• Latest
Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1) - 94b60796 d087 433d 9cd5 92637384fc71 | POTRET Budaya | Potret Online

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1)

Januari 23, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1) - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1) - 94b60796 d087 433d 9cd5 92637384fc71 | POTRET Budaya | Potret Online

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1)

Redaksi by Redaksi
Januari 23, 2025
in POTRET Budaya, Puisi, Puisi Essay, Sastra
Reading Time: 6 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro 

 

Martha Christina Tiahahu:

Api Muda di Laut Banda

Martha Christina Tiahahu adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir pada 4 Januari 1800 di Nusa Laut, Maluku. Ia dikenal sebagai simbol perjuangan melawan penjajahan Belanda. [1]

***

Di bawah langit Maluku, angin bertiup penuh cerita,

Gugusan pulau memeluk kisah perjuangan.

Di sanalah lahir seorang perempuan muda,

Martha Christina Tiahahu, pemberani yang tak kenal gentar.

Dalam riuh ombak dan gemuruh hati rakyat,

Ia berdiri dengan tombak di tangan,

Melawan penjajah, menyuarakan keadilan.

Di tengah aroma pala dan cengkeh,

Maluku menjadi ladang pertempuran.

Kolonial Belanda datang membawa derita,

Menguasai tanah, merampas hasil bumi.

Namun di setiap penjuru,

Semangat perlawanan tumbuh,

Seperti api yang tak bisa dipadamkan.

Ayahnya, Kapitan Paulus Tiahahu,

Adalah pemimpin yang gigih,

Dan Martha, gadis belia dengan tekad baja,

Selalu mengikuti di belakangnya.

Ia bukan hanya seorang anak,

Melainkan prajurit yang tak kenal takut.

Dalam usianya yang belia,

Ia memilih medan perang daripada kenyamanan rumah.

“Perjuangan adalah napasku,” katanya,

“Bumi ini harus bebas dari cengkeraman penjajah.”

Ia melangkah bersama pasukan rakyat,

Menyerang benteng, membakar gudang musuh.

Kepada tanah ia berjanji,

Tidak akan ada penjajah yang bertahan,

Selama darah mengalir di nadinya.

Namun kekuatan penjajah begitu besar,

Dengan senjata modern yang tak tertandingi.

Pasukan rakyat Maluku akhirnya terpukul mundur.

Kapitan Paulus ditangkap,

Dan Martha menyaksikan ayahnya dihukum mati.

Duka menghunjam jantungnya,

Namun ia tidak menyerah,

Baginya, kemerdekaan lebih berharga dari hidup.

Di Laut Banda, ia dipaksa menjadi tahanan.

Kapal penjajah membawanya menjauh dari tanah kelahirannya.

Namun semangatnya tak pernah padam,

Dalam penjara apapun, jiwa Martha tetap bebas.

Ia menolak makanan,

Sebagai tanda perlawanan terakhirnya.

“Biarkan tubuhku layu,” katanya,

“Namun jiwa ini akan terus melawan.”

Martha tahu, kematiannya adalah awal dari kehidupan baru,

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Bagi rakyat Maluku yang merindukan kebebasan.

Dan pada usia 17 tahun,

Ia menyerahkan diri kepada laut,

Menghembuskan napas terakhir di gelombang Banda.

Laut menyambutnya dengan kasih,

Seolah tahu bahwa ia adalah pahlawan.

Angin membawa kisahnya ke segala penjuru,

Dan namanya menjadi legenda.

Martha Christina Tiahahu, bunga Maluku,

Yang mekar di tengah badai perjuangan.

Namun kisahnya tak berhenti di sana.

Para pemuda Maluku, dari generasi ke generasi,

Menjadikan semangat Martha sebagai obor.

Ia adalah lambang keberanian,

Yang melampaui batas usia dan gender.

