The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack.

Oleh Novita Sari Yahya
The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack merupakan novel sejarah dan drama keluarga yang menghadirkan perjalanan panjang seorang perempuan bernama Wulan atau Wulandari van der Meer, sosok yang lahir dari dua dunia berbeda: darah Eropa dari ayah Belanda dan jiwa Nusantara dari ibunya yang pribumi.
Melalui tokoh Wulan, novel ini membawa pembaca memasuki masa perubahan besar dunia sejak akhir abad ke-19 hingga penghujung abad ke-20, ketika manusia menghadapi pergolakan kolonialisme, revolusi industri, perang dunia, hingga lahirnya negara-negara baru.
Latar utama cerita dimulai di San Francisco pada akhir tahun 1800-an, sebuah kota pelabuhan yang tumbuh cepat karena perdagangan, migrasi, dan perkembangan industri modern. Kota itu menjadi simbol dunia baru yang sedang dibangun Tempat berbagai bangsa bertemu, saling berbenturan, lalu menciptakan identitas baru. Dalam suasana itulah Wulan tumbuh sebagai perempuan muda yang terus mencari arti rumah, keluarga, dan jati dirinya.
Sejak kecil, Wulan hidup di antara dua kebudayaan. Dari ayahnya, ia mengenal disiplin Eropa, pendidikan modern, dan cara berpikir rasional. Dari ibunya, ia belajar tentang nilai keluarga, keteguhan hati, dan akar budaya Nusantara yang penuh kelembutan. Namun perpaduan itu juga membuat hidupnya tidak mudah. Ia sering merasa tidak sepenuhnya diterima oleh dunia Barat maupun Timur. Dalam dirinya terdapat pergulatan panjang tentang identitas, tentang ke mana ia harus berpihak, dan tentang bagaimana seseorang bertahan ketika dunia terus berubah.
Perjalanan hidup Wulan berubah ketika ia bertemu Jack Sullivan, seorang pria Amerika yang hidup dalam budaya koboi dan kerasnya dunia pelabuhan San Francisco. Jack digambarkan sebagai sosok pekerja keras, penuh keberanian, tetapi juga memiliki luka masa lalu yang membentuk karakternya. Pertemuan mereka bukan hanya kisah cinta biasa, melainkan pertemuan dua manusia yang sama-sama sedang mencari tempat di tengah dunia yang bergerak cepat menuju era industri modern.
Pernikahan Wulan dan Jack menjadi awal perjalanan besar yang penuh tantangan. Bersama-sama mereka membangun usaha perdagangan dan perlahan memasuki dunia bisnis yang berkembang pesat di Amerika Serikat. Masa itu adalah periode ketika mesin-mesin industri mulai mengubah kehidupan manusia, kota-kota berkembang cepat, dan kapitalisme modern mulai membentuk wajah dunia. Namun di balik kemajuan ekonomi tersebut, muncul pula ketimpangan sosial, eksploitasi buruh, diskriminasi rasial, dan konflik politik yang mengguncang masyarakat.
Novel ini tidak hanya berfokus pada kehidupan pribadi tokohnya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana peristiwa-peristiwa besar dunia memengaruhi kehidupan manusia biasa. Pembaca diajak menyaksikan perubahan Amerika dari negara berkembang menjadi kekuatan ekonomi dunia. Gerakan buruh, perjuangan hak pekerja, serta konflik sosial akibat industrialisasi hadir sebagai bagian penting dalam cerita. Wulan dan Jack tidak hidup terpisah dari sejarah; mereka justru berada di tengah arus perubahan itu.
Ketika Perang Dunia Pertama meletus, kehidupan mereka mulai dipenuhi ketidakpastian. Dunia yang sebelumnya optimis terhadap kemajuan teknologi berubah menjadi penuh ketakutan. Krisis ekonomi, kehilangan, dan perubahan politik membuat banyak orang harus bertahan dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Wulan mulai memahami bahwa kemajuan manusia tidak selalu berjalan seiring dengan kemanusiaan itu sendiri.
Namun badai terbesar datang ketika Perang Dunia Kedua dimulai. Dalam bagian inilah novel mencapai emosi yang paling mendalam. Ancaman perang menjangkau berbagai belahan dunia, termasuk Nusantara yang berada di bawah pendudukan Jepang. Wulan harus menghadapi kenyataan pahit ketika keluarganya di Indonesia berada dalam bahaya. Ia berusaha menyelamatkan orang-orang yang dicintainya di tengah situasi perang yang brutal dan penuh ketidakpastian.
Pendudukan Jepang di Nusantara digambarkan secara emosional namun tetap berpijak pada riset sejarah yang kuat. Novel ini memperlihatkan penderitaan masyarakat sipil, ketakutan akan kehilangan, serta perubahan sosial yang muncul akibat perang. Dalam kondisi tersebut, Wulan menyadari bahwa identitasnya sebagai perempuan berdarah campuran justru memberinya sudut pandang berbeda dalam melihat kolonialisme, kekuasaan, dan kemerdekaan.
