POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Penyair Muda dari Pulo Nasi

RedaksiOleh Redaksi
October 18, 2016
🔊

Dengarkan Artikel

Jam menunjukkan pukul 10.00 Wib. Pertanda waktu istirahat di SD Deudap, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Hari itu 28 September 2016. Di samping ruang guru, terpal biru ukuran lima kali tiga meter terbentang. Ada 96 buku cerita anak-anak yang disusun berjejer di atasnya. Murid kelas 3 yang memiliki jadwal olahraga pagi itu pun lebih awal menyudahi permainan sepak bolanya. Hamparan buku yang digelar sejam sebelum istirahat tiba ternyata cukup menggoda.

“Ayo, yang mau baca buku silahkan pilih bukunya, tapi habiskan dulu jajan kalian. Supaya bukunya tidak kotor dan basah,” ujar Hayati kepada murid yang baru bergabung dari arah kantin sekolah.

Hayati menjabat sebagai kepala sekolah SD Deudap. Dia sudah berdinas di Pulo Nasi sejak 2012. Masa kerjanya tinggal dua tahun lagi. Baginya, dapat menyabet gelar pensiun dari wilayah yang masuk katagori terpencil Aceh sangat membanggakan.

Cara Hayati mengajak murid-muridnya membaca yang difasilitasi Pustaka Ransel pagi itu, sederhana sekali. Ia hanya ikut serta memilih salah satu buku dan membaca bersama di terpal itu. Alhasil, melihat teladannya, banyak murid yang bergabung. Sebagian murid hanya melihat-lihat gambar di buku, sebagian lainnya membaca dengan serius.

Pustaka Ransel sebuah komunitas yang bergerak dibidang pendidikan dengan cara mengunjungi sekolah atau desa guna menarik minat baca anak-anak di daerah terpencil Aceh. Biasanya para relawan Pustaka ransel membawa beberapa buku cerita anak-anak dan menggelarnya di atas terpal atau spanduk bekas.

Usai membaca buku cerita, seorang murid laki-laki kelas 5 bernama Nanda bertanya pada relawan Pustaka Ransel, apakah Pustaka Ransel memiliki koleksi buku puisi. “Kami ndak punya buku puisi dek,” jelas relawan bernama Andra.

Nanda tampak menunduk. Tapi kemudian Andra balik bertanya ke Nanda, “Puisi apa yang Nanda tahu?”

“Pengemis Tua bang,” jawab Nanda sambil tersenyum.

“Dari mana Nanda tahu puisi itu?” tanyanya lagi.

“Dari buku Bahasa Indonesia bang,” jelas Nanda.

“Bersedia Nanda bacakan? Abang mau dengar puisinya,” tantang Andra.

📚 Artikel Terkait

Dia Bernama Hasbi

Sajak Kinabalu

Gangguan Psikis pada Anak yang Mengalami Kekerasan seksual

Si Miskin Tidak Boleh Sakit

Merasa tertantang, si bocah yang punya hobi berenang itu pun menjawab, “Bisa bang.”

Saat itu mereka sedang duduk di atas ‘gazebo’ beratapkan Mimusops Elengi atau pohon Tanjung. Aroma bunganya seolah serta merta menyemangati Nanda. Tak hanya itu, beberapa teman seangkatannya dan seorang guru juga tidak sabar menyaksikan si penyair melantunkan puisi.

“Pengemis Tua

Pakaiannya Compang Camping

Badannya kurus kering

Wajahnya pucat pasi”

“Setiap hari menyusuri jalan penuh debu

Tidak ada yang peduli”

“Oh, pengemis tua

Sungguh malang nasibmu

Pengemis tua kau tetap tabah

Menjalani hidup yang penuh duka nestapa”

Si penyair berpuisi dengan lancar. Sesekali ia menaikan intonasi suaranya. Beberapa baris puisi Pengemis Tua, juga tak lepas dari cengengesannya. Namun, riuh tepuk tangan penonton mewarnai pertunjukan singkat sang penyair muda.

Bagi anak usia 10 tahun dan tinggal di daerah terpencil, kemampuan dan keberanian Nanda berpuisi di depan orang dewasa patut diapresiasi. Puisi sederhana. Terdiri dari tiga bait, tetapi mampu menginspirasi seorang anak Pulo Nasi untuk bisa menghafalnya. Kecuali satu hal. Dia melupakan nama pengarangnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 144x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 124x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 95x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 82x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
196
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
92
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Belajar Memahami Anak

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00