POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Berbagi Bantuan Sambil Ziarah, Mengenang Tgk. Bantaqiah di Beutong Ateuh

RedaksiOleh Redaksi
February 8, 2026
Catatan Perjalanan Relawan ke Beutong Ateuh
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh NA Ria Ison

Usai acara penyerahan bantuan, kami bersiap-siap untuk kembali ke Banda Aceh dengan Hi Ace, yang kami sebut sebagai Tim Hi Ace.Langit terlihat mendung dan hujan mulai turun. Dalam perjalanan pulang kami diguyur hujan rintik. Namun,  kami sempat mengambil foto dan video setelah melewati jembatan Bailey pertama di Krueng (sungai) Beutong. Kawasan Beutong Ateuh termasuk kawasan yang terdampak banjir bandang pada 26 November 2025 lalu. 

Krueng (sungai) Beutong yang badannya bertambah sangat lebar, bahkan aliran sungai terbelah dua yang kini sudah dibangun jembatan bailey menghubungkan kawasan Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah. Ya, Kami tidak hendak ke Aceh Tengah.

Kala itu, mata kami tertuju pada sebuah masjid di pinggir jembatan hancur. Kondisinya menyedihkan, lempengan dinding masih menempel pinggir sungai, menyatu oleh jalinan besi dan kawat. Begitu dahsyatnya banjir yang melanda.

Tidak jauh dari jembatan bailey itu, sesuai dengan agenda rencana kami anggota tim mengunjungi Pesantren Baitul Mukarramah yang tetap utuh. Padahal kompleks Pesantren tradisional itu juga terhantam air bah. Sementara  bangunan dan rumah di sekitarnya, khususnya di tepi sungai,  hancur atau hilang terbawa air bah. 

Banyak yang menghubungkan Pesantren yang didirikan Tgk. Bantaqiah tetap utuh, sedangkan pada sekelilingnya bangunan dan rumah hancur, menunjukkan kharomah dari ulama karismatik yang syahid mengenaskan yang terjadi 27 tahun lalu.

Di dalam rumah, pengasuh pesantren yang dihuni Tgk. MAlikul Aziz putra keempat Tgk. Bantaqiah dan keluarga, kami anggota Tim berjumlah 7 orang yang dipimpin Ketua DMDI Tgk. Aidi Kamal, Sekretaris Tgk. Basri Abubakar, Bendahara Ibu Cut Wardani, serta Radian, NA Riya Ison (potografer), Indriani dan Herlinawati menyerahkan bantuan serupa sebagaimana dibagikan pada warga di tempat sebelumnya. 

Tgk. Malikul Aziz menerima bantuan tersebut dengan rasa syukur dan terima kasih. Ia juga membagikan kisah tragedi yang menimpa ayahnya, Tgk. Bantaqiah, dan perjuangannya dalam mengembangkan pendidikan dan keagamaan di Aceh semasa hidupnya.

📚 Artikel Terkait

Dimana Letak Suara Kita dalam Pembangunan Bangsa?

Perempuan, Berekspresilah dengan Alam Semesta

21 Tahun Majalah POTRET, Impian itu Masih Belum Usai

Sajak-Sajak Bussairi D. Nyak Diwa

Sore itu saya juga menyerahkan amanah dari Hartono sahabat saya, saat SMA di Bandar Lampung,  berupa Al Quran dan Iqra. Dokumentasi saat penyerahan titipan wakif langsung  saya kirimkan melalui Watshapp pada Hartono, H. Syahrudin, dan Bisri di Kabupaten Tanggamus, Lampung. 

Tentu saja wakif merasakan aura bahagia, sebab amanah diterima oleh keluarga Tgk. Bantaqiah yang banyak didoakan kebaikan oleh jutaan umat muslim, tidak saja di tanah air,  tetapi di banyak negara.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dilanjutkan dengan jamuan makan siang oleh Pimpinan Ponpes. Sebenarnya tim sudah menolak karena baru menyantap makan siang sebelumnya. Tetapi keramahan dan juga jamuan sebagai “Peumulia Jamee” sulit ditolak.

Sebelum pamit pulang, tim sempat ziarah dan do’a di Komplek Makam Tgk. Bantaqiah, ditemani Tgk. Muhid asal Lhokseumawe. Tgk. Muhid dengan lembut meminta pada Tim untuk melapisi pakaian kami dengan sarung yang tersedia di sana. 

Tepat pukul 17.30 WIB, rombongan berpamitan, menandai akhir dari kunjungan yang sangat berkesan ke Beutong Ateuh.

Setelah melaksanakan aksi pedulinya di awal Februari 2026 ini, perjalanan Tim sempat terhambat. Sebab saat akan mengisi BBM jenis biosolar di semua tempat di Meulaboh dan Aceh Barat dinyatