Tiga bulan berlalu sejak semua romansa mesra serasa kecut, bahkan menjadi pahit. Siang itu baru saja semua pil menyiksa dari dokter telah berjejalan di kerongkonganku. Ironi bukan? Sebagai Mantri tersohor di sini, justru tubuhku yang digerogoti penyakit.
Kupandangi meja ruang kerjaku, tampak surat hasil lab dan catatan dokter masih menghambur kumal berantakan.
Sebenarnya istriku kerap melipat rapi hasil lab itu ke amplopnya. Tapi pikiranku yang tak terima berharap ada mukzizat dan kembali konyol membuka hanya untuk menggumpal-gumpalnya lagi. Otakku kusut dan emosiku kerap meledak-ledak. Hal yang terbayang kini hanyalah penghinaan dan kehancuran.
Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain:
1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro).
2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media).
3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika
Diskusi