🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Mustiar Ar
Ia Aceh, lahir dari tanah yang tak suka tunduk.
Langkahnya ditempa ombak dan doa panjang.
Ia diam bukan karena takut,
melainkan sedang menakar kata yang jujur.
Lukanya tak dipamerkan,
tapi dijadikan arah.
Ia tahu adat bukan penutup salah,
dan agama bukan alat membenarkan kuasa.
Suaranya mungkin satu,
namun nuraninya berjamaah.
Saat banyak memilih aman,
ia Aceh—memilih benar.
Gunung Puyuh, 1993
📚 Artikel Terkait

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






