• Latest
Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana - c0d28cff f166 44ff be3a b1a54e122794 | POTRET Budaya | Potret Online

Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana

Februari 28, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana - c0d28cff f166 44ff be3a b1a54e122794 | POTRET Budaya | Potret Online

Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana

Redaksi by Redaksi
Februari 28, 2025
in POTRET Budaya, Puisi, Puisi Essay
Reading Time: 4 mins read
0
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Ririe Aiko

(Berdasarkan kisah nyata Supandi, seorang guru honorer di Sukabumi yang hanya digaji Rp192.000 per bulan, namun tetap bersemangat mengajar dan menempuh jarak 12 km setiap hari untuk mencerdaskan anak bangsa)

—000—

Dalam senyap pagi, ia mengawali hari,
beralas doa di tapak kaki yang renta,
melewati jalan setapak berdebu,
menerobos embun yang masih lelap di daun jati,
ia melangkah,
tanpa keluh, tanpa getir di dada.

Gemerisik angin menyapa tubuh ringkihnya,
seakan bertanya:
“Untuk apa lelah ini kau pikul?”
Ia tersenyum, menjawab lirih dalam batin,
“Demi mimpi yang kusemai
di benak anak-anak desa,
agar mereka tak selamanya merunduk pada tanah,
agar mata mereka mampu menembus batas cakrawala.”

—000—

Di gubuk ilmu yang bersahaja,
dindingnya rapuh, disulam waktu
yang enggan berhenti,
ia mengeja aksara dengan suara lembut,
mengalirkan makna dari huruf yang sederhana.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana - 5de97004 0731 46d3 b7a2 38575dadc077 | POTRET Budaya | Potret Online

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

Papan tulis berdebu jadi saksi,
gurat kapur menari, merajut asa,
sementara perutnya hanya bersandar
pada sisa nasi semalam,
gaji tak lebih dari sekadar angka,
seratus sembilan puluh dua ribu rupiah,
tak sebanding dengan peluh yang jatuh.¹

Tapi hatinya tetap lapang,
seperti ladang yang tak pernah mengeluh pada kemarau,
ia terus mengajar, tanpa henti,
berharap ada seberkas cahaya yang menyelinap,
di antara jendela sekolah yang bolong dimakan usia.

—000—

Nun jauh di sana,
di istana yang berdiri megah dengan pilar-pilar menjulang,
mereka duduk di kursi empuk,
mengeluh lelah di balik jas mahal,
merasa kurang meski gaji menggunung,
lalu tangannya gemetar,
meraih lembaran uang yang bukan haknya,
menumpuk kekayaan dari peluh yang bukan miliknya.²

Mereka lupa,
bahwa di balik angka yang mereka curi,
ada seribu mimpi yang terampas,
ada bangku-bangku reyot yang tak kunjung diganti,
ada papan tulis yang menangis dalam sunyi,
menanti coretan kapur yang nyaris patah.

—000—

“Ayah, kenapa kau selalu pergi jauh?”
Suara kecil menahannya di ambang pintu.
Ditatapnya wajah mungil yang penuh harap,
dielusnya rambut lembut itu perlahan.

“Agar kelak kau tak perlu berjalan sejauh ini, Nak,
agar buku yang kau genggam tak sekadar dongeng,
agar kau bisa menggambar peta hidupmu,
melampaui bukit yang jadi batas pandanganku.”

Anak itu mengangguk, meski tak sepenuhnya paham,
sementara sang istri hanya diam,
menyimpan luka di balik senyum pasrah,
pundaknya merunduk bersama beban yang kian berat.

—000—

ADVERTISEMENT

Langkahnya tak pernah berhenti,
meski tapaknya mulai retak,
meski hujan menghapus jejak,
ia terus berjalan,
seperti doa yang tak pernah lelah dipanjatkan.

Dalam sunyi, ia mengerti,
bahwa keikhlasan tak diukur dari angka,
tapi dari mimpi yang tetap hidup di kepala-kepala kecil itu,
dari semangat yang menyala meski api nyaris padam.

Di penghujung senja, ia kembali pulang,
melewati jalan yang sama,
dengan hati yang penuh, meski kantongnya kosong.
Ia tahu, esok hari perjalanan ini akan terulang,
namun tak sekalipun niatnya goyah,
karena menjadi guru adalah caranya mencintai kehidupan,
tanpa syarat, tanpa pamrih.

—000—

Namun di balik jendela kaca istana,
Para Tikus tertawa dalam pesta megah,
tak ada tapak kaki yang retak,
tak ada perut yang perih menahan lapar,
mereka kenyang oleh kuasa,
tak peduli derita yang lemah

Mereka berkata, “Ini untuk rakyat,”
namun tak sedikit pun remah jatuh ke tanah,
upah layak habis di lahap,
dikorupsi para penjilat

mereka duduk di singgasana,
menghitung harta yang kian bertambah,
tanpa tahu bahwa di jalan sunyi itu,
ada guru yang menanamkan kejujuran,
agar suatu hari,
tak ada lagi yang mengkhianati amanah.

—000—

CATATAN:

(1)https://www.detik.com/edu/edutainment/d-7741698/tempuh-jarak-12-km-per-hari-guru-honorer-di-sukabumi-hanya-bergaji-rp200-ribu?utm_source=chatgpt.com
(2)https://nasional.kompas.com/read/2025/02/27/14210521/daftar-10-kasus-korupsi-terbesar-di-indonesia?page=all

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 353x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 319x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Ketulusan di Jalan Setapak dan Ketamakan di Singgasana - 984678ad cd1d 4f90 8d3a ad54f0ac749e | POTRET Budaya | Potret Online

Derita Ribuan Buruh Sritex dan Yamaha

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com