POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pelajaran Hidup Dari Bidak Catur

RedaksiOleh Redaksi
February 20, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Elza Peldi Taher

Bersama teman teman FISIP UI alumni 82, Rabu 19 Februari 2025 saya mengitari kebun Binatang Ragunan. Ini adalah ritual ruitn tiap rabu, menyehatkan badan sambil menyaksikan aneka binatang dan keindahan alam. Di sudut danau yang tenang, kami menemukan lapangan catur mini, lengkap dengan pasukan hitam-putih: raja yang angkuh, menteri yang licin, kuda yang melompat-lompat, dan pion-pion yang sabar menanti giliran. Tak biasa memang, menemukan catur di kebun binatang. Kamipun berhenti dan menghabiskan banyak waktu foto foto.

Setelah foto-foto yang heboh, kami pun terlibat dalam diskusi tentang makna bermain catur sambil menghitung perjalanan kalah dan menang dalam hidup. Sepanjang perjalanan hidup kami yang sudah di atas 60, mengalami banyak kekalahan, tetapi juga banyak kemenangan dalam hidup. Ada cita-cita yang kandas di tengah jalan, tetapi ada pula pencapaian yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Begitulah hidup, selalu ada kalah dan menang, selalu ada strategi yang harus disusun ulang.

Orang bilang, hidup adalah permainan catur. Tiap keputusan yang diambil, sekecil apa pun, menentukan arah perjalanan ke depan. Satu langkah pion bisa membuka peluang kemenangan, atau justru jebakan yang tak terduga. Begitu juga dengan hidup: keputusan kecil hari ini bisa menjadi perbedaan antara kejayaan atau penyesalan di masa depan. Karena itu, berpikir ke depan dan membaca situasi adalah kunci, baik dalam permainan maupun dalam kehidupan.

Sejarah mencatat banyak pemain catur dalam kehidupan yang bertaruh dengan nasibnya. Karl Marx, misalnya. Semasa hidupnya, ia tenggelam dalam kemiskinan dan ditertawakan oleh para penguasa. Namun setelah wafat, pikirannya justru membentuk fondasi politik dunia yang mengubah nasib jutaan orang. Van Gogh pun serupa: tangannya terus melukis meski dompetnya kosong, dan baru setelah ia pergi, dunia mengakui keindahan warna-warna depresinya. Hidup mereka seperti permainan panjang, di mana kemenangan datang terlambat, tetapi tetap abadi.

📚 Artikel Terkait

Menjadi Generasi Muda Yang Pembelajar

Jus 5000 Itu Tetap Segar dan Menguntungkan

Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata Ikan Larangan Lubuk Landur

Pandangan dan Ulasan Mendalam “Senja dan Gerimis-Arutala”

Magnus Carlsen, juara dunia catur, pernah berkata bahwa dalam permainan catur, kesalahan kecil bisa menentukan segalanya. Tetapi ia juga tahu bahwa permainan tak selesai dalam satu langkah. Begitu pula hidup. Setiap orang harus terus berjuang, melakukan langkah-langkah kecil yang mungkin tampak remeh, tetapi bisa menentukan nasibnya di kemudian hari. Tak perlu tergesa-gesa, tak perlu terburu-buru. Seperti dalam catur, kemenangan sejati adalah soal ketekunan dan kesabaran.

Di tengah kehidupan yang bising ini, lapangan catur di Ragunan seolah mengingatkan bahwa hidup adalah arena strategi. Entah kita pion yang bergerak perlahan, atau kuda yang melompat dengan langkah tak terduga, yang penting kita terus bermain, terus melangkah. Karena dalam hidup, seperti dalam catur, siapa yang berhenti berpikir, ia sudah kalah sebelum permainan usai.

Satu hal yang harus kita lakukan adalah menerima dengan ikhlas konsekuensi dari setiap langkah yang kita ambil. Tidak semua yang kita rencanakan akan terjadi sesuai keinginan. Kadang, kita harus merelakan bidak terbaik kita tergugurkan demi permainan yang lebih besar. Jika takdir mengarahkan kita ke jalur yang berbeda, kita harus menerimanya dengan hati lapang. Yang penting, kita tetap melangkah dan memainkan permainan hidup dengan penuh keyakinan.

Setelah tiga jam mengitari Ragunan dengan jarak tempuh tujuh kilometer, pukul sepuluh pagi akhirnya kami meninggalkan kebun binatang yang rimbun itu. Namun, kami tidak hanya membawa lelah, tetapi juga bekal pemikiran. Pepohonan yang menaungi, satwa yang bergerak dalam ritmenya, serta keseimbangan alam yang terjaga memberi banyak inspirasi. Seperti dalam catur, hidup juga tentang mengatur langkah, membaca situasi, dan mengambil keputusan dengan penuh kesadaran. Setiap jejak yang kami tinggalkan di tanah Ragunan mengingatkan bahwa perjalanan hidup bukan sekadar tentang sampai ke tujuan, tetapi juga tentang bagaimana kita melangkah ke sana. Karena pada akhirnya, bukan hanya kemenangan yang menentukan nilai sebuah permainan, tetapi bagaimana cara kita memainkannya.

Pondok Cabe Udik 19 Februari 2025

Elza Peldi Taher

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Sungai Yang Meminta Kedatangan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00