POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ayahku Dan Warkop

RedaksiOleh Redaksi
February 12, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Teuku Maulana Rahmatillah

Siang itu ayahku mengajak duduk di warung kopi Gerobak Arabika di seputaran Pango Banda Aceh. Kata Ayahku dia mau ngopi siang, sekaligus mau bertemu dengan temannya. Memang ayahku selalu bertemu dengan teman-temannya ketika berada di Banda Aceh seperti hari ini. 

Sesampainya di Gerobak kopi, ternyata teman-teman ayahku telah menunggu. Terlihat ada dua orang laki-laki dan satu perempuan. Sepertinya yang  duduk di hadapan ayahku dan kelihatan lebih tua itu merupakan suami dari ibu yang duduk di sebelahnya. Sementara yang satu lagi dugaanku adalah pemilik warung. 

Ayahku langsung memesan espresso tanpa gula. Memang dalam beberapa tahun terakhir ayahku selalu mengonsumsi kopi tanpa gula. Katanya lebih berasa dan menjaga kadar gula tidak banyak menumpuk di tubuh. Sementara aku memesan teh manis. Terlihat ayahku begitu akrab berbicara dengan teman-temannya. Aku hanya menyimak saja, tidak sopan nyelutuk pembicaraan orang tua. 

Lalu ayahku memperkenalkanku kepada teman-temannya. Aku menyebutkan nama dan saat ini sebagai mahasiswa fakultas Teknik di salah satu perguruan tinggi negeri jantung hatee rakyat Aceh. Setengah  bangga gumanku dalam hati. Tapi bapak yang depan ayahku mulai bertanya seolah menginterogasiku, kayak polisi saja. 

Bagaimana kuliah, harus rajin, kreatif dan mampu menulis untuk mencurahkan ide, gagasan dan pikiran kita agar dapat dibaca oleh orang lain. Sementara bapak yang duduk di sebelah kanan ayahku bicaranya seperti Rocky Gerung  saja, menyimak bicaranya ada Yunani kuno, Aristoteles dan Nische. Bahan yang dibicarakan membingungkan. Bisa jadi aku yang belum paham dengan pembicaraannya. Sepertinya dia senang dengan filsafat yang sungguh membingungkan itu. 

📚 Artikel Terkait

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Sanggar Seni dan Upaya Pelestarian nilai-nilai Budaya

Pemerintah Dalam Cengkeraman Rokok

Sedihku Dalam Dosa

Lalu ayahku menyampaikan kepada teman-temannya  dan menitipkan aku untuk dididik dan ditempa agar bisa menulis. Ternyata ayahku masih ingat dengan keinginanku beberapa bulan lewat kusampaikan saat duduk dengannya untuk bisa menulis. 

Sebetulnya keinginan dapat menulis terinspirasi dari ayahku sendiri. Dia kalau ada waktu dan ide selalu dituliskan, demikian juga dia hobi sekali membaca. Membaca apa saja, sehingga lemari bukunya terlihat penuh dengan buku-buku. 

Jauh beda denganku, Jangankan menulis, bukupun tak pernah beli. Aku tetap bersikap santun dan terus mendengar pembicaraan ayahku dengan teman-temannya. Sebentar kemudian ibu yang tadi juga sesekali ikut tertawa mendengar pembicaraan ayahku dengan teman-temannya, lalu  beranjak dan pamit kembali ke toko yang tidak jauh dari warkop tempat kami ngopi dan diskusi ini. 

Ternyata bapak di depan ayahku, namanya Tabrani Yunis dan di sebelah kanan ayahku namanya Fajar. Aku sempat senyum-senyum ketika ayahku meledek pak Tabrani di depannya. Dalam candaannya, Ayahku bercerita tentang seorang anak yang baru pindah sekolah, lalu di depan kelas dia memperkenalkan diri kepada teman-temannya, ”Tabrani “ katanya, sontak pak guru yang sudah tua dan mengalami gangguan pendengaran itu dengan membentak mengatakan“mengapa tak berani?”. Lalu si anak baru mendekati pak gurunya, dengan setengah berteriak “nama saya Tabraniiiiiiiii” katanya. “Ooooooo “jawab pak guru.

Kelihatannya ayah dengan teman-temannya begitu akrab. Dan sungguh menarik menyimak pembicaraan mereka. Mereka tidak ghibah, tidak fitnah dan tidak membicarakan keburukan orang lain, tapi mereka berdiskusi bertukar pikiran dan pengalaman. Sangat produktif dan bermanfaat menyimak semua yang mereka bicarakan. 

Kali ini ayahku memberi pelajaran penting bagiku. Dia suka ngumpul dengan teman-temannya ternyata bukan hanya untuk ngopi semata, tetapi memperkuat silaturahmi dan berdiskusi secara produktif. Ternyata duduk di warkop tidak selalu berkonotasi negatif dan tidak produktif namun sebaliknya dapat memberikan inspiratif. Selamat ngopi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Di Antara Puing-Puing Harapan

Di Antara Puing-Puing Harapan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00