POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

BERWIRAUSAHALAH, TUNJUKAN KREATIVITAS ANDA

RedaksiOleh Redaksi
October 7, 2017
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Devi Safrina
Mahasiswi  Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Zaman sekarang adalah zaman yang sangat modern, globalisasinya yang sangat meningkat serta tekhnologi yang sangat canggih yang sangat canggih. Zaman sekarang yang serba ada, serba berkecukupan. Pokoknya serba wah semuanya. Lihatlah sekarang apa yang kita mau dan kita inginkan bisa tercapai.  Karena dunia sekarang bukan seperti dahulu lagi.
            Dulu semua yang kita inginkan itu sangatlah terbatas tidak seperti sekarang ini. Zaman orang tua kita dahulu untuk  mengenyam sekolah saja masih susah, akibat ekonomi yang masih melemah, mereka cuma bisa bekerja terus bekerja, jadi petani, melaut, dan masih banyak pekerjaan yang lain. Wajar-wajar saja ekonomi mereka melemah. Ya, seperti yang kita tahu begitulah hidup orang tua kita.
            Sekarang  giliran Anda. Zaman anda sekarang zaman modern, tekhnologi yang canggih!!!! Masih mau juga, apa anda ingin terpuruk dengan ekonomi yang melemah? Coba mikir, malu dong pada dunia*
            Saya lihat anak-anak sekarang tahunya cuma kuliah dan minta dikirimkan uang dari oarangtuanya yang ada di kampung. Mereka tidak tahu orang tuanya banting tulang cari uang buat kita, bahkan dia rela menjual tanah, sawah, gunung, itu demi anaknya sendiri.
            Jadi untuk para muda-mudi sekarang ini, mau tidak kalian untuk merubah nasib kalian yang sekarang? Nasib yang bergantung pada orang tua, yang awalnya orang tua kita mengikirimkan uang untuk kita, sebaliknya sekarang kita mengirimkan uang untuk orang tua kita yang ada di kampung. Jika anda ingin seperti ini, ya dengan cara kita berwirausaha sembilan kuliah, pasti bisa dilakukan.
Jangan takut…!!!!!
Jangan malu…!!!!!
            Mulailah belajar untuk berwirausaha, walaupun usaha yang kita buat hanya usaha kecil-kecilan. Mana tahu sekarang kita buat usaha kecil-kecilan, mungkin dua tahun ke depannya kita sudha punya usaha yang besar. Kita tidak tahu rezeki. Allah yang tentukan, maka berusahalah. Jangan pernah menyerah dengan apa yang kita perbuat sekarang.
            Untuk mahasiwa-mahasiswi jangan malu  untuk berwirausaha. Banyak anak miskin sekarang yang kuliah sembilan kerja. Karena dia  terfikir tidak ingin jadi tambah miskin seperti orang tuanya juga. Banyak anak zaman sekarang tahunya cuma kuliah saja dan selesainya ingin jadi sarjana, niatnya cuma ingin mendapat gelar sarjana saja. Nanti biar tidak malu pada nikah, biar gaya-gayaan, pas diundangan, biar merasa keren karena sudah sarjana. Misalnya Devi Safrina S.E.
           
Saya pernah mendengar cerita dari dosen yang membimbing  mata kuliah Etika Bisnis Dalam Islam yaitu bapak Angkasah Djuned. Beliau mencertikan seorang pemuda yang sangat miskin, tetapi dia kuliah. Ceriatanya saya kurang jelas juga karena sudah agak lupa sedikit, pemuda tersebut kuliah dengan biaya sendiri . Di samping kuliah, pemuda tersebut kerja jualan minyak keliling kampung.  Pemuda tersebut ingin punya usaha sendiri yaitu usaha jualan minyak tanah dengan keliling kampung membawa gerobak.
                        Suatu hari dia pergi ke bank dan ingin pinjam modal:
Pemuda: Pak saya ingin pinjam modal  sebanyak 5.000.000
Pihak bank: Apa jaminan nya kalau anda ingin pinjam modal disini
Pemuda: Jaminannya gerobak saya pak
Pihak bank: Tidak bisa, maaf ya dek
            Pemuda tersebut sangat kecewa karena pihak bank tersebut tidak memberikan pinjaman modal, akhirnya pemuda tersebut pergi kembali menjual minyak tanah keliling dengan mendorong gerobaknya. Nah, saat itu ada seorang ibu yang kehabisan gasnya untuk memasak  dan ingin membeli minyak tanah untuk memasak, tidak ada seorang pun yang ada menjual di kampung tersebut. Akhirnya pas pemuda ini lewat di sebuah kampung tersebut ibu tadi memanggilnya dan ingin membeli minyak tersebut. Sang ibu inipun bertanya “siapa kamu” pemuda ini menjawab “ saya Budi dan kuliah di Universitas di Bandung. Dia menceritakan semuanya. Ibu ini merasa terharu dan sedih mendengar curhatan Budi. Sesaat kemudian ibu inii menawari Budi untuk pinjam modal dari ibu ini.
            Jadi dari modal ibu inilah dia membuka usaha sendiri yaitu masih usaha  jualan minyak tanah juga, tetapi dia membuka kios. Akhirnya dua tahun kemudian  usahanya sudah sukses.
Masih muda, tetapi sudah jadi pembisnis yang sukses .
            Dari cerita di atas sangat menarik, bukan karena masih mau juga menjadi mahasiswa yang malas.
Makannya punya usaha dong….”
            Ayo mulai usahamu sekarang, apapun itu. Tetapi usahanya yang halal ya! He.he.he.he”
Lihat saja pak Tabrani Yunis yang sangat terkenal dari dulu hingga sekarang.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Lelaki Saf Belakang

Gerimis

Jejak Kerajaan Pedir Yang Hilang

Hilangnya Peran Wakil Rakyat Aceh dalam Menyuarakan Suara Rakyat Aceh Sendiri

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Jangan Abaikan Potensi Entrepreneuship Anda

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00