POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mewujudkan Pendidikan Bermutu lewat Literasi Sosial dan Ekologis

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
May 2, 2025
Mewujudkan Pendidikan Bermutu lewat Literasi Sosial dan Ekologis
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Gunawan Trihantoro
(Ketua Satupena Blora dan Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah)

Hari Pendidikan Nasional 2025 hadir dengan semangat besar, mengajak seluruh semesta berpartisipasi mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua.
Di tengah arus perubahan global yang cepat, tema ini menantang kita untuk berpikir melampaui dinding kelas dan papan tulis.

Partisipasi semesta berarti mengakui bahwa pendidikan bukan hanya urusan guru dan siswa.
Ia adalah pertemuan nilai-nilai keluarga, media, lingkungan, teknologi, dan masyarakat luas dalam membentuk manusia yang utuh.

Namun, pendidikan yang bermutu tak cukup hanya bicara angka partisipasi sekolah atau akreditasi institusi.
Ia harus juga menyentuh kesadaran sosial dan ekologis generasi muda, terutama Gen Z, yang akan menjadi pemegang estafet masa depan.

Literasi sosial adalah kemampuan memahami realitas masyarakat tentang keadilan, keberagaman, dan tanggung jawab antar sesama.
Sementara literasi ekologis adalah kesadaran akan keterhubungan manusia dengan alam serta sikap menjaga keberlanjutan bumi.

Keduanya bukan tambahan pelajaran, tapi esensi pendidikan masa depan.
Dalam dunia yang diwarnai krisis sosial dan iklim, kemampuan berpikir kritis dan empati menjadi lebih penting daripada sekadar nilai ujian.

Gen Z tumbuh di tengah dua dunia, yakni satu nyata, satu digital.
Mereka hidup di antara informasi yang melimpah, tetapi sering miskin makna dan keterlibatan.

Untuk itulah pendidikan harus hadir sebagai penyaring dan pemberi arah.
Bukan membentuk anak-anak menjadi penghafal, tapi menjadi pelaku perubahan sosial yang berwawasan ekologis.

Bayangkan ruang kelas yang mengajak murid berdialog tentang konflik sosial di sekitar mereka.
Atau diskusi terbuka soal krisis air, sampah plastik, dan perubahan iklim yang mereka rasakan langsung di kampung halaman.

📚 Artikel Terkait

Selamatkan Pendidikan – Ulasan

Ijazah Asli Ilmu Palsu

Sistem Demokrasi, Membutuhkan Pemerintah Yang Demokratis

GTK Antusias Donorkan Darah di Cabdindik Aceh Selatan

Pendidikan seperti ini tidak hanya mencerdaskan logika, tapi juga membentuk kepekaan nurani.
Anak-anak tidak lagi hanya menghafal definisi “bencana alam”, tapi belajar bagaimana meresponsnya dengan solidaritas.

Dalam semangat partisipasi semesta, sekolah bisa menggandeng petani, aktivis lingkungan, tokoh adat, hingga relawan kemanusiaan.
Mereka menjadi guru kehidupan yang menanamkan hikmah dari pengalaman nyata.

Kolaborasi ini akan menjembatani kesenjangan antara teori dan realitas sosial.
Dan di sanalah pendidikan menemukan bentuknya yang paling jujur dan bermakna.

Kurikulum pun perlu dirancang adaptif, memberi ruang untuk proyek sosial, penanaman pohon, kampanye literasi digital, atau praktik wirausaha beretika.
Ini bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan sarana pembentukan karakter dan kesadaran kolektif.

Kita tidak sedang mendidik generasi pengikut, tetapi pemimpin perubahan.
Pemuda yang berani bersuara, namun juga tahu kapan mendengar dan berempati.

Pendidikan semacam ini akan memutus rantai alienasi antara siswa dan masyarakatnya.
Mereka tak lagi merasa asing terhadap persoalan desa, kota, bahkan dunia.

Lebih jauh, literasi sosial dan ekologis akan membentuk pola pikir holistik.
Bahwa setiap tindakan manusia punya dampak sosial dan lingkungan, dan bahwa solusi harus dilandasi kolaborasi.

Di sinilah letak urgensi membangun pendidikan yang berpihak pada semesta: alam, sesama, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Karena masa depan bukan hanya milik manusia, tapi juga hutan, sungai, dan udara yang hari ini sedang menjerit.

Tentu, tantangan ke depan tidak mudah.
Tapi jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama -dunia pendidikan, keluarga, pemerintah, dan sektor swasta- kita bisa menyalakan harapan itu.

Hari Pendidikan Nasional 2025 adalah momen refleksi sekaligus komitmen.
Bahwa pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang diajarkan, tapi seberapa dalam nilai itu mengubah hidup.

Maka, mari kita sambut Hardiknas dengan semangat kolaborasi dan visi jangka panjang.
Mewujudkan pendidikan bermutu bukan sekadar mimpi, tapi ikhtiar nyata yang dimulai hari ini.

Dan literasi sosial serta ekologis adalah bekal paling berharga yang bisa kita wariskan pada Gen Z.
Agar mereka tumbuh tak hanya cerdas, tapi juga arif dalam mencintai bumi dan sesamanya. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Belajar Bertetangga dari India vs Pakistan

Belajar Bertetangga dari India vs Pakistan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00