POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Anak

Takjil untuk Adik Kecil

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 15, 2025
in Anak, Anak-anak, puasa
0

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (11)

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

01
Baca Juga
ABK
ABK Itu Berbalut Keistimewaan
11 Nov 2016
Selengkapnya

Di sudut jalan yang ramai,
Langit sore berpendar jingga,
Orang-orang bergegas, mencari takjil,
Sementara seorang bocah berdiri di tepi trotoar.

Tangannya menggenggam lembar rupiah,
Hasil dari ibunya yang menjahit pakaian orang.
Hari ini, hanya cukup untuk sebungkus takjil,
Dan ia harus memilih dengan hati-hati.

Takjil untuk Adik Kecil - Guru | Anak | Potret Online
Baca Juga
# Ironi
Krisis Literasi: Ratusan Siswa SMP Tidak Bisa Membaca
18 Apr 2025
Selengkapnya

Ibunya bilang, “Beli kolak saja, Nak,”
Kolak pisang yang hangat, mengenyangkan.
Tapi hatinya ingin es campur yang dingin,
Segar di kerongkongan setelah seharian puasa.

Ia berdiri cukup lama di depan gerobak,
Melihat orang-orang membeli dengan mudahnya.
Sementara ia, harus berpikir,
Satu bungkus untuk berbuka nanti di rumah.

Takjil untuk Adik Kecil - IMG_9974 | Anak | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Ramadan dan Rekonstruksi Kekuatan Umat: Integrasi Ritualitas dan Intelektualitas Menuju Umat yang Kuat Secara Spiritual dan Struktural
19 Feb 2026
Selengkapnya

Penjualnya tersenyum, memahami ragu di wajah bocah itu.
“Lagi puasa ya, Dik? Ini, takjil buatmu, anggap sedekah.”
Si bocah terkejut, matanya berbinar,
Namun ia menggeleng, “Aku mau beli, Bu, ini uangnya.”

Penjual itu tertawa kecil, lalu mengemas kolak,
“Makan yang enak, ya. Salam buat ibumu.”
Si bocah tersenyum, mengambil bungkusan itu,
Sambil berlari pulang, hatinya berbunga.

Di rumah, ibunya sudah menunggu,
Dengan piring kosong dan gelas berisi air putih.
“Ini, Bu, kolaknya,” katanya riang.
Ibunya tersenyum, menepuk kepala anaknya.

Azan magrib berkumandang,
Mereka berdoa, tangan menengadah ke langit,
Meskipun sederhana, kebersamaan ini adalah rezeki,
Dan malam ini, takjil mereka terasa lebih manis.


Rumah Kayu Cepu, 11 Maret 2025

Previous Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Next Post

Wanita Danantara

Next Post
Takjil untuk Adik Kecil - danantara | Anak | Potret Online

Wanita Danantara

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah