• Latest

Penyair Muda dari Pulo Nasi

Oktober 18, 2016
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Penyair Muda dari Pulo Nasi

Redaksi by Redaksi
Oktober 18, 2016
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Jam menunjukkan pukul 10.00 Wib. Pertanda waktu istirahat di SD Deudap, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Hari itu 28 September 2016. Di samping ruang guru, terpal biru ukuran lima kali tiga meter terbentang. Ada 96 buku cerita anak-anak yang disusun berjejer di atasnya. Murid kelas 3 yang memiliki jadwal olahraga pagi itu pun lebih awal menyudahi permainan sepak bolanya. Hamparan buku yang digelar sejam sebelum istirahat tiba ternyata cukup menggoda.

“Ayo, yang mau baca buku silahkan pilih bukunya, tapi habiskan dulu jajan kalian. Supaya bukunya tidak kotor dan basah,” ujar Hayati kepada murid yang baru bergabung dari arah kantin sekolah.

Baca Juga

Perlawanan Guru Honorer dan PDIP terhadap Program MBG

Perlawanan Guru Honorer dan PDIP terhadap Program MBG

Februari 26, 2026
Moral Masyarakat dalam Bencana

Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga

Januari 25, 2026
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?

Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?

Januari 11, 2026

Hayati menjabat sebagai kepala sekolah SD Deudap. Dia sudah berdinas di Pulo Nasi sejak 2012. Masa kerjanya tinggal dua tahun lagi. Baginya, dapat menyabet gelar pensiun dari wilayah yang masuk katagori terpencil Aceh sangat membanggakan.

Cara Hayati mengajak murid-muridnya membaca yang difasilitasi Pustaka Ransel pagi itu, sederhana sekali. Ia hanya ikut serta memilih salah satu buku dan membaca bersama di terpal itu. Alhasil, melihat teladannya, banyak murid yang bergabung. Sebagian murid hanya melihat-lihat gambar di buku, sebagian lainnya membaca dengan serius.

Pustaka Ransel sebuah komunitas yang bergerak dibidang pendidikan dengan cara mengunjungi sekolah atau desa guna menarik minat baca anak-anak di daerah terpencil Aceh. Biasanya para relawan Pustaka ransel membawa beberapa buku cerita anak-anak dan menggelarnya di atas terpal atau spanduk bekas.

Usai membaca buku cerita, seorang murid laki-laki kelas 5 bernama Nanda bertanya pada relawan Pustaka Ransel, apakah Pustaka Ransel memiliki koleksi buku puisi. “Kami ndak punya buku puisi dek,” jelas relawan bernama Andra.

Nanda tampak menunduk. Tapi kemudian Andra balik bertanya ke Nanda, “Puisi apa yang Nanda tahu?”

“Pengemis Tua bang,” jawab Nanda sambil tersenyum.

“Dari mana Nanda tahu puisi itu?” tanyanya lagi.

“Dari buku Bahasa Indonesia bang,” jelas Nanda.

“Bersedia Nanda bacakan? Abang mau dengar puisinya,” tantang Andra.

Merasa tertantang, si bocah yang punya hobi berenang itu pun menjawab, “Bisa bang.”

ADVERTISEMENT

Saat itu mereka sedang duduk di atas ‘gazebo’ beratapkan Mimusops Elengi atau pohon Tanjung. Aroma bunganya seolah serta merta menyemangati Nanda. Tak hanya itu, beberapa teman seangkatannya dan seorang guru juga tidak sabar menyaksikan si penyair melantunkan puisi.

“Pengemis Tua

Pakaiannya Compang Camping

Badannya kurus kering

Wajahnya pucat pasi”

“Setiap hari menyusuri jalan penuh debu

Tidak ada yang peduli”

“Oh, pengemis tua

Sungguh malang nasibmu

Pengemis tua kau tetap tabah

Menjalani hidup yang penuh duka nestapa”

Si penyair berpuisi dengan lancar. Sesekali ia menaikan intonasi suaranya. Beberapa baris puisi Pengemis Tua, juga tak lepas dari cengengesannya. Namun, riuh tepuk tangan penonton mewarnai pertunjukan singkat sang penyair muda.

Bagi anak usia 10 tahun dan tinggal di daerah terpencil, kemampuan dan keberanian Nanda berpuisi di depan orang dewasa patut diapresiasi. Puisi sederhana. Terdiri dari tiga bait, tetapi mampu menginspirasi seorang anak Pulo Nasi untuk bisa menghafalnya. Kecuali satu hal. Dia melupakan nama pengarangnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 300x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 227x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 175x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541
#Cerpen

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818
Esai

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
Next Post

Belajar Memahami Anak

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com