Oleh Mursyidah
Guru Ngaji Berdomisili di Trumon, Aceh Selatan
Trumon raya hari ini sedang menjadi satu wilayah dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi terbaik saat ini. Juga menjadi satu wilayah yang membuka lapangan pekerjaan terbaik saat ini di Aceh Selatan ,dengan komoditas kelapa sawit bertumbuh pesat. Usaha usaha pengepul sawit tingkat bawah yang semakin bertambah banyak (disebut ram).
Tentu dari sini lah titik awal lapangan pekerjaan terbuka lebar ,mulai dari sopir angkut dari lahan perkebunan,tukang muat,sopir angkut ke pabrik yang bahkan sampai lintas kabupaten. Selain itu bahkan kini ada jenis lapangan pekerjaan baru yang mampu memberdayakan ibu ibu rumah tangga, yakni memilih brondolan atau sawit sisa yang telah rontok dari tandannya yang juga punya nilai jual tinggi.
Jika berkaca dari keadaan lapangan pekerjaan yang terbuka lebar bagi banyak lapisan masyarakat, tentu sawit menjadi salah satu komoditi yang baik bagi kemajuan daerah, bahkan negara, sehingga jika dicermati ini sudah sangat sesuai dengan perintah presiden tentang memperbanyak menanam sawit. Jujur saya sendiri sebagai seorang anak petani yang kini orang tua sudah memiliki kebun sawit kecil memang mengakui ada peningkatan taraf hidup yang sangat baik.
Namun itu dari sisi peningkatan ekonomi, maka sawit menjadi komoditi pembawa Rahmat dalam satu sisi keadaan. Kelapa sawit akan berubah peran hari ini dan mungkin di masa depan. Dalam satu sisi keadaan yakni perubahan fungsi lahan serapan hijau dan pemuas nafsu kekayaan bagi para tokoh tokoh tamak.
Mau tidak mau, Trumon hari ini hampir 60 persen kehilangan hutan. Hutan yang hilang itu sudah berubah fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Sehingga Trumon dalam beberapa tahun terakhir dilanda banjir bandang. Bencana ini adalah sebuah pertanda sawit yang merupakan komoditi kebanggaan pembawa Rahmat, pengurangan pengangguran, bisa sekaligus menjadi kutukan penghancur alam.
Tidak ada yang salah dengan penanaman kelapa sawit, sebab dari sana ada kesejahteraan umat, namun hal yang baik akan berubah menjadi buruk kala para manusia manusia hari ini melanggar batas, hanya karena ingin menjadi yang teratas ,sehingga hak bumi terus dikuras .








Diskusi