Dengarkan Artikel
Oleh Muslimin Lamongan
Sastrawan ternama, Andrea Hirata, berucap kalimat sederhana, namun bermakna: Saya menulis karena saya membaca, dan saya membaca karena mencintai hidup. Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang saling menunjang. Berkelindan tak terpisahkan. Agar bisa menulis dengan baik, butuh banyak membaca. Namun, bagi Andrea Hirata, membaca bukan sekadar agar tulisan menjadi lebih baik. Ada muatan yang lebih luas dan penting: mencintai hidup!
Artinya, hidup sekali di dunia ini dimaknai dengan cinta, diisi dengan cinta, dan dijalani dengan penuh cinta. Alangkah indahnya, meski alam fana, hidup di dunia menjadi berarti. Hidup di dunia menjadi penentu masa depan. Bekal perjalanan panjang yang tak berkesudahan.
Lalu apa kaitannya dengan membaca? Rasulullah Muhammad sendiri diperintah Allah untuk membaca, hal pertama waktu dibaiat menjadi utusan akhir zaman. Itulah dalam risalah Islam ada kewajiban membaca: teks dan konteks. Yang tertulis dan tidak tertulis. Berupa lembaran-lembaran kitab, buku, dan media cetak. Berupa hamparan alam semesta yang menakjubkan dan menggugah nalar. Maka kegiatan membaca adalah landasan utama untuk mencintai hidup.
Keterbacaan teks dan konteks akan menambah wawasan pengetahuan. Keluasan pandangan dan pola pikir yang tertata akan menjadikan hidup sebagai hal yang menyenangkan. Nyaman dalam menghadapi berbagai teror kehidupan. Tidak jumawa ketika mendapatkan kesenangan.
📚 Artikel Terkait
Bacaan yang luas memungkinkan kestabilan rasa, tanpa penyesalan. Tidak merasa menjadi melulu korban yang dicampakkan. Tetapi juga tidak merasa menjadi makhluk yang dianakemaskan.
Namun yang perlu diingat, membaca bukan sebagai citra eksklusif intelektualitas. Membaca bukan sebagai penampakan kuasa ilmu. Untuk kebanggaan, status kepintaran di atas orang lain. Membaca adalah pencerahan. Membaca sebagai bentuk ketundukan.
Semakin banyak membaca, semakin merasa kebodohan menimbun dalam diri. Akhirnya mewujud dalam rendah hati. Seperti padi, semakin berisi, semakin merunduk tunduk. Membaca adalah pintu menuju ilmu. Ilmu adalah cahaya. Menerangi bukan menyilau. Memanfaati bukan mengelabui. Suka berbagi tidak menyaman kepentingan ego pribadi.
Lamongan, 12 April 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






