• Latest
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Runtuhnya Dominasi Barat, Datangnya Keadilan? Ujian Rasionalitas Umat Muslim dalam Menyambut Tatanan Global Baru Versi Timur

Maret 28, 2026
IMG_0523

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Maret 28, 2026
5a460fc4-b5a8-48d2-9efe-fdf4b6b456c5

Tawuran Pelajar,Potret Buram Dunia Pendidikan

Maret 28, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
IMG_0518

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa

Maret 27, 2026
b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026

Rekonsiliasi Sunni–Syiah: Kunci Persatuan Umat Islam Menghadapi Ketimpangan Global

Maret 27, 2026
632458c6-42bf-4adc-b9a7-5a84eb6eea5c

Physical Artificial Intelligence Geothermal dan Potensi Indonesia Menjadi Pemain Dunia

Maret 27, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Runtuhnya Dominasi Barat, Datangnya Keadilan? Ujian Rasionalitas Umat Muslim dalam Menyambut Tatanan Global Baru Versi Timur

Dayan Abdurrahman by Dayan Abdurrahman
Maret 28, 2026
in Analisis, #Minyak Global, Amerika, Iran, Israel
Reading Time: 3 mins read
0
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dayan Abdurrahman

Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan bayang kekuatan Amerika Serikat telah melampaui batas konflik regional. Ia kini menjadi krisis global yang memengaruhi energi, pangan, dan stabilitas ekonomi dunia. Dalam situasi ini, sebagian umat Muslim mulai menggantungkan harapan: jika dominasi Barat runtuh, maka keadilan global akan lahir. Namun, benarkah demikian? Ataukah ini sekadar harapan yang belum teruji?

Pertanyaan inilah yang menjadi rumusan masalah utama tulisan ini: apakah runtuhnya dominasi Barat otomatis menghadirkan keadilan global, khususnya bagi umat Muslim, atau justru membuka ketidakpastian baru yang lebih kompleks?

Untuk menjawabnya, tulisan ini menggunakan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif geopolitik, ekonomi global, dan prinsip dasar dalam Islam, khususnya konsep maslahah (kebaikan bersama) dan ‘adl (keadilan). Dalam kerangka ini, perubahan kekuasaan global tidak dinilai dari siapa yang menang, tetapi dari sejauh mana ia mampu menciptakan stabilitas dan keadilan secara bersamaan.

Secara faktual, konflik di Timur Tengah telah mengganggu salah satu jalur energi paling strategis dunia, yaitu Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20% distribusi minyak global. Gangguan ini memicu kenaikan harga energi secara signifikan dan berdampak langsung pada inflasi global. Negara seperti Indonesia yang masih mengimpor lebih dari separuh kebutuhan minyaknya menjadi sangat rentan. Dampaknya terasa hingga ke level lokal, termasuk di Aceh: harga bahan bakar meningkat, biaya distribusi naik, dan daya beli masyarakat menurun.

Di sinilah analisis menjadi krusial. Tatanan global lama yang didominasi Barat memang tidak lepas dari kritik: standar ganda, intervensi politik, dan ketimpangan ekonomi adalah realitas yang sulit disangkal. Namun, sistem ini juga menciptakan stabilitas tertentu. Perdagangan global berjalan, sistem keuangan terintegrasi, dan rantai pasok relatif terjaga. Dunia mungkin tidak sepenuhnya adil, tetapi tetap berfungsi.

Baca Juga

Rekonsiliasi Sunni–Syiah: Kunci Persatuan Umat Islam Menghadapi Ketimpangan Global

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026
87dee712-0548-433f-a26d-23c41a9e9f00

Revolusi Iran 1979: Beberapa Pelajaran Terbaik 

Maret 26, 2026

Sebaliknya, tatanan baru yang diharapkan muncul dari Timur—dengan simbol kekuatan seperti Iran—membawa narasi perlawanan dan keadilan. Ini menjadi harapan baru, terutama bagi umat Muslim. Namun, harapan ini harus diuji secara rasional. Mengelola sistem global bukan hanya soal semangat perlawanan, tetapi juga soal kapasitas institusional, stabilitas ekonomi, dan kemampuan menjaga keseimbangan antar kepentingan global.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap transisi kekuasaan global hampir selalu diiringi ketidakstabilan. Krisis energi, inflasi, dan perlambatan ekonomi adalah konsekuensi yang sulit dihindari. Bahkan dalam konteks internal, dunia Muslim sendiri belum sepenuhnya solid. Perbedaan politik, mazhab, dan kepentingan nasional masih menjadi tantangan besar. Maka, membayangkan bahwa tatanan global baru otomatis akan lebih adil adalah asumsi yang perlu dikritisi.

Dari sini, kita masuk pada tahap sintesis. Dilema umat Muslim hari ini bukan sekadar memilih antara Barat atau Timur, tetapi bagaimana menempatkan diri secara rasional di tengah perubahan global. Solidaritas terhadap penderitaan di Timur Tengah adalah sesuatu yang manusiawi dan penting. Namun, solidaritas tanpa kesiapan menghadapi konsekuensi ekonomi hanya akan menjadi retorika.

Dalam perspektif Islam, keadilan tidak bisa dipisahkan dari kemaslahatan. Jika perubahan tatanan global justru membawa krisis yang lebih luas—kelangkaan pangan, kemiskinan, dan ketidakstabilan sosial—maka tujuan keadilan itu sendiri menjadi tidak tercapai. Islam tidak mengajarkan untuk sekadar mengganti satu dominasi dengan dominasi lain, tetapi menekankan keseimbangan antara keadilan dan keberlangsungan hidup.

Dalam konteks Aceh, refleksi ini menjadi sangat relevan. Masyarakat Aceh memiliki solidaritas yang tinggi terhadap isu-isu keumatan global. Namun, pada saat yang sama, mereka juga berada dalam struktur ekonomi yang rentan terhadap gejolak global. Ketika harga kebutuhan pokok naik dan lapangan kerja tertekan, maka idealisme akan diuji oleh realitas.

Kesimpulan dari analisis ini menegaskan bahwa runtuhnya dominasi Barat tidak secara otomatis menghadirkan keadilan global. Tatanan baru, apa pun bentuknya, tetap membutuhkan kapasitas, stabilitas, dan komitmen terhadap keadilan yang nyata, bukan sekadar narasi.

Sebagai penutup, perlu ditegaskan bahwa ujian terbesar umat Muslim hari ini bukanlah memilih antara Barat atau Timur, tetapi menjaga rasionalitas di tengah gelombang emosi global. Dunia tidak membutuhkan sekadar perubahan kekuasaan, tetapi perubahan cara mengelola kekuasaan.

Jika umat hanya berharap pada runtuhnya satu kekuatan tanpa membangun kesiapan sendiri, maka yang lahir bukanlah keadilan, melainkan ketergantungan dalam wajah yang berbeda.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 287x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 237x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 177x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 164x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Baca Juga

IMG_0523
Sejarah

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Maret 28, 2026
5a460fc4-b5a8-48d2-9efe-fdf4b6b456c5
Pendidikan karakter

Tawuran Pelajar,Potret Buram Dunia Pendidikan

Maret 28, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077
Antologi Puisi

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
IMG_0518
Sejarah

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa

Maret 27, 2026
Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com