Di sisi lain, kebangkitan kelompok terdidik Indonesia mulai tumbuh. Semangat nasionalisme perlahan muncul di tengah penderitaan rakyat. Tokoh-tokoh muda dengan pendidikan modern mulai mempertanyakan kolonialisme dan memperjuangkan masa depan bangsa yang merdeka. Wulan, meski telah lama hidup di luar negeri, tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tanah kelahiran ibunya. Ia menyaksikan bagaimana Indonesia perlahan bergerak menuju kemerdekaan, sebuah perubahan besar yang mengubah wajah Asia dan dunia.
Setelah perang berakhir, kehidupan tidak otomatis menjadi mudah. Dunia memasuki era baru yang dipenuhi persaingan politik, perubahan ekonomi global, dan lahirnya kekuatan-kekuatan baru. Wulan dan Jack harus kembali membangun kehidupan mereka dari berbagai kehilangan yang ditinggalkan perang. Hubungan keluarga diuji oleh jarak, trauma, dan perubahan zaman yang begitu cepat.
Seiring bertambahnya usia, Wulan menjadi saksi hidup berbagai perubahan besar abad ke-20. Ia melihat jatuh bangunnya pemerintahan, perubahan rezim politik, hingga lahirnya Orde Baru di Indonesia. Dalam usia lanjut, ia tetap aktif memberikan pandangan mengenai investasi dan pembangunan ekonomi Indonesia melalui perusahaan yang pernah ia bangun bersama Jack. Sosoknya berkembang bukan hanya sebagai perempuan keluarga, tetapi juga sebagai figur yang memahami hubungan antara ekonomi, politik, dan kemanusiaan.
Salah satu kekuatan utama novel ini terletak pada detail sejarah. Novita Sari Yahya menghadirkan latar sosial, budaya, dan politik dengan pendekatan yang mendalam. Pembaca tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga diajak memahami bagaimana sejarah membentuk kehidupan manusia. Kota-kota pelabuhan, perkembangan industri, suasana perang, hingga perubahan sosial digambarkan dengan detail yang hidup sehingga menciptakan pengalaman membaca yang kuat dan emosional.
Selain menjadi novel sejarah, karya ini juga merupakan refleksi tentang manusia. Tentang bagaimana seseorang bertahan di tengah kehilangan, tentang cinta yang tumbuh dalam ketidakpastian, dan tentang keberanian menghadapi dunia yang terus berubah. Tokoh Wulan menjadi simbol manusia yang hidup di antara dua dunia:Timur dan Barat, tradisi dan modernitas, masa lalu dan masa depan.
Melalui kisah ini, Novita Sari Yahya juga menekankan pentingnya tidak melupakan sejarah. Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi pengalaman manusia yang membentuk dunia hari ini. Novel ini mengajak pembaca memahami bahwa kemajuan peradaban selalu dibangun di atas perjuangan, pengorbanan, dan keberanian banyak orang yang sering kali terlupakan.
Ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, novel ini diarahkan untuk pembaca internasional, khususnya di Eropa dan Amerika Serikat. Penulis berharap karya ini dapat menjadi jembatan budaya yang memperkenalkan sejarah Indonesia kepada dunia melalui pendekatan sastra yang emosional dan universal. Dengan riset sejarah yang mendalam serta narasi yang kuat, novel ini diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi dunia sastra sekaligus memperluas pemahaman tentang hubungan antara Timur dan Barat dalam perjalanan sejarah modern.
Lebih dari sekadar kisah cinta dan keluarga, The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack adalah potret panjang tentang perubahan dunia dan perjalanan manusia di dalamnya. Novel ini memperlihatkan bahwa di tengah perang, politik, dan perubahan zaman, manusia tetap mencari hal yang sama: rumah, cinta, harapan, dan makna hidup.
Lagu jejak di pelabuhan San Francisco .
Video
Pencipta lagu : Gede Jerson
Lirik lagu : Novita Sari Yahya
Profil Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti
Buku yang Diterbitkan:
- Romansa Cinta Antologi 23 Cerpen
- Padusi: Alam Takambang Jadi Guru
- Novita & Kebangsaan
- Ibu Bangsa, Wajah Bangsa
- Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa
- Self Love: Rumah Perlindungan Diri
- Makna di Setiap Rasa: Antologi Puisi
- Siluet Cinta, Pelangi Rindu
- Self love : Pelukan untuk diri sendiri
10 . Self love : kisah-kisah penerimaan diri.
11 Novel The Making of a New World: Between Empires and Industry – Wulandari & Jack
Karya Novita Sari Yahya
Pemesanan Buku: 089520018812













