• Latest

BERWIRAUSAHALAH, TUNJUKAN KREATIVITAS ANDA

Oktober 7, 2017

Di Antara Wahyu dan Rasio: Menyatukan Jalan Pendidikan Aceh

April 22, 2026
aef171bb-b3d2-4814-9a54-7d09b7b9f971

Perempuan Ganda;Kartini Dulu Hingga Kini

April 22, 2026
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
BERWIRAUSAHALAH,  TUNJUKAN KREATIVITAS ANDA - 1001348646_11zon | Bisnis | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
BERWIRAUSAHALAH,  TUNJUKAN KREATIVITAS ANDA - 1001353319_11zon | Bisnis | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

BERWIRAUSAHALAH, TUNJUKAN KREATIVITAS ANDA

Redaksi by Redaksi
Oktober 7, 2017
in Bisnis, Ekonomi
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS


Oleh Devi Safrina
Mahasiswi  Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Zaman sekarang adalah zaman yang sangat modern, globalisasinya yang sangat meningkat serta tekhnologi yang sangat canggih yang sangat canggih. Zaman sekarang yang serba ada, serba berkecukupan. Pokoknya serba wah semuanya. Lihatlah sekarang apa yang kita mau dan kita inginkan bisa tercapai.  Karena dunia sekarang bukan seperti dahulu lagi.
            Dulu semua yang kita inginkan itu sangatlah terbatas tidak seperti sekarang ini. Zaman orang tua kita dahulu untuk  mengenyam sekolah saja masih susah, akibat ekonomi yang masih melemah, mereka cuma bisa bekerja terus bekerja, jadi petani, melaut, dan masih banyak pekerjaan yang lain. Wajar-wajar saja ekonomi mereka melemah. Ya, seperti yang kita tahu begitulah hidup orang tua kita.
            Sekarang  giliran Anda. Zaman anda sekarang zaman modern, tekhnologi yang canggih!!!! Masih mau juga, apa anda ingin terpuruk dengan ekonomi yang melemah? Coba mikir, malu dong pada dunia*
            Saya lihat anak-anak sekarang tahunya cuma kuliah dan minta dikirimkan uang dari oarangtuanya yang ada di kampung. Mereka tidak tahu orang tuanya banting tulang cari uang buat kita, bahkan dia rela menjual tanah, sawah, gunung, itu demi anaknya sendiri.
            Jadi untuk para muda-mudi sekarang ini, mau tidak kalian untuk merubah nasib kalian yang sekarang? Nasib yang bergantung pada orang tua, yang awalnya orang tua kita mengikirimkan uang untuk kita, sebaliknya sekarang kita mengirimkan uang untuk orang tua kita yang ada di kampung. Jika anda ingin seperti ini, ya dengan cara kita berwirausaha sembilan kuliah, pasti bisa dilakukan.
Jangan takut…!!!!!
Jangan malu…!!!!!
            Mulailah belajar untuk berwirausaha, walaupun usaha yang kita buat hanya usaha kecil-kecilan. Mana tahu sekarang kita buat usaha kecil-kecilan, mungkin dua tahun ke depannya kita sudha punya usaha yang besar. Kita tidak tahu rezeki. Allah yang tentukan, maka berusahalah. Jangan pernah menyerah dengan apa yang kita perbuat sekarang.
            Untuk mahasiwa-mahasiswi jangan malu  untuk berwirausaha. Banyak anak miskin sekarang yang kuliah sembilan kerja. Karena dia  terfikir tidak ingin jadi tambah miskin seperti orang tuanya juga. Banyak anak zaman sekarang tahunya cuma kuliah saja dan selesainya ingin jadi sarjana, niatnya cuma ingin mendapat gelar sarjana saja. Nanti biar tidak malu pada nikah, biar gaya-gayaan, pas diundangan, biar merasa keren karena sudah sarjana. Misalnya Devi Safrina S.E.
           
Saya pernah mendengar cerita dari dosen yang membimbing  mata kuliah Etika Bisnis Dalam Islam yaitu bapak Angkasah Djuned. Beliau mencertikan seorang pemuda yang sangat miskin, tetapi dia kuliah. Ceriatanya saya kurang jelas juga karena sudah agak lupa sedikit, pemuda tersebut kuliah dengan biaya sendiri . Di samping kuliah, pemuda tersebut kerja jualan minyak keliling kampung.  Pemuda tersebut ingin punya usaha sendiri yaitu usaha jualan minyak tanah dengan keliling kampung membawa gerobak.
                        Suatu hari dia pergi ke bank dan ingin pinjam modal:
Pemuda: Pak saya ingin pinjam modal  sebanyak 5.000.000
Pihak bank: Apa jaminan nya kalau anda ingin pinjam modal disini
Pemuda: Jaminannya gerobak saya pak
Pihak bank: Tidak bisa, maaf ya dek
            Pemuda tersebut sangat kecewa karena pihak bank tersebut tidak memberikan pinjaman modal, akhirnya pemuda tersebut pergi kembali menjual minyak tanah keliling dengan mendorong gerobaknya. Nah, saat itu ada seorang ibu yang kehabisan gasnya untuk memasak  dan ingin membeli minyak tanah untuk memasak, tidak ada seorang pun yang ada menjual di kampung tersebut. Akhirnya pas pemuda ini lewat di sebuah kampung tersebut ibu tadi memanggilnya dan ingin membeli minyak tersebut. Sang ibu inipun bertanya “siapa kamu” pemuda ini menjawab “ saya Budi dan kuliah di Universitas di Bandung. Dia menceritakan semuanya. Ibu ini merasa terharu dan sedih mendengar curhatan Budi. Sesaat kemudian ibu inii menawari Budi untuk pinjam modal dari ibu ini.
            Jadi dari modal ibu inilah dia membuka usaha sendiri yaitu masih usaha  jualan minyak tanah juga, tetapi dia membuka kios. Akhirnya dua tahun kemudian  usahanya sudah sukses.
Masih muda, tetapi sudah jadi pembisnis yang sukses .
            Dari cerita di atas sangat menarik, bukan karena masih mau juga menjadi mahasiswa yang malas.
Makannya punya usaha dong….”
            Ayo mulai usahamu sekarang, apapun itu. Tetapi usahanya yang halal ya! He.he.he.he”
Lihat saja pak Tabrani Yunis yang sangat terkenal dari dulu hingga sekarang.
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Jangan Abaikan Potensi Entrepreneuship Anda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com