ADVERTISEMENT

Dalam bayangan ombak Laut Banda,

Setiap orang yang mendengar namanya merasa tergugah.

Betapa tidak, ia adalah simbol perlawanan,

Sebuah bukti bahwa ketidakadilan tak pernah abadi.

Meskipun muda, Martha mengajarkan arti pengorbanan.

Ia memilih kemerdekaan atas hidup yang tertindas.

Kisahnya adalah napas perjuangan,

Yang mengalir di setiap aliran darah Maluku.

Di setiap desa, di setiap pulau,

Namanya diabadikan dalam nyanyian rakyat.

“O Martha, bunga Maluku,

Yang gugur demi tanah tercinta.”

Lirik-lirik itu bergema,

Menyatukan suara-suara yang pernah terpecah.

Semangatnya menjadi perekat,

Bagi rakyat yang ingin melawan penindasan.

Kini, patung-patung didirikan untuk mengenangnya.

Di Ambon, di Nusa Laut,

Namanya menjadi pengingat akan tekad yang tak goyah.

Di sekolah-sekolah, anak-anak belajar kisahnya,

Mengerti bahwa kemerdekaan adalah warisan,

Yang harus dijaga dengan segenap jiwa.

“Martha Christina Tiahahu,” ucap seorang guru,

“Adalah teladan bagi kita semua.”

Dan setiap anak yang mendengarnya,

Tahu bahwa perjuangan belum usai.

Karena di dunia yang terus berubah,

Semangat seperti Martha tetap diperlukan.

Bagi perempuan-perempuan muda,

Martha adalah inspirasi yang tak tergantikan.

Bahwa keberanian tak mengenal jenis kelamin,

Dan cinta tanah air tak memiliki batas.

Dalam setiap langkah, mereka membawa semangatnya,

Membuktikan bahwa warisan Martha tetap hidup.

Kini, di negeri yang merdeka,

Namanya abadi di hati rakyat.

Ia adalah simbol keberanian,

Pengingat bahwa kemerdekaan tidak datang tanpa pengorbanan.

Dan di setiap riuh ombak Laut Banda,

Kisahnya terus bergema,

Menginspirasi generasi untuk mencintai tanah air.

Martha Christina Tiahahu bukan sekadar sejarah,

Ia adalah nyawa yang terus menyala.

Dalam setiap hembusan angin,

Dalam setiap tarian ombak,

Kisahnya menjadi mantra,

Bahwa cinta pada negeri adalah kekuatan tak terkalahkan.

***

Rumah Kayu  Cepu, 22 Januari 2025

CATATAN:

[1] Puisi esai ini diinspirasi dari kisah Martha Christina Tiahahu salah satu Pahlawan Nasional termuda.

https://tirto.id/martha-christina-tiahahu-mati-muda-di-laut-banda-dcky

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 353x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 319x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #Puisi
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1) - 90f15ae7 cea7 4641 98f8 5aeeacaee651 | POTRET Budaya | Potret Online
Puisi

‎Kulihat Indonesia di Balik Jendela Sekolah

September 28, 2025
Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1) - 2025 06 22 08 42 36 | POTRET Budaya | Potret Online
# Tadarus Puisi

Jejak Luka di Jalan Binatang

September 8, 2025
Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1) - 65604360 4af4 4bb4 b47d d956cfa23727 1 | POTRET Budaya | Potret Online
# Bedah Puisi

Merangkai Kata, Menghidupkan Rasa: Cipta Puisi & Wawasan Kebangsaan Republik Rakyat Literasi RRL Kreatif Menggetarkan Hati & Jiwa

Agustus 29, 2025
Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1) - IMG 20250730 WA0000 | POTRET Budaya | Potret Online
Puisi

Buktinya Adalah Sepiku

Juli 30, 2025
Next Post
Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1) - b03a2590 ca8c 4ef6 b75c c4178c9cc749 | POTRET Budaya | Potret Online

Pagar di Lautan Ketololan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com