POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Budaya Menulis dan Membaca Yang Loyo Sementara Mimpi Hadiah Nobel Sudah Digantungkan di Langit

Jacob EresteOleh Jacob Ereste
January 18, 2025
Harapan Besar Sri Eko Sriyanto Galgendu Kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto Dapat Segera Memulihkan Ekonomi Indonesia Yang Terpuruk
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Jacob Ereste

Kesadaran dan pemahaman terhadap gairah membaca masyarakat, diakui dan dipahami oleh banyak orang, akibat gerakan aktivitas dan semua bentuk pekerjaan pekerjaan yang semakin cepat. Juga telah menjadikan bagian dari bidang pekerjaan pelayanan jasa yang mulai mencari bentuk, agar dapat menjadi sumber penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup dan penghidupan yang layak serta pantas menjadi unggulan bidang pekerjaan di masa depan.

Maka itu,  jasa pengantaran orang dan barang terus berkembang pesat menjadi penawar riak gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang tidak lagi menjadi topik masalah pokok bagi kaum buruh, maupun bagi organisasi buruh. Biasanya sebagai alasan untuk melakukan aksi mogok dan unjuk rasa seperti yang marak terjadi pada tahun 1980 hingga tahun 2 000. Kini soal PHK tidak lagi cukup menggetarkan gerak perlawanan kaum buruh maupun organisasi buruh. Sebab bangunan dari pemecah gelombang dari PHK telah mampu diredam oleh gojek dan ojek yang bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan memiliki kendaraan bermotor roda dua. Apalagi untuk mereka yang memiliki kendaraan roda empat yang dapat dilakukan dengan cara sambilan, sementara mencari dan menunggu kesempatan kerja yang baru.

Kecuali itu, sejumlah kaum buruh yang menjadi korban PHK akibat kondisi ekonomi di Indonesia yang semakin memburuk, tidak kunjung pulih sejak enam tahun silam. Ini acap disebut sebagai imbas dari korban Covid-19, tidak sedikit yang memilih membuka usaha sendiri seperti warung makan dan minuman dadakan yang tampak semarak berjejer disepanjang jalan dan jalan di perkampungan.  Meski dengan kondisi yang tidak terlalu banyak bisa digarap menjadi andalan hidup di masa depan.

Sebab persaingan tampak begitu kuat dan keras untuk dihadapi dengan daya beli masyarakat yang letoy dan sangat lemah seperti tidak berdaya diterpa badai ekonomi yang buruk. Lemahnya daya masyarakat yang terus melemah entah sampai kapan akan berakhir.

Inilah sebabnya sejumlah program pemerintah yang bisa meringankan beban hidup masyarakat — seperti makan bergizi gratis, keringanan atau bahkan bantuan membebaskan biaya sekolah anak-anak hingga subsidi transportasi untuk masyarakat di perkotaan layak uluran tangan malaikat yang datang dari surga membawa berita kegembiraan yang perlu, serta layak dikembalikan melalui do’a yang ditiupkan ke langit.

📚 Artikel Terkait

Menanti Status Bencana Nasional Untuk Aceh, SUMUT dan SUMBAR

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Agomo Budoyo

Kaya Susah

Begitulah kisah dan cerita ikhwal gairah membaca warga bangsa Indonesia menjadi kendor. Lebih ironis lagi para pegiat media sosial di Indonesia — justru menjadikan suguhan visual sebagai sarana paling efektif dan efisien yang bisa digunakan secara maksimal pada era generasi milenial atau gen-z sekarang ini. Mereka justru mengekploitasi gairah membaca yang melempem itu melalui tampilan visual (gambar dan pidato singkat) yang tidak memberi motivasi untuk lebih merenungkan suatu masalah. Sehingga terkesan sebatas kilasan info semata, yang kemudian gampang untuk dilupakan. itulah pula sebabnya media sosial di Indonesia pun jadi marah dan meriah menyajikan gambar, visualisasi sekilas seperti yang termuat dalam YouTube dan sejenisnya yang tak sampai mengajak pemirsa melakukan perenungan, analisis dan berpendapat. Kecuali hanya menjadi penonton belaka. Akibatnya, gairah dan daya baca warga bangsa Indonesia pun — yang harus cerdas seperti amanah UUD 1945 — semakin menjadi jauh seperti panggang dari api.

Lalu, dalam kondisi kemalasan warga masyarakat yang enggan membaca dan semakin doyan menonton tampilan media sosial dalam sajian dan tampilan visual, justru semakin dimanjakan dengan berbagai suguhan dan tampilan atas nama kesukaan dan kemudahan yang diinginkan oleh warga masyarakat.

Konsekuensinya memang dari daya kritis yang mandek — atau bahkan dapat dikatakan menurun ini,  kualitas manusia Indonesia bisa makin tertinggal dari bangsa asing.  Justru semakin menguasai ilmu dan pengetahuan untuk mendominasi masa depan dengan bentuk peradaban yang sesuai dengan suka cita mereka.

Konsekuensinya pun, budaya suku bangsa Indonesia yang sangat diharap mampu menjadi patron budaya masa depan di dunia dengan segenap nilai-nilai spiritual yang luhur berkepribadian khas bangsa Timur, bisa semakin terdesak dan tersudut. Tidak mampu menempati posisi terdepan sebagai garda terdepan dari peradaban manusia yang mewarnai bumi.

Akibat lanjut dari kecenderungan keengganan membaca warga masyarakat di jaman percepatan (perlombaan) informasi online ini bagi penulis yang tidak bermental pejuang, akan ikut larut — kalau tidak bisa dikatakan ikut menyerah pada kondisi dan situasi kemerosotan kualitas manusia ini. Sehingga jera atau menyerah kalah dalam himpitan budaya teknologi cepat-saji yang serba ingin praktis dan gampang, seperti yang membius para pejabat di negeri ini yang mabuk korupsi.

Kecuali itu pun, budaya menulis bangsa Indonesia tak hanya terancam tenggelam — karena tidak tumbuh dan tidak berkembang, tapi juga mati dan punah dari bumi. Sementara bangsa Indonesia sendiri masih tetap bermimpi untuk meraih hadiah nobel yang bergengsi di dunia intelektual ini. Jadi ibarat pungguk merindukan rembulan. Budaya menulis dan membaca yang loyo, sementara mimpi tentang hadiah nobel sudah terlanjur digantungkan di langit. Agaknya, demikian kondisi dan situasi budaya intelektual kita yang semakin tidak selaras, tidak berbanding lurus dengan semangat gerakan kebangkitan spiritual bangsa kita untuk memimpin dunia, membangun peradaban untuk semua bangsa.

Banten, 18 Januari 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
EPISODE GURITA TUA

EPISODE GURITA TUA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00