POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal Lucy Guo, Wanita Miliander Bermodalkan Otak

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 25, 2025
Mengenal Lucy Guo, Wanita Miliander Bermodalkan Otak
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Tinggalkan sebentar debat ijazah Jokowi, asli apa palsu. Sekarang saya nak cerita, Lucy Guo, bukan Lisa yang nuntut test DNA, ya. Ini Lucy, bukan temannya si Budi. Wanita miliander yang membuat bujangan di sini kopong dengkulnya mau ngelamar. Kebetulan masih suasana Hari Kartini, bicara makhluk terkuat di bumi yang cukup bilang, “Pulang!” udah pada ngeper, cukup pas untuk didalami. Kopi liberika sudah siap untuk menghangatkan otak biar tambah encer.

Di suatu pagi cerah di Fremont, California, lahirlah seorang anak perempuan bernama Lucy Guo, 14 Oktober 1994. Lucy dibesarkan oleh orang tua imigran Tionghoa yang bekerja sebagai insinyur listrik. Mereka bukan miliarder. Bukan influencer. Tapi mereka menciptakan listrik, hal mendasar yang bikin kamu bisa charge HP sambil rebahan. Dan Lucy? Sejak bayi dia bukan belajar jalan, tapi belajar debugging.

Ketika teman-teman sebayanya masih berusaha mengeja kata ball, Lucy sudah menjinakkan barisan kode dan mengajarkan komputer untuk tidak nge-lag. Lalu dia kuliah di Carnegie Mellon University, jurusan ilmu komputer dan interaksi manusia-komputer. Bahasa manusianya, “bagaimana membuat robot jadi lebih manusiawi, sementara manusia makin robotik karena Instagram.”

Tapi di tengah kuliah, saat kebanyakan mahasiswa sibuk bikin mie instan jam 3 pagi sambil galau, Lucy justru keluar. Drop out. Seolah berkata pada dunia, “Aku tidak butuh ijazah untuk jadi dewa.” Kenapa? Karena dia dapat Thiel Fellowship. Isinya, duit 100 ribu dolar dan izin resmi untuk melawan sistem pendidikan konvensional sambil ketawa kecil. Itu seperti dapat cheat code di kehidupan nyata.

Lucy lalu magang di Facebook. Bukan buat scroll timeline mantan, tapi buat belajar dari dalam bagaimana caranya menguasai dunia. Lalu ia loncat ke Snapchat, dan Boom! jadi desainer perempuan pertama di sana. Bukan hanya hadir sebagai pemanis diversity, tapi benar-benar bikin fitur Snap Maps. Iya, fitur yang bikin kamu tahu si gebetan lagi nongkrong di mana tanpa perlu nanya dulu.

📚 Artikel Terkait

Menumbuhkan dan Mengembangkan Sikap Berterima Kasih Pada Anak

Penghargaan PIN  Sikap Siswa SDIT An Nur, Pidie Jaya

Damai yang Disalahpahami: Elite Aceh, Otonomi Khusus, dan Krisis Ekologi yang Menguji Masa Depan Aceh

Danantara Problema Moneter Nasional

Setelah itu, ia singgah ke Quora, tempat orang bertanya, “Bagaimana caranya jadi sukses?” Lucy tak menjawab. Dia langsung demo dengan bikin Scale AI bareng Alexandr Wang pada 2016. Scale AI bukan perusahaan biasa. Ini adalah pabrik pelatihan otak buat robot. Lucy membuat sistem pelabelan data yang ngajarin AI cara berpikir. Dia bukan ngoding lagi. Dia menciptakan pemikiran. AI-nya AI. “Sampai di sini, paham ndak ente, wak?” Kalau belum paham, tambah kopinya.

Lanjut ya. Hasilnya? Pada 2025, Lucy Guo resmi jadi miliarder dengan kekayaan $1,25 miliar. Artinya, dia lebih kaya dari Taylor Swift ($1,1 miliar), Kylie Jenner ($1,2 miliar), dan hampir menyentuh Rihanna ($1,4 miliar). Bedanya? Lucy gak pernah nyanyi, gak pernah rilis lipstik, dan gak pernah pacaran sama Travis Scott. Dia cuma pakai otak, kopi, dan koneksi Wi-Fi. Otaknya benar-benar dipakai, wak.

Tapi tunggu. Dia tidak berhenti sebagai “Ratu Data” yang nyantai di singgasana miliaran dolar. Dia menciptakan Passes, platform untuk kreator dan donasi amal. Dia nyalain mode filantropi versi premium, bantu korban kebakaran, dukung gerakan sosial, dan bikin dunia sedikit lebih waras lewat teknologi.

Lucy Guo bukan sekadar inspirasi. Dia adalah peringatan keras bagi generasi rebahan. Bahwa dunia tidak menunggu siapa-siapa. Bahwa kamu bisa kalah dari seorang wanita yang keluar kuliah, coding dari subuh, dan bangun kerajaan digital sebelum umurmu cukup buat sewa mobil sendiri di Amerika.

Mau jadi seperti dia? Gampang. Cuma perlu otak jenius, keberanian nekat, etos kerja robot, dan sedikit trauma masa kecil tentang sistem pendidikan. Lucy Guo telah membuktikan bahwa ente bisa mengalahkan bintang pop, ratu kosmetik, dan sistem dunia, cukup dengan ide brilian, satu laptop, dan semangat yang lebih keras dari deadline skripsi. Sisanya? Hanya sejarah yang akan mencatat… dalam format JSON. Anak programmer pasti paham ini.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Yuk, Kenali Hukum Taklifi dalam Islam!

BENGKEL OPINI RAKyat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00