POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Gaya Berdagang China dan Amerika Serikat (1)

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 12, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Perang dagang Amerika Serikat vs China makin parah. Jurus perang tarif keduanya udah mirip perang si Kulup Kecil vs Kulup Besar. Sambil seruput kopi di Asiang Ayani 2 Kuburaya, yok kita kupas gaya berdagang dua raksasa ekonomi global itu.

Kita mulai dengan sebuah fakta hiperrealistik, wak! Jika seekor bayi di Tiongkok lahir, sebelum ia belajar merangkak, ia sudah bisa membedakan mana untung kotor dan untung bersih. Sedangkan bayi di Amerika? Mereka lahir sambil pegang joystick drone dan langsung diberi buku berjudul “101 Cara Campur Tangan Secara Elegan di Negara Orang Lain.”

Di China, berdagang bukan hanya budaya, tapi sudah level DNA. Coba tes darah orang Tiongkok, kemungkinan besar hasil lab-nya bilang, “Positif berdagang sejak dalam kandungan.” Anak-anak kecil di sana, baru bisa bilang “mama”, langsung melanjut dengan “berapa modalnya?”. Mainan mereka bukan boneka, tapi kalkulator dan mesin kasir. Kalau main masak-masakan, ujungnya buka resto betulan.

Lihat saja kota Yiwu, tempat yang dikenal sebagai “Pasar Grosir Terbesar di Galaksi Bima Sakti” Di sana, ada lebih dari 75.000 toko yang menjual segalanya, dari kancing baju sampai miniatur UFO, dan ekspornya mencapai lebih dari 200 negara. Bahkan alien dari Planet Pluto pun kalau mau buka toko souvenir, mungkin belanjanya di Yiwu.

Sementara di Amerika, sebaliknya. Punya cara dagang yang unik, yaitu, dagang pakai intimidasi. Bukan “mau beli?”, tapi “Kalau gak beli, loe tau kan kapal induk gue udah standby?” Mereka menjadikan ekspor McDonald’s dan Coca-Cola sebagai senjata lunak, lalu kalau nggak mempan, tinggal kirim senjata keras.

Mereka tak sabar. Kalau China berdagang seperti air yang menetes, pelan tapi pasti bikin lubang di batu, Amerika adalah bor listrik yang langsung ngebolongin tembok. Penuh gaya. Berisik. Kadang bikin rumah orang roboh sekalian.

📚 Artikel Terkait

Marwah Republik atau Keselamatan Rakyat?Ketika Pemda Aceh Membuka Pintu Dunia di Saat Negara Menutupnya

Air yang Mengambil Jalan

KEKERASAN KIAN MENINGKAT, P2TP2A PERKUAT SINERGISTAS LAYANAN

MENGULIK SEBUAH COVER BUKU

Contohnya? Irak. Awalnya cuma mau dagang minyak. Eh, dikira punya senjata pemusnah massal (yang tak pernah ditemukan), langsung diserbu. Setelah hancur, baru datang “rebuild economy” sambil bawa Starbucks dan franchise Hollywood.

Sebagai perbandingan, China itu kayak pedagang kaki lima yang sabar. Ditegur satpol PP? Senyum. Digusur? Buka lapak baru di sebelah. Lama-lama, semua pelanggan pindah ke dia karena harganya bersaing dan dia ingat nama anak-anak pelanggan.

Amerika itu kayak bos toko besar yang kalau sepi pembeli, malah ngamuk. “Kenapa loe gak beli?!” sambil nyari alasan buat nuduh pesaingnya doping.

Kalau dunia ini adalah pasar malam, China adalah pedagang cilok yang bisa jual 1.000 tusuk dalam sehari karena sabar dan senyum. Sedangkan Amerika adalah yang punya panggung karaoke dan maksa semua orang nyanyi lagu ciptaannya. Kalau kamu nolak, mic-nya dicabut, panggungnya dibom, terus kamu dituduh nggak punya selera musik.

Kalau nanti makhluk Mars datang ke bumi, ada dua kemungkinan:

Pertama, mereka beli TikTok dari China.

Kedua, mereka dibebaskan dari tirani Mars oleh Amerika, lalu diberi McDonald’s sebagai simbol kemerdekaan.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Evakuasi atau Eksodus Gaza? Prabowo di antara Modus Ekonomi dan Jebakan Geopolitik

Evakuasi atau Eksodus Gaza? Prabowo di antara Modus Ekonomi dan Jebakan Geopolitik

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00