POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ramadan Untuk Leuser

RedaksiOleh Redaksi
March 9, 2025
Ramadan Untuk Leuser
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Teuku Masrizar

Jam telah menunjukkan pukul 11.00 wib, pada Sabtu 8 Ramadhan 1446 H. Saya masih di jalan Kyai Ahmad Dahlan pusat kota Banda Aceh, menunggu pemilik toko mempacking pesanan bakal jelbab istri untuk dijual di rumah jahit Rana Collection miliknya di Tapaktuan.  Saya sudah kurang sabar menunggu packingan barang yang begitu lama, tapi ada khawatir istri marah besar ketika sampai di rumah nanti tidak membawa pulang pesanannya, tidak dibawa pulang. Bisa pecah perang dunia ke III.  Akhirnya ditunggu sampai kelar walau memakan waktu lama. 

Sementara dua teman masih menunggu di hotel tempat kami menginap. Akibatnya  tertunda jadwal kepulangan dari rencana pukul 0 8 pagi jadi pukul 12.00 WIB.

Keempat kami telah sepakat mengenakan kaos warna-warni, kelihatan sedikit  norak tampilannya,  tapi di balik kombinasi warna-warni  terkandung sarat makna di dalamnya. Pesan keberagaman mungkin dapat tergambar dari ragam kombinasi  warna di kaos. 

Bisa jadi hal ini menggambarkan ragam  relasi sosial budaya dalam masyarakat. Namun yang paling menarik ada tulisan “LEUSER” di bagian kiri bawah kaos, seakan inilah pesan penting  yang disampaikan lewat kaos yang kami kenakan hari ini. 

Gunung Leuser merupakan gunung  tertinggi di provinsi Aceh, ditabalkan jadi Kawasan Konservasi dengan nama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).  Taman Nsional Gunung Leuser merupakan salah satu dari lima Taman Nasional tertua di Indonesia. 

📚 Artikel Terkait

DALAM BANTAL TANPA KAPAS

Berakhirnya Demokrasi Lima Kotak Suara

UTANG PRIBADI, LEMBAGA, ATAU NEGARA?

Meraih Rahmat Allah SWT di Bulan Ramadan

Sekilas dapat dilihat dalam  sejarah asal muasal Taman Nasional ini merupakan kesepakatan sesepuh masyarakat dan tokoh-tokoh adat  beberapa wilayah Aceh untuk menggabungkan  kawasan konservasi yang ada membentuk Taman Nasional.

Leuser sebagai sebuah kawasan yang menyimpan potensi keragaman hayati yang tinggi, baik flora maupun fauna. Pun demikian beragam  kandungan bawah tanah yang sangat kaya dan tak akan habis diproduksi 1000 tahun, katanya. 

Leuser dipandang memiliki peran strategis dan penting bagi keberlangsungan kehidupan.  Bagi seorang ilmuan  dan peneliti dapat berfungsi sebagai wahana untuk menggali dan meneliti prilaku satwa, inventarisasi jenis tumbuhan langka dan dilindungi. Singkatnya Leuser menjadi laboratorium alam bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Berbeda fungsinya menurut pemburu. Pemburu melihat kawasan Leuser sebagai ladang buruan yang menjanjikan. Bila tak ada gading, maka ada target buruan lainnya, seperti harimau sumatera dan badak serta satwa lain. Yang pasti Leuser ladangnya bagi pemburu.

Lain lagi  fungsi Leuser bagi penebang dan penguasaan lahan. Leuser menjadi tempat banyaknya tumbuh kayu besar, kualitas  bagus dan bernilai ekonomi tinggi. Setelah kayunya tumbang dan diolah jadi sortimen-sortimen dengan ukuran tertentu, maka lahan tersebut dijadikan (konversi) menjadi kebun sawit. Beginilah persfektif Leuser dilihat dari kepentingan. 

Kaos yang kami kenakan hari ini juga menyita perhatian beberapa orang saat kami singgah shalat ashar di masjid agung Meulaboh. Seakan tulisan LEUSER dengan kombinasi beragam warna mengisyatkan bahwa Leuser perlu perhatian dan kepedulian banyak pihak dalam menjaga kelestariannya. Sebaliknya Leuser juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung atau tidak langsung bagi masyarakat di dalam dan sekitarnya.

Hari ini Leuser tidak hanya dikenal secara lokal dan nasional, tetapi juga dikenal dunia. Masyarakat global berkepentingan dengan penyelamatan dan pelestarian ekosistem Leuser. Kini Leuser telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia (World heritage).

Ramadhan kali ini begitu penting bagi kita dan Leuser. Ancaman kerusakan Leuser dan ekosistemnya semakin menganga, seakan tak terkendali dan terus terjadi.  Sehingga dampak buruk langsung dirasakan masyarakat sekitar. Tatkala perburuan, penebangan demi penebangan  dan konversi menjadi kebun terus berlangsung, maka satwa-satwa turun ke pemukiman warga. Demikian juga intensitas banjir dan longsor semakin sering terjadi akibat kerusakan ini. Maka  Ramadhan tahun ini menjadi “Puasa”  tarhadap pengrusakan dan penghancuran ekosistem Leuser. 

Ramadhan kali ini juga bersamaan dengan bertambah dewasa Leuser  dalam eksistensinya  sebagai sebagai kawasan konservasi   Selamat Ulang tahun Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ke 45. Terus berbenah dan terjaga kelestariannya dan tetap bertahan sebagai situs warisan dunia. @

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Gelombang yang Menjadi Buih di Tepian

Gelombang yang Menjadi Buih di Tepian

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00