Dengarkan Artikel
Oleh NA Ria Ison
Usai acara penyerahan bantuan, kami bersiap-siap untuk kembali ke Banda Aceh dengan Hi Ace, yang kami sebut sebagai Tim Hi Ace.Langit terlihat mendung dan hujan mulai turun. Dalam perjalanan pulang kami diguyur hujan rintik. Namun, kami sempat mengambil foto dan video setelah melewati jembatan Bailey pertama di Krueng (sungai) Beutong. Kawasan Beutong Ateuh termasuk kawasan yang terdampak banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Krueng (sungai) Beutong yang badannya bertambah sangat lebar, bahkan aliran sungai terbelah dua yang kini sudah dibangun jembatan bailey menghubungkan kawasan Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah. Ya, Kami tidak hendak ke Aceh Tengah.
Kala itu, mata kami tertuju pada sebuah masjid di pinggir jembatan hancur. Kondisinya menyedihkan, lempengan dinding masih menempel pinggir sungai, menyatu oleh jalinan besi dan kawat. Begitu dahsyatnya banjir yang melanda.
Tidak jauh dari jembatan bailey itu, sesuai dengan agenda rencana kami anggota tim mengunjungi Pesantren Baitul Mukarramah yang tetap utuh. Padahal kompleks Pesantren tradisional itu juga terhantam air bah. Sementara bangunan dan rumah di sekitarnya, khususnya di tepi sungai, hancur atau hilang terbawa air bah.
Banyak yang menghubungkan Pesantren yang didirikan Tgk. Bantaqiah tetap utuh, sedangkan pada sekelilingnya bangunan dan rumah hancur, menunjukkan kharomah dari ulama karismatik yang syahid mengenaskan yang terjadi 27 tahun lalu.
Di dalam rumah, pengasuh pesantren yang dihuni Tgk. MAlikul Aziz putra keempat Tgk. Bantaqiah dan keluarga, kami anggota Tim berjumlah 7 orang yang dipimpin Ketua DMDI Tgk. Aidi Kamal, Sekretaris Tgk. Basri Abubakar, Bendahara Ibu Cut Wardani, serta Radian, NA Riya Ison (potografer), Indriani dan Herlinawati menyerahkan bantuan serupa sebagaimana dibagikan pada warga di tempat sebelumnya.
Tgk. Malikul Aziz menerima bantuan tersebut dengan rasa syukur dan terima kasih. Ia juga membagikan kisah tragedi yang menimpa ayahnya, Tgk. Bantaqiah, dan perjuangannya dalam mengembangkan pendidikan dan keagamaan di Aceh semasa hidupnya.
📚 Artikel Terkait
Sore itu saya juga menyerahkan amanah dari Hartono sahabat saya, saat SMA di Bandar Lampung, berupa Al Quran dan Iqra. Dokumentasi saat penyerahan titipan wakif langsung saya kirimkan melalui Watshapp pada Hartono, H. Syahrudin, dan Bisri di Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Tentu saja wakif merasakan aura bahagia, sebab amanah diterima oleh keluarga Tgk. Bantaqiah yang banyak didoakan kebaikan oleh jutaan umat muslim, tidak saja di tanah air, tetapi di banyak negara.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dilanjutkan dengan jamuan makan siang oleh Pimpinan Ponpes. Sebenarnya tim sudah menolak karena baru menyantap makan siang sebelumnya. Tetapi keramahan dan juga jamuan sebagai “Peumulia Jamee” sulit ditolak.
Sebelum pamit pulang, tim sempat ziarah dan do’a di Komplek Makam Tgk. Bantaqiah, ditemani Tgk. Muhid asal Lhokseumawe. Tgk. Muhid dengan lembut meminta pada Tim untuk melapisi pakaian kami dengan sarung yang tersedia di sana.
Tepat pukul 17.30 WIB, rombongan berpamitan, menandai akhir dari kunjungan yang sangat berkesan ke Beutong Ateuh.
Setelah melaksanakan aksi pedulinya di awal Februari 2026 ini, perjalanan Tim sempat terhambat. Sebab saat akan mengisi BBM jenis biosolar di semua tempat di Meulaboh dan Aceh Barat dinyatakan kosong oleh petugas SPBU.
Setiba di Lamno, kami kembali mampir ke warung mie Guritno di Lamno, Aceh Jaya yang dikenal maknyus. Kami menikmati sajian mie Aceh dengan penuh nikmat dan rasa syukur. Setelah perut terisi dengan mie dan penat di badan hilang, kami pun kembali berangkat ke destinasi, Banda Aceh.
Alhamdulillah, tepat pukul 03.15 Wib Hiace memasuki kawasan Ajuen. Anggota Tim perdana sebagai penumpang yang diturunkan adalah Indriani di Garot, Aceh Besar. Lalu dilanjutkan dengan yang lainnya di kota Banda Aceh.
Perjalanan ini memang melelahkan, namun rasa lelah tersebut tertutupi oleh rasa puas ,karena sudah menyampaikan amanah aksi peduli pada korban bencana Hidrometeorologi di Nagan Raya. Jadi, tidak salah bila ini adalah perjalanan berkesan, penuh kenangan dan kebersamaan.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





