• Latest

KETIKA BAHASA ISYARAT HADIR DI TENGAH NON TUNA RUNGU

November 10, 2017
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
KETIKA BAHASA ISYARAT HADIR DI TENGAH NON TUNA RUNGU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | ABK | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
KETIKA BAHASA ISYARAT HADIR DI TENGAH NON TUNA RUNGU - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | ABK | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

KETIKA BAHASA ISYARAT HADIR DI TENGAH NON TUNA RUNGU

Redaksi by Redaksi
November 10, 2017
in ABK, Disabilitas, Fisip Unsyiah, Tuna rungu
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Ade Pratiwi
Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
Dalam kehidupan manusia, komunikasi menjadi hal yang sangat penting. Manusia berkomunikasi menggunakan media yang digunakan komunikator untuk menyampaikan informasi. Setiap orang membutuhkan informasi agar tidak ketinggalan berbagai informasi. Media yang digunakan untuk berkomunikasi berbeda-beda sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu tersebut, sebut saja untuk tuna rungu yang berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Tuna rungu merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang mengalami gangguan pendengaran,  baik sebagian atau seluruhnya. Oleh karena itu, bahasa isyarat digunakan oleh penyandang  tuna rungu dalam berkomunikasi dengan tuna rungu lainnya  ataupun dengan non tuna rungu. Inilah alasan mengapa orang non tuna  rungu juga harus mempelajari bahasa isyarat. Setidaknya ia paham sedikit tentang bahasa isyarat agar komunikasi yang dilakukan dapat berjalan lancar dan efektif.
Bahasa isyarat merupakan bahasa yang digunakan oleh komunikator tanpa menggunakan suara, namun mengandalkan pergerakan tangan, badan dan bibir serta ekspresi wajah dalam menyampaikan pesan kepada komunikannya. Bahasa isyarat ini mempermudah orang yang tuna rungu untuk menyampaikan dan menangkap pesan, karena simbol yang digunakan dapat terlihat oleh mata.
Oleh karena itu “I am Able” hadir untuk merangkul orang-orang yang ingin mengerti bahasa isyarat dengan mengadakan sosialisasi bahasa isyarat. Kegiatan yang dilakukan  di Museum tsunami ruang meeting lantai 2 dengan mengusung tema I am Able dan terbuka untuk siapa saja yang ingin mempelajari bahasa isyarat.
Kegiatan ini terbentuk sebagai project social dari Post Project Activity (PPA) alumni program kapal pemuda ASEAN-Jepang atau The Ship for Southeast Asian Youth Program(SSEAYP) 2016. SSEAYP sendiri merupakan program pertukaran pemuda bertujuan mempererat hubungan persahabatan dan mutual understanding yang disponsori oleh pemerintah Jepang. Program ini dilaksanakan di  dalam sebuah kapal pesiar milik jepang, Fuji Maru. Setiap tahunnya Post Project Activitypeserta SSEAYP mengangkat tema berbeda, pada alumni SSEAYP 2016 ini diangkatlah tema dengan fokus pada disabilitas.
Vira Farhati yang merupakan alumni dari kapal pemuda ASEAN-Jepang 2016 dan sekaligus Project Officer dari I am Able di Aceh. Mahasiswi Universitas Syiah Kuala ini menjadi satu-satunya delegasi Aceh untuk SSEAYP 2016. Bersama 320 pemuda ASEAN-Jepang lainnya mengarungi lautan dan mengunjungi Negara-negara ASEAN selama 52 hari.
“Selama perjalanan, kita (peserta SSEAYP) merumuskan 1 project social yang akan kita aplikasikan di Indonesia kita angkatlah tema disabilitas dan kesetaraan, kita tertarik di spesifik sosialisasi bahasa isyarat” ungkap Vira.
Kegiatan I am Able sendiri dilakukan selama 4 kali pertemuan, dimulai pada tanggal 1 Oktober 2017 hingga tanggal 29 Oktober 2017 di Museum tsunami Aceh dan Keude Kupi Aceh.  Pelajaran bahasa isyarat yang diajarkan berupa huruf abjad, angka, warna, we are unity song, perkenalan dan percakapan sehari-hari dengan seorang pemateri yang mengajarkan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).
Adapun bahasa isyarat yang biasa digunakan di Indonesia ada 2 yaitu Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia) dan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Bisindo merupakan bahasa yang diciptakan oleh kaum tuna rungu dan memiliki perbedaan di setiap daerah layaknya bahasa daerah yang berbeda-beda, sedangkan SIBI merupakan bahasa isyarat yang dibuat pemerintah dengan mengubah bahasa Indonesia lisan ke bahasa isyarat yang terdapat imbuhan layaknya ejaan di bahasa Indonesia.
Dari sosialisasi bahasa isyarat ini, Vira berharap bahwa masyarakat yang non  tuna rungu juga mengetahui tentang penggunaan bahasa isyarat, “selama ini bahasa isyarat hanya diajarkan kepada tuli-tunarungu aja, bahasa isyarat jadinya familiar di kalangan mereka (tuna rungu) sedangkan orang-orang tuli-tunarungu itu berinteraksi bukan cuma sesama mereka, tetapi juga dengan orang lain yang non tuli-tunarungu”. Ucap perempuan yang menerima penghargaan sebagai pemuda Aceh yang berprestasi 2016.
Kegiatan I am Able sendiri mendapatkan respon yang positif dan pemuda Aceh sangat antusias dengan kegiatan ini terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar onlinehingga 40-an peserta ketika Vira mempublikasikan kegiatan I am Able ini.
Perempuan kelahiran Lhokseumawe ini mengaku mengalami sedikit kesulitan untuk memulai kegiatan I am Able ini. Apalagi sosialisasi disabilitas belum familiar di Aceh, sehingga Vira harus memulai pendekatan dari nol, meminta masukan dari teman-teman disabilitas dan riset ke lembaga penelitian yang pernah meneliti tentang disabilitas.
Vira juga berharap kedepannya kegiatan I am Able ini akan tetap berlanjut dan dilaksanakan dengan santai, di setiap sesi pertemuannya bakalan ada topik yang akan dibahas dengan tetap menggunakan pelajaran bahasa isyarat “inginnya komunitas ini terbentuk karena adanya suka rela, komunitas yang leaderless, untuk bersama”. Ujar perempuan yang sekarang KOAS di  RS Zainal Abidin Banda Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 368x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 332x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 280x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 216x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

KETIKA BAHASA ISYARAT HADIR DI TENGAH NON TUNA RUNGU - ce1d5379 3384 4949 84e1 9688a6693999 | ABK | Potret Online

MENDISKUSIKAN INTERSEKSIONALITAS DALAM ISU GENDER DAN KEADILAN SOSIAL ACEH

November 17, 2024
KETIKA BAHASA ISYARAT HADIR DI TENGAH NON TUNA RUNGU - f6a6c014 1fec 42ef 8b27 532fea80aee6 | ABK | Potret Online

Murid Tunadaksa SLBN Aceh Selatan Menderita Lumpuh Butuh Kursi Roda

Mei 11, 2024

Budayakan Literasi, SLB YBSM Banda Aceh Kunjungi Perpustakaan Wilayah Aceh

Desember 15, 2023
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
KETIKA BAHASA ISYARAT HADIR DI TENGAH NON TUNA RUNGU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | ABK | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post

EMPAT BAHAYA LATIN DOSA TERHADAP KEHIDUPAN UMAT ISLAM

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com