Dengarkan Artikel
Oleh Herwiyanti
Berdomisili di Taiwan
Perjalanan hidup seseorang, tidak sama dengan orang lain dan memang tidak harus sama, karena jalan hidup dan nasib kita berbeda. Untuk mengubah nasib, kita tidak bisa berharap pada orang lain. Bahkan kita semua tahu bahwa Allah tidak akan mengubah nasib seseorang atau suatu kaum, kecuali orang itu atau kaum itu sendiri yang mengubahnya.
Begitulah halnya dengan aku. Untuk mengubah nasib, membutuhkan perjuangan dan punya niat atau kemauan yang kuat untuk berubah. Perjalanan mengubah nasib adalah sebuah proses hijrah.
Nah, apa yang aku lakukan untuk mengubah kehidupanku adalah dengan mewujudkan mimpi besar untuk berubah. Aku punya keinginan untuk memiliki rumah sendiri, karena sudah dikaruniai dua orang anak. Walau pun masih punya orang tua dan bisa tinggal di rumah orangtua, aku merasa tidak enak tinggal di rumah orangtua. Meskipun sesungguhnya kedua orangtua sangat baik, namun aku punya perasaan tidak enak menumpang terus pada orangtua.
Nah, impian dan kondisi itu mendorongku untuk mencari jalan keluar. Jalan yang aku pilih adalah mencari pekerjaan. Aku memutuskan untuk bekerja ke luar negeri. Aku memilih Hongkong sebagai negeri tujuanku pada tahun 2022 lalu. Aku bekerja di Hongkong. Alhamdulillah, selama di Hongkong aku bisa mengumpulkan uang dan bisa membangun rumah di tempat kelahiranku. Aku tidak bisa bayangkan, setelah satu setengah tahun bekerja di Hongkong, impianku memiliki rumah sendiri dapat terwujud.
📚 Artikel Terkait
Setelah rumah selesai, aku pulang ke tanah air. Namun baru seminggu di kampung halaman, aku lalu tertarik kembali untuk bekerja ke luar negeri. Aku tidak kembali ke Hongkong, tapi aku mencoba bekerja ke Taiwan. Tujuan ke Taiwan, tentulah sama,.@untuk mencari uang lagi agar bisa melanjutkan proses pembuatan rumah lagi, rumah yang baru saja berdiri.
Ada kebutuhan biaya untuk merapikan rumah itu. Semua tahu bahwa untuk finishing rumah butuh biyaya yang sangat banyak. Apa lagi dari segala material. Semua itu mahal.
Nah ahirnya aku memutuskan pergi ke luar negri lagi waloupn rasanya berat baru ketemu anak, sudah berpisah lagi, juga degan keluarga. Ya mau bagaimana lagi, karena kita butuh uang untuk melanjutkan proses rumah.
Jalan yang terbaik adalah aku meninggalkan keluarga lagi dan pergi ke Taiwan. Aku tetap semangat demi keluargaku. Tanpa disadari sekarang aku sudah bekerja di Taiwan selama satu tahun.
Selama satu tahun bekerja dan tinggal di Taiwan, ada banyak hal menarik yah yang aku simak. Pertama, Taiwan adalah salah satu negara yang indah dan lingkungannya juga ramai dan orang-orangnya juga ramah. Selain itu, negaranya juga bersih dan menyenangkan (clean and confortable). Hebatnya lagi, pemerintahnya juga sangat peduli terhadap rakyat dan pelayanan umum yang begitu mudah dan cepat, misalnya penanganan di ruman sakit (hospital) juga sangat fast respon dan sungguh luar biasa.
Hal menarik lainnya denga. pihak berwajib (police), dia juga memberikan fast respon ketika kita butuh bantuan sesuatu pada mereka: mereka siap membantu satu sama lain, tidak peduli siapa kita dan dari mana kita. Mereka tidak peduli, tetapi mau membantu. Mungkin masih banyak lagi yang tak bisa kuuraikan dalam tulisan ini.
Semoga saja saya masih bisa terus bekerja di Taiwan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





