• Latest
Cara Prabowo Melawan Tarif Donald Trump - 1000491416_11zon | Politik | Potret Online

Cara Prabowo Melawan Tarif Donald Trump

April 10, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Cara Prabowo Melawan Tarif Donald Trump

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
April 10, 2025
in Politik
Reading Time: 3 mins read
0
Cara Prabowo Melawan Tarif Donald Trump - 1000491416_11zon | Politik | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Sebelumnya saya telah bahas cara China, Vietnam, Kanada, dan Meksiko melawan tarif Donald Trump. Kali ini giliran presiden kita, Prabowo ikut melawan. Seperti apa caranya? Sambil seruput kopi long black, yok kita kepoin strategi negeri ini melawan negara raksasa, Paman Sam.

Setelah bertapa cukup lama dalam diam diplomatik, Presiden Prabowo Subianto akhirnya muncul dari balik kabut kekuasaan, tak lain demi satu hal, melawan tarif 32% dari Donald Trump. Ya, Trump, sosok yang seperti boomerang ekonomi, dilempar dari Gedung Putih, tapi kembali dalam bentuk kebijakan dagang yang bikin pusing 60 negara. Termasuk kita.

Tarif ini bukan sembarang tarif. Ia datang seperti utang tetangga, tiba-tiba, besar, dan bikin kepala cenat-cenut. Ekspor Indonesia, dari tekstil sampai furnitur, mendadak seperti korban tilang ekonomi. Kena tarif, disuruh minggir, lalu disuruh bayar denda pakai nasib buruh.

Tapi Prabowo tak tinggal diam. Ia tidak memilih jalur meditasi, melainkan langsung mengirim Airlangga Hartarto ke Washington. Ya, seperti Gadjah Mada dikirim nyari Majapahit versi ekspor. Misinya, negosiasi atau pulang dengan tangan penuh oleh-oleh kebijakan.

Sementara itu, Prabowo merombak kebijakan dalam negeri seperti tukang bangunan yang baru baca buku Feng Shui. Ia buka kuota impor barang penting, dari bahan pokok sampai mimpi buruk industri lokal. Logikanya, kalau tak bisa ekspor, ya biar rakyat dapat barang murah dari luar. Soal industri dalam negeri tenggelam? Ya kita lihat saja siapa yang bisa berenang.

Tak berhenti di situ, Prabowo pun melirik Afrika. “Pasar baru!” katanya. “Negeri harapan!” serunya. Ia mengapresiasi pengusaha-pengusaha kita yang mulai masuk ke benua itu. Katanya, Indonesia tak boleh bergantung pada satu pasar. “Kita harus berdiri di atas kaki sendiri!” teriaknya, dan sebagian rakyat membayangkan Indonesia jadi colossus ekonomi berdiri tegak di Samudra Hindia, memegang daging rendang di satu tangan, dan strategi dagang di tangan lainnya.

Tentu saja para ekonom langsung muncul dari balik seminar. “Ini langkah berani, tapi risiko tinggi,” kata satu ekonom yang tidak pernah senyum.

“Diversifikasi pasar butuh biaya besar,” ujar yang lain sambil menunjukkan grafik inflasi pakai laser pointer.

“Hati-hati, impor besar-besaran bisa matikan UMKM!” teriak dosen ekonomi sambil menyeruput kopi sachet rasa nasionalisme.

Belum cukup drama? Tenang. Politik pun ikut berguncang. Di tengah gegap gempita Lebaran, Prabowo bertemu Megawati Soekarnoputri. Empat mata. Tak ada rundown. Tak ada MC. Hanya dua tokoh yang pernah berseteru, kini duduk bersama, mungkin bahas ekonomi, mungkin nostalgia, atau mungkin hanya sekadar makan nasi goreng.

Publik gempar. Pengamat politik berspekulasi keras, “Apakah ini rekonsiliasi? Koalisi besar?” Yang lain bertanya, “Apakah ini akan membuat harga minyak goreng turun?”

Tidak ada yang tahu. Tapi semua menebak.

Intinya, kebijakan Prabowo adalah ritual eksorsisme terhadap setan tarif global. Trump adalah ancaman. Afrika adalah tanah harapan. Airlangga adalah duta besar yang dikirim ke neraka kebijakan dagang.

Apakah ini akan berhasil? Siapa tahu. Tapi yang jelas, Indonesia kini berdiri di atas panggung ekonomi dunia dengan kepala tegak, dompet separuh isi, dan kuota impor yang terbuka lebar.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Tags: Donald TrumpEkonomiPolitik
Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Cara Prabowo Melawan Tarif Donald Trump - 1000491390_11zon | Politik | Potret Online

Melatih Cara Pandang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com