidikan
0
Mewujudkan Pendidikan Bermutu lewat Literasi Sosial dan Ekologis - 2025 05 02 06 10 42 | #Pendidikan | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro
(Ketua Satupena Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah)

Hari Pendidikan Nasional 2025 hadir dengan semangat besar, mengajak seluruh semesta berpartisipasi mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua.
Di tengah arus perubahan global yang cepat, tema ini menantang kita untuk berpikir melampaui dinding kelas dan papan tulis.

Partisipasi semesta berarti mengakui bahwa pendidikan bukan hanya urusan guru dan siswa.
Ia adalah pertemuan nilai-nilai keluarga, media, lingkungan, teknologi, dan masyarakat luas dalam membentuk manusia yang utuh.

Baca Juga
  • Mewujudkan Pendidikan Bermutu lewat Literasi Sosial dan Ekologis - 2025 04 28 11 48 00 | #Pendidikan | Potret Online
    #Pendidikan
    Menguatkan Guru di Tengah Dinamika Kurikulum
    28 Apr 2025
  • f0f581d5-4df8-4f97-981e-8fd11ebf06d4
    Artikel
    Gerbang Sekolah Garis Depan Revolusi Karakter
    07 Mei 2026

Namun, pendidikan yang bermutu tak cukup hanya bicara angka partisipasi sekolah atau akreditasi institusi.
Ia harus juga menyentuh kesadaran sosial dan ekologis generasi muda, terutama Gen Z, yang akan menjadi pemegang estafet masa depan.

Literasi sosial adalah kemampuan memahami realitas masyarakat tentang keadilan, keberagaman, dan tanggung jawab antar sesama.
Sementara literasi ekologis adalah kesadaran akan keterhubungan manusia dengan alam serta sikap menjaga keberlanjutan bumi.

Baca Juga
  • Mewujudkan Pendidikan Bermutu lewat Literasi Sosial dan Ekologis - E9685F77 7E1D 475E 96D4 EF8674095FF4 | #Pendidikan | Potret Online
    Aceh
    Haikal, Peringkat 4 Alumni Darul Ulum Banda Aceh Yang Lulus AKPOL
    06 Agu 2022
  • 02
    ABK
    SLB YBSM Banda Aceh Peringati Hari Disabilitas Internasional
    05 Des 2023

Keduanya bukan tambahan pelajaran, tapi esensi pendidikan masa depan.
Dalam dunia yang diwarnai krisis sosial dan iklim, kemampuan berpikir kritis dan empati menjadi lebih penting daripada sekadar nilai ujian.

Gen Z tumbuh di tengah dua dunia, yakni satu nyata, satu digital.
Mereka hidup di antara informasi yang melimpah, tetapi sering miskin makna dan keterlibatan.

Baca Juga
  • 01
    Gender
    Bias Gender dalam Fenomena Korupsi
    08 Nov 2016
  • Mewujudkan Pendidikan Bermutu lewat Literasi Sosial dan Ekologis - 6c406b61 94fa 4052 86aa 7d516728b373 | #Pendidikan | Potret Online
    Artikel
    Kita pun Bisa Mencegah Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
    07 Okt 2024

Untuk itulah pendidikan harus hadir sebagai penyaring dan pemberi arah.
Bukan membentuk anak-anak menjadi penghafal, tapi menjadi pelaku perubahan sosial yang berwawasan ekologis.

Bayangkan ruang kelas yang mengajak murid berdialog tentang konflik sosial di sekitar mereka.
Atau diskusi terbuka soal krisis air, sampah plastik, dan perubahan iklim yang mereka rasakan langsung di kampung halaman.

Pendidikan seperti ini tidak hanya mencerdaskan logika, tapi juga membentuk kepekaan nurani.
Anak-anak tidak lagi hanya menghafal definisi “bencana alam”, tapi belajar bagaimana meresponsnya dengan solidaritas.

Dalam semangat partisipasi semesta, sekolah bisa menggandeng petani, aktivis lingkungan, tokoh adat, hingga relawan kemanusiaan.
Mereka menjadi guru kehidupan yang menanamkan hikmah dari pengalaman nyata.

Kolaborasi ini akan menjembatani kesenjangan antara teori dan realitas sosial.
Dan di sanalah pendidikan menemukan bentuknya yang paling jujur dan bermakna.

Kurikulum pun perlu dirancang adaptif, memberi ruang untuk proyek sosial, penanaman pohon, kampanye literasi digital, atau praktik wirausaha beretika.
Ini bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan sarana pembentukan karakter dan kesadaran kolektif.

Kita tidak sedang mendidik generasi pengikut, tetapi pemimpin perubahan.
Pemuda yang berani bersuara, namun juga tahu kapan mendengar dan berempati.

Pendidikan semacam ini akan memutus rantai alienasi antara siswa dan masyarakatnya.
Mereka tak lagi merasa asing terhadap persoalan desa, kota, bahkan dunia.

Lebih jauh, literasi sosial dan ekologis akan membentuk pola pikir holistik.
Bahwa setiap tindakan manusia punya dampak sosial dan lingkungan, dan bahwa solusi harus dilandasi kolaborasi.

Di sinilah letak urgensi membangun pendidikan yang berpihak pada semesta: alam, sesama, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Karena masa depan bukan hanya milik manusia, tapi juga hutan, sungai, dan udara yang hari ini sedang menjerit.

Tentu, tantangan ke depan tidak mudah.
Tapi jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama -dunia pendidikan, keluarga, pemerintah, dan sektor swasta- kita bisa menyalakan harapan itu.

Hari Pendidikan Nasional 2025 adalah momen refleksi sekaligus komitmen.
Bahwa pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang diajarkan, tapi seberapa dalam nilai itu mengubah hidup.

Maka, mari kita sambut Hardiknas dengan semangat kolaborasi dan visi jangka panjang.
Mewujudkan pendidikan bermutu bukan sekadar mimpi, tapi ikhtiar nyata yang dimulai hari ini.

Dan literasi sosial serta ekologis adalah bekal paling berharga yang bisa kita wariskan pada Gen Z.
Agar mereka tumbuh tak hanya cerdas, tapi juga arif dalam mencintai bumi dan sesamanya. (*)

Previous Post

Hari Buruh dan Keadilan Sosial: Suara yang Tak Boleh Dibungkam

Next Post

Belajar Bertetangga dari India vs Pakistan

Next Post
Mewujudkan Pendidikan Bermutu lewat Literasi Sosial dan Ekologis - 2025 05 01 23 17 07 | #Pendidikan | Potret Online

Belajar Bertetangga dari India vs Pakistan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah