• Latest
Sumber Belajar di Era Digital - IMG_7742 | Era digital | Potret Online

Sumber Belajar di Era Digital

Februari 4, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Sumber Belajar di Era Digital - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Era digital | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Sumber Belajar di Era Digital - IMG_7742 | Era digital | Potret Online

Sumber Belajar di Era Digital

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
Februari 4, 2025
in Era digital, Gadget, gadgets, Pendidikan
Reading Time: 4 mins read
0
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis

Di ruang kuliah, sekitar 20 an mahasiswa tengah mengikuti kuliah. Sang dosen, walau dari generasi baby boomers, lihai memanfaatkan teknologi mutakhir dalam mengajar. Itu karena sang dosen sadar bahwa untuk menjadi dosen atau guru di era digital, para guru atau dosen harus mampu bertransformasi dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.

Ini memang perlu, agar dosen atau guru bisa dan mahir memahami selera peserta didik yang merupakan generasi milenial yang katanya sangat lihat menggunakan teknologi. Ya,  anak-anak kita, generasi ini kelihatan begitu menguasai teknologi informasi dan komunikasi dengan sangat cepat. Sehingga salah satu kehebatan generasi milenial adalah kemahiran menggunakan teknologi digital. 

Walau tidak semua, namun sejalan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini, hampir tidak ada yang tidak menggunakan gadgets. Semua strata masyarakat, baik orang kaya, sampai orang miskin  memiliki gadgets dan bahkan pengemis saja sekarang punya gadgets. Mengapa demikian?

Jawabannya, karena ini adalah era mereka, milik mereka generasi milenial.  Sejak dari masa bayi sudah sangat dekat dengan gadgets. Namun, demikian tidak salah bila kita, sebagai generasi yang lebih dahulu lahir dan mengecap asam dan asinnya kehidupan dan punya pengalaman belajar pada masa di luar era digital, perlu mengamati dan menilai. Selayaknya kita bertanya, apakah dengan tersedianya gadgets yang memudahkan segalanya tersebut, telah membuat kaum milenial menjadi mudah belajar dengan memanfaatkan segala kemudahan dari penggunaa gadgets tersebut?

Lalu, apakah dengan tersedianya gadgets yang begitu canggih tersebut, kaum meienial sudah menggunakan gadgets sebagai alat yang memudahkan mereka belajar? Apakah dengan canggihnya gadgets yang mereka gunakan tersebut sudah digunakan sebagai sumber belajar yang juga begitu dahsyat? Seperti apa cara dan budaya belajar mereka? Lebih baik atau malah lebih buruk?

Idealnya, dengan tersedianya gadgets atau smartphone yang memudahkan akses informasi, pengetahuan dan sumber bacaan yang sekaligus menjadi sumber belajar. Kaum milenial atau generasi  Z, bisa memanfaatkan gadgets atau smartphones sebagai media atau alat mengakses semua sumber belajar, pengetahuan, informasi , bahkan ketrampilan lewat gadgets dan smartphones yang mereka miliki. Ya, idealnya mereka semakin mudah menyerap semua itu, kaya dengan pengetahuan, ketrampilan dan karakter yang lebih maju dan pesat.

Namun, melihat realitas yang ada di tengah kehidupan Generasi milenial selama ini, banyak fakta yang memperlihatkan kita bahwa mereka tidak memanfaatkan dengan baik media atau alat komunikasi yang mereka  miliki untuk mengkases segala sumber belajar tersebut.  

Pendeknya, mereka tidak menggunakan sumbet belajar  secara efektif dan hebat. Karena kehebatan mereka juga ikut diganggu oleh hal-hal yang orientasinya pada yang bersifat hiburan atau entertainment semata.  Mereka hebat dengan penggunaan media sosial, hebat dalam bermain game online. Tetapi lupa bahwa sesungguhnya gadgets dan smartphones yang mereka pakai adalah alat yang kaya dengan sumber belajar ( learning resources). 

Kebanyakan dari mereka menjadi korban atau objek dari teknologi digital. Mereka menjadi objek pasar gadgets, penikmat game online yang serba entertaining sifatnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa generasi milenial itu adalah generasi game online. Generasi manja dan memiliki daya juang yang rendah. 

Bukan hanya itu, generasi milenial adalah generasi yang memiliki daya juang rendah yang bisa mempengaruhi kemampuan untuk bisa bertahan hidup dalam kondisi sulit, karena selama ini mereka hidup dalam segala kemapanan. Sudah biasa hidup manja, tidak suka repot, cepat bosan dan lain-lain. Mereka lahir dalam suasana serba mudah dan serba cepat.

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Sumber Belajar di Era Digital - 1001353319_11zon | Era digital | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 14, 2026
Sumber Belajar di Era Digital - 567e58f5 9275 47f6 ad7c ceb6ed7d4bf9 | Era digital | Potret Online

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Maret 13, 2026

Sayangnya  lagi, kebanyakan dari Generasi milenial ini  banyak yang memiliki budaya belajar yang minim. Malas membaca, malas mencatat dan malas  berfikir yang berat-berat. Walau sebenarnya bisa dikatakan bahwa saat ini semua mahasiswa itu memiliki gadgets yang bukan hanya sebagai alat untuk menelpon  atau berkomunikasi dengan pihak lain.

Apa yang terjadi dengan sebagian besar mahasiswa kita saat ini dalam kaitannya dengan kepemilikan gadgets yang begitu merata dan canggih tersebut?  hanya sedikit yang menggunakannya untuk kepentingan belajar, kepentingan mendukung lancarnya proses memperoleh ilmu dan ketrampilan serta karakter yang membangun? 

Ada baiknya kita mencoba melihat, mengamati fenomena, bahkan realitas yang ada di tengah Generasi milenial yang sedang belajar di berbagai jenjang pendidikan kita saat ini. Kita bisa amati di rumah, di sekolah dan juga di masyarakat, pada umumnya mereka lalai dan lupa bahwa tantangan masa depan akan begitu berat, disrupsi di satu sisi menjadi kesempatan yang menyediakan banyak peluang.

 Namun di sisi lain, menjadi ancaman bagi Generasi milenial, karena tidak menyiapkan masa depan dengan bijak. Selayaknya kaum milenial tidak menjadi terlena dan terus terpapar penggunaan gadgets yang hanya atau sekadar untuk bermesia sosial, sekadar menyenangkan dan melalaikan hati. Seharusnya pula kaum milenial cepat sadar dan terjaga bahwa saat ini sumber belajar atau learning resources bagi mereka sangat banyak dan mudah diakses lewat gadgets atau smartphones yang mereka miliki.

Kiranya ketika kaum milenial kini banyak yang terlena dan lalai, malas dan manja, atau sangat tergantung dengan penggunaan gadgets yang hanya menyenangkan hati sesaat itu, mereka perlu mendapat arahan agar bisa dengan bijak memanfaatkan teknologi yang memudahkan akses untuk belajar tersebut, walau mungkin akan disebut generasi zaman old gagap teknologi, generasi baby boomers sesungguhya kaya dengan pengalaman belajar yang lebih kuat. 

Generasi tua, di satu sisi banyak yang tergilas teknologi, di sisi lain, mereka sudah punya pengalaman belajar yang suasananya lebih menantang, lebih berat dan miskin akan alat bantu belajar seperti saat ini.

ADVERTISEMENT

Alangkah mantap bila generasi baby boomers, sambil bertransformasi dan mengadopsi kemajuan zaman digital ini, mengingatkan kepada generasi milenial agar tidak hanyut dengan hal-hal yang melalaikan serta memiskinkan budaya belajar kaum milenial. 

Ya, betapa baiknya bila kaum milenial menggunakan gadgets dan atau smartphones sebagai alat yang memudahkan generasi milenial untuk belajar dengan akses pengetahuan, ketrampilan serta perilaku positif menuai pelajaran dari berbagai sumber yang bisa diakses dengan gadgets dan smartphones. Jadilah generasi menial yang berfikir dan bertindak merdeka dalam mengarungi lautan ilmu saat ini.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 350x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 350x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 315x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 210x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet148
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Sumber Belajar di Era Digital - b2a37cb6 954f 4ce5 a11b 49a52915ffd8 | Era digital | Potret Online

Guru Dibekali Keterampilan AI dan Etika Bermedia Sosial dalam Bimtek Konten Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com