POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Tanpamu

Reza FahleviOleh Reza Fahlevi
March 18, 2025
Tags: LiterasiPuisiSastra

Ilustrasi

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Reza Fahlevi

Setelah kau pergi jauh
Semua yang tertinggal hanyalah kenangan
Dan aku terpuruk
Aku terbenam
Karena kenangan bersamamu menghadirkan sejuta senyuman
Senyuman yang ingin kulupakan
Tapi tak kunjung bisa

Ya…
Aku terbenam
Layaknya langit biru yang menghitam di kala malam tak berbintang
Terasa sunyi
Terasa begitu sepi kehidupan ini
Hingga membuatku hancur dari dalam
Bahkan kepingan kehancurannya benar-benar menjadi abu

Nadi berdetak tak karuan
Karena aku berpikir seharusnya kau menjadi wanita yang terus hidup berdampingan denganku
Dan…
Kenyataan yang kuhadapi
Adalah sesuatu yang sangat mustahil dapat kulewati

Karena seharusnya
Ungkapan cinta ini pernah sampai padamu
Tapi malah tersangkut abadi di relung sukmaku
Aku pun hidup dalam penyesalan panjang
Sampai-sampai dunia ini terlihat sama sekali tidak bermasa depan

Aku mencoba segala cara untuk terpisah dari radar kenanganmu
Tidak mudah
Aku… memaksa diri menutup semua halaman diary tentangmu
Selalu saja gagal
Aku hancur
Aku mati
Meski masih bernapas

Tapi
Ada sesuatu yang berbisik
Bisikan itu seolah-olah berkata agar aku bertahan dalam situasi sekarat
Dan, bisikan itu… entah kenapa aku terus mendengarnya
Aku terus bertahan hidup meski terluka
Aku terombang ambing di tengah keramaian
Aku terus mencoba hidup meskipun telah mati

Tanpamu… rasanya duniaku telah berakhir
Tanpamu… rasanya aku sudah tak bisa hidup lagi
Sampai pada akhirnya aku mulai terbiasa dengan semua luka cinta ini
Kutulis sebuah puisi sebagai jejak
Jejak di mana diriku mencoba melepas semua kenangan masa lalu
Kenangan tentangmu

Lalu… kucoba bergumam pada diri sendiri
Tanpamu, aku memang mati
Tapi tanpamu juga aku kembali hidup

Aku mencoba berbisik pada batin yang hancur ini
Tanpamu, aku memang terbenam jauh ke dasar bumi
Tapi tanpamu juga aku kembali bangkit dari dalam kubur

📚 Artikel Terkait

Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

ANAK SEBAGAI KORBAN PEDOFIL

Membangun Bangsa dan Negara Indonesia Dengan Etika, Moral dan Akhlak Mulia

Membaca Sebagai Lifestyle

Aku mencoba menerka-nerka
Tanpamu, aku menjadi lelaki paling tersiksa di dunia
Tapi, tanpa kehadiranmu juga aku masih merasa bagaikan seorang pria sejati
Yang sudah berdamai dengan segala luka

Entah apa ini
Aku seperti sudah mulai terbiasa dengan semua luka cinta yang terpendam ini
Aku tidak lagi sedih setiap saat melihat wajahmu di seberang sana
Dan aku juga tidak lagi peduli setiap saat melihatmu mesra bersamanya
Di depan mataku

Entah aku yang sudah pulih
Atau hatiku yang sudah hilang rasa
Kini, aku menatapmu sebagai wanita biasa
Yang mana kau dan aku tak pernah memiliki kenangan bersama

Baru kusadari
Tangisanku dulu saat melihat cincin melingkar di jari manismu
Kini benar-benar berubah menjadi wujud kebahagiaan untukku

Karna…
Aku ingin mengakhiri kisah kita dalam cerita yang penuh dengan senyuman
Kini kurasa akhir dari kisah kita benar-benar menjadi sebuah senyuman manis

Sepertinya
Tanpamu… kehidupanku masih tertata baik
Walaupun sempat terseok-seok
dan tersesat di sebuah dunia imajinasi yang menjebakku dalam mimpi terburuk

Ternyata
Tanpamu
Aku masih laki-laki yang tetap butuh cinta
Aku tidak mati rasa meski ada fobia yang menghantui cita-cita

Engkau yang sudah bahagia
Dan aku yang sudah kembali menemukan asa
Kita berdua… tak perlu merekayasa kenyataan untuk menghibur sisi kegelapan
Aku… tak perlu berandai-andai lagi untuk memaksa takdir berubah
Sebab kini, aku telah menyadari sebuah rahasia suci

Ujung kisah kita memang diawali dengan tangisan pilu di sisiku
Juga senyuman palsu yang kau tunjukkan khusus untukku
Akan tetapi, kau dan aku sudah berakhir
Maka, sudah saatnya menutup lembar kenangan kita di dalam sebuah buku harian

Buku kenangan ini
Biarkan saja berdebu dan terlupakan
Pada akhirnya
Pertemuan kita di hari-hari lain
Bukan untuk saling mencintai
Bukan juga untuk mengenang ingatan yang dulu pernah menjadi sesuatu yang sangat berkesan
Kini, kita saling bertemu sebagai dua orang asing
Kita adalah pelupa yang sudah tak perlu menyembunyikan keaslian

Aku tanpamu
Dan kau tanpaku
Kita masih baik-baik saja
Dengan cara masing-masing

Dan tanpamu di sisiku
Kini kusadari
Ternyata aku masih bisa merangkai puisi
Aku pun juga masih menulis novel

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: LiterasiPuisiSastra
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

HABA Si PATok

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00