🔊
Dengarkan Artikel
The End of Ideology (1960) karya Daniel Bell bukan sekadar buku politik; ia adalah otopsi atas fanatisme ideologis abad ke-19 dan awal abad ke-20. Bell tidak mengatakan bahwa “ide sudah mati”, melainkan bahwa ideologi besar yang total, utopis, dan revolusioner telah kehilangan daya pikatnya di masyarakat industri maju. Dari sana, kita bisa menarik nilai-nilai moral dan sosial yang mendasarinya.
Lalu bagaimana relevansi buku tersebut dengan situasi geopolitik hari ini? Simak ulasan singkatnya.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 118x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 94x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 89x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 77x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





