POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sumber Belajar di Era Digital

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
February 4, 2025
Puisi-Puisi Tabrani Yunis
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Di ruang kuliah, sekitar 20 an mahasiswa tengah mengikuti kuliah. Sang dosen, walau dari generasi baby boomers, lihai memanfaatkan teknologi mutakhir dalam mengajar. Itu karena sang dosen sadar bahwa untuk menjadi dosen atau guru di era digital, para guru atau dosen harus mampu bertransformasi dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.

Ini memang perlu, agar dosen atau guru bisa dan mahir memahami selera peserta didik yang merupakan generasi milenial yang katanya sangat lihat menggunakan teknologi. Ya,  anak-anak kita, generasi ini kelihatan begitu menguasai teknologi informasi dan komunikasi dengan sangat cepat. Sehingga salah satu kehebatan generasi milenial adalah kemahiran menggunakan teknologi digital. 

Walau tidak semua, namun sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini, hampir tidak ada yang tidak menggunakan gadgets. Semua strata masyarakat, baik orang kaya, sampai orang miskin  memiliki gadgets dan bahkan pengemis saja sekarang punya gadgets. Mengapa demikian?

Jawabannya, karena ini adalah era mereka, milik mereka generasi milenial.  Sejak dari masa bayi sudah sangat dekat dengan gadgets. Namun, demikian tidak salah bila kita, sebagai generasi yang lebih dahulu lahir dan mengecap asam dan asinnya kehidupan dan punya pengalaman belajar pada masa di luar era digital, perlu mengamati dan menilai. Selayaknya kita bertanya, apakah dengan tersedianya gadgets yang memudahkan segalanya tersebut, telah membuat kaum milenial menjadi mudah belajar dengan memanfaatkan segala kemudahan dari penggunaa gadgets tersebut?

Lalu, apakah dengan tersedianya gadgets yang begitu canggih tersebut, kaum meienial sudah menggunakan gadgets sebagai alat yang memudahkan mereka belajar? Apakah dengan canggihnya gadgets yang mereka gunakan tersebut sudah digunakan sebagai sumber belajar yang juga begitu dahsyat? Seperti apa cara dan budaya belajar mereka? Lebih baik atau malah lebih buruk?

Idealnya, dengan tersedianya gadgets atau smartphone yang memudahkan akses informasi, pengetahuan dan sumber bacaan yang sekaligus menjadi sumber belajar. Kaum milenial atau generasi  Z, bisa memanfaatkan gadgets atau smartphones sebagai media atau alat mengakses semua sumber belajar, pengetahuan, informasi , bahkan ketrampilan lewat gadgets dan smartphones yang mereka miliki. Ya, idealnya mereka semakin mudah menyerap semua itu, kaya dengan pengetahuan, ketrampilan dan karakter yang lebih maju dan pesat.

Namun, melihat realitas yang ada di tengah kehidupan Generasi milenial selama ini, banyak fakta yang memperlihatkan kita bahwa mereka tidak memanfaatkan dengan baik media atau alat komunikasi yang mereka  miliki untuk mengkases segala sumber belajar tersebut.  

📚 Artikel Terkait

Adakan Edukasi Kebencanaan Pada Anak, Move up Gandeng Tim Tangga Tangguh Bencana.

BELAJAR DARI SUKSESNYA SEORANG PUTRI ARIANI

HABA Si PATok

DLHK3 Pantau Program WCP

Pendeknya, mereka tidak menggunakan sumbet belajar  secara efektif dan hebat. Karena kehebatan mereka juga ikut diganggu oleh hal-hal yang orientasinya pada yang bersifat hiburan atau entertainment semata.  Mereka hebat dengan penggunaan media sosial, hebat dalam bermain game online. Tetapi lupa bahwa sesungguhnya gadgets dan smartphones yang mereka pakai adalah alat yang kaya dengan sumber belajar ( learning resources). 

Kebanyakan dari mereka menjadi korban atau objek dari teknologi digital. Mereka menjadi objek pasar gadgets, penikmat game online yang serba entertaining sifatnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa generasi milenial itu adalah generasi game online. Generasi manja dan memiliki daya juang yang rendah. 

Bukan hanya itu, generasi milenial adalah generasi yang memiliki daya juang rendah yang bisa mempengaruhi kemampuan untuk bisa bertahan hidup dalam kondisi sulit, karena selama ini mereka hidup dalam segala kemapanan. Sudah biasa hidup manja, tidak suka repot, cepat bosan dan lain-lain. Mereka lahir dalam suasana serba mudah dan serba cepat.

Sayangnya  lagi, kebanyakan dari Generasi milenial ini  banyak yang memiliki budaya belajar yang minim. Malas membaca, malas mencatat dan malas  berfikir yang berat-berat. Walau sebenarnya bisa dikatakan bahwa saat ini semua mahasiswa itu memiliki gadgets yang bukan hanya sebagai alat untuk menelpon  atau berkomunikasi dengan pihak lain.

Apa yang terjadi dengan sebagian besar mahasiswa kita saat ini dalam kaitannya dengan kepemilikan gadgets yang begitu merata dan canggih tersebut?  hanya sedikit yang menggunakannya untuk kepentingan belajar, kepentingan mendukung lancarnya proses memperoleh ilmu dan ketrampilan serta karakter yang membangun? 

Ada baiknya kita mencoba melihat, mengamati fenomena, bahkan realitas yang ada di tengah Generasi milenial yang sedang belajar di berbagai jenjang pendidikan kita saat ini. Kita bisa amati di rumah, di sekolah dan juga di masyarakat, pada umumnya mereka lalai dan lupa bahwa tantangan masa depan akan begitu berat, disrupsi di satu sisi menjadi kesempatan yang menyediakan banyak peluang.

 Namun di sisi lain, menjadi ancaman bagi Generasi milenial, karena tidak menyiapkan masa depan dengan bijak. Selayaknya kaum milenial tidak menjadi terlena dan terus terpapar penggunaan gadgets yang hanya atau sekadar untuk bermesia sosial, sekadar menyenangkan dan melalaikan hati. Seharusnya pula kaum milenial cepat sadar dan terjaga bahwa saat ini sumber belajar atau learning resources bagi mereka sangat banyak dan mudah diakses lewat gadgets atau smartphones yang mereka miliki.

Kiranya ketika kaum milenial kini banyak yang terlena dan lalai, malas dan manja, atau sangat tergantung dengan penggunaan gadgets yang hanya menyenangkan hati sesaat itu, mereka perlu mendapat arahan agar bisa dengan bijak memanfaatkan teknologi yang memudahkan akses untuk belajar tersebut, walau mungkin akan disebut generasi zaman old gagap teknologi, generasi baby boomers sesungguhya kaya dengan pengalaman belajar yang lebih kuat. 

Generasi tua, di satu sisi banyak yang tergilas teknologi, di sisi lain, mereka sudah punya pengalaman belajar yang suasananya lebih menantang, lebih berat dan miskin akan alat bantu belajar seperti saat ini.

Alangkah mantap bila generasi baby boomers, sambil bertransformasi dan mengadopsi kemajuan zaman digital ini, mengingatkan kepada generasi milenial agar tidak hanyut dengan hal-hal yang melalaikan serta memiskinkan budaya belajar kaum milenial. 

Ya, betapa baiknya bila kaum milenial menggunakan gadgets dan atau smartphones sebagai alat yang memudahkan generasi milenial untuk belajar dengan akses pengetahuan, ketrampilan serta perilaku positif menuai pelajaran dari berbagai sumber yang bisa diakses dengan gadgets dan smartphones. Jadilah generasi menial yang berfikir dan bertindak merdeka dalam mengarungi lautan ilmu saat ini.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Guru Dibekali Keterampilan AI dan Etika Bermedia Sosial dalam Bimtek Konten Digital

Guru Dibekali Keterampilan AI dan Etika Bermedia Sosial dalam Bimtek Konten Digital

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00