Dengarkan Artikel
Oleh Satria Dharma
Ini adalah kisah nyata tentang pegolf legendaris Arnold Palmer, salah satu pegolf terhebat yang pernah ada di dunia, dengan Raja Arab Saudi.
Suatu hari, Arnold Palmer diundang oleh Raja Arab Saudi ke acara pembukaan lapangan golf baru di tengah gurun Saudi. Acaranya sangat meriah karena Raja mengundang pegolf papan atas dari seluruh dunia—sekitar seratus orang, termasuk Palmer.
Setelah upacara pembukaan, para pegolf menikmati permainan di lapangan baru dan kemudian duduk untuk makan malam mewah bersama Raja.
Saat jamuan makan berlangsung, raja berjalan mengelilingi ruangan, menyapa setiap tamu terhormatnya. Ketika raja sampai di Arnold Palmer, ia bertanya, “Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda?”
Palmer, yang terkejut, kemudian menceritakan bagaimana perasaannya saat itu.
📚 Artikel Terkait
Ia tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu, terutama dari seorang raja. Setelah beberapa saat panik, karena tidak ingin terlihat kasar atau tidak tahu terima kasih, ia segera menjawab, “Bagaimana kalau ‘club’?” Raja tersenyum dan berkata, “Tidak masalah.” Palmer kembali ke Amerika.
Selama berminggu-minggu ia menunggu tanpa ada tanda-tanda hadiah yang dijanjikan, ia mulai ragu.
“Dia adalah Raja Arab Saudi,” pikir Palmer. “Dia mungkin terlalu sibuk untuk mengingatku. Dia mungkin menyebutkannya saat makan malam dan setelah itu melupakannya.”
Namun, beberapa minggu kemudian, Palmer menemukan sebuah amplop besar di kotak suratnya. Amplop itu bertuliskan “Rahasia” dengan huruf merah besar dan berisi alamat pengirim Raja Arab Saudi. Dengan gembira, dia bergegas masuk ke rumahnya dan membukanya. Yang mengejutkannya, di dalamnya bukan hanya sebuah hadiah kecil atau tongkat golf (golf club) sederhana seperti yang dibayangkannya—sebaliknya, hadiahnya adalah sertifikat kepemilikan lapangan golf seluas 500 hektar! Rupanya Raja Arab Saudi menerjemahkan permintaan Palmer ‘club’ sebagai lapangan golf.
Seperti yang kita ketahui, dalam golf, kata “club” dapat berarti tongkat yang digunakan untuk bermain golf atau tanah tempat bermain golf. Ketika Palmer meminta “club” kepada raja, yang dia maksud adalah tongkat golf, tetapi raja, yang berpikir seperti raja, menafsirkannya sebagai lapangan golf yang megah—lapangan golf seluas 500 hektar.
Kisah ini mengajarkan kita sesuatu yang mendalam: pikiran kita berbeda dengan pikiran seorang raja yang memiliki begitu banyak kekayan dan kekuasaan. Kisah nyata tentang pemberian Raja Arab Saudi kepada Arnold Palmer menggambarkan dengan indah perbedaan antara cara kita berpikir dan cara berpikir seorang raja.
Jika seorang raja duniawi dapat mengartikan “tongkat golf” sebagai lapangan golf seluas 500 hektar, bayangkan betapa lebih banyak lagi yang dapat diberikan oleh Raja segala Raja, Tuhan YME, ketika kita meminta! Kita mungkin meminta sesuatu yang kecil, tetapi Tuhan, dalam kapasitas-Nya yang tak terbatas, dapat menyediakan lebih dari sekadar impian terliar kita.
Jadi, ketika Anda meminta, jangan batasi diri Anda. Mumpung ini sedang Ramadhan. Berdoalah. Mintalah apa yang Anda inginkan pada Rajanya semua Raja, Tuhan YME.
Biarkan Raja segala Raja memberi Anda apa yang menurut-Nya terbaik, bukan hanya apa yang Anda pikir Anda butuhkan. 🙏
Surabaya, 23 Maret 2025
Satria Dharma
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






