🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Mustiar Ar
Ia Aceh, lahir dari tanah yang tak suka tunduk.
Langkahnya ditempa ombak dan doa panjang.
Ia diam bukan karena takut,
melainkan sedang menakar kata yang jujur.
Lukanya tak dipamerkan,
tapi dijadikan arah.
Ia tahu adat bukan penutup salah,
dan agama bukan alat membenarkan kuasa.
Suaranya mungkin satu,
namun nuraninya berjamaah.
Saat banyak memilih aman,
ia Aceh—memilih benar.
Gunung Puyuh, 1993
📚 Artikel Terkait

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 182x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 173x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 135x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 113x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 109x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






