POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Cara Prabowo Melawan Tarif Donald Trump

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
April 10, 2025
Tags: Donald TrumpEkonomiPolitik
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Sebelumnya saya telah bahas cara China, Vietnam, Kanada, dan Meksiko melawan tarif Donald Trump. Kali ini giliran presiden kita, Prabowo ikut melawan. Seperti apa caranya? Sambil seruput kopi long black, yok kita kepoin strategi negeri ini melawan negara raksasa, Paman Sam.

Setelah bertapa cukup lama dalam diam diplomatik, Presiden Prabowo Subianto akhirnya muncul dari balik kabut kekuasaan, tak lain demi satu hal, melawan tarif 32% dari Donald Trump. Ya, Trump, sosok yang seperti boomerang ekonomi, dilempar dari Gedung Putih, tapi kembali dalam bentuk kebijakan dagang yang bikin pusing 60 negara. Termasuk kita.

Tarif ini bukan sembarang tarif. Ia datang seperti utang tetangga, tiba-tiba, besar, dan bikin kepala cenat-cenut. Ekspor Indonesia, dari tekstil sampai furnitur, mendadak seperti korban tilang ekonomi. Kena tarif, disuruh minggir, lalu disuruh bayar denda pakai nasib buruh.

Tapi Prabowo tak tinggal diam. Ia tidak memilih jalur meditasi, melainkan langsung mengirim Airlangga Hartarto ke Washington. Ya, seperti Gadjah Mada dikirim nyari Majapahit versi ekspor. Misinya, negosiasi atau pulang dengan tangan penuh oleh-oleh kebijakan.

Sementara itu, Prabowo merombak kebijakan dalam negeri seperti tukang bangunan yang baru baca buku Feng Shui. Ia buka kuota impor barang penting, dari bahan pokok sampai mimpi buruk industri lokal. Logikanya, kalau tak bisa ekspor, ya biar rakyat dapat barang murah dari luar. Soal industri dalam negeri tenggelam? Ya kita lihat saja siapa yang bisa berenang.

Tak berhenti di situ, Prabowo pun melirik Afrika. “Pasar baru!” katanya. “Negeri harapan!” serunya. Ia mengapresiasi pengusaha-pengusaha kita yang mulai masuk ke benua itu. Katanya, Indonesia tak boleh bergantung pada satu pasar. “Kita harus berdiri di atas kaki sendiri!” teriaknya, dan sebagian rakyat membayangkan Indonesia jadi colossus ekonomi berdiri tegak di Samudra Hindia, memegang daging rendang di satu tangan, dan strategi dagang di tangan lainnya.

Tentu saja para ekonom langsung muncul dari balik seminar. “Ini langkah berani, tapi risiko tinggi,” kata satu ekonom yang tidak pernah senyum.

📚 Artikel Terkait

Bahaya Perundungan  Bagi Para Siswa di Sekolah

Dunia Memang Tak Ramah pada Orang Susah

Tausiah Ustad Handoko dan Eggi Sujana Menyambut Ramadhan Bersama Aspirasi Emak-emak

Untaian Puisi Hajriah RE

“Diversifikasi pasar butuh biaya besar,” ujar yang lain sambil menunjukkan grafik inflasi pakai laser pointer.

“Hati-hati, impor besar-besaran bisa matikan UMKM!” teriak dosen ekonomi sambil menyeruput kopi sachet rasa nasionalisme.

Belum cukup drama? Tenang. Politik pun ikut berguncang. Di tengah gegap gempita Lebaran, Prabowo bertemu Megawati Soekarnoputri. Empat mata. Tak ada rundown. Tak ada MC. Hanya dua tokoh yang pernah berseteru, kini duduk bersama, mungkin bahas ekonomi, mungkin nostalgia, atau mungkin hanya sekadar makan nasi goreng.

Publik gempar. Pengamat politik berspekulasi keras, “Apakah ini rekonsiliasi? Koalisi besar?” Yang lain bertanya, “Apakah ini akan membuat harga minyak goreng turun?”

Tidak ada yang tahu. Tapi semua menebak.

Intinya, kebijakan Prabowo adalah ritual eksorsisme terhadap setan tarif global. Trump adalah ancaman. Afrika adalah tanah harapan. Airlangga adalah duta besar yang dikirim ke neraka kebijakan dagang.

Apakah ini akan berhasil? Siapa tahu. Tapi yang jelas, Indonesia kini berdiri di atas panggung ekonomi dunia dengan kepala tegak, dompet separuh isi, dan kuota impor yang terbuka lebar.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: Donald TrumpEkonomiPolitik
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Melatih Cara Pandang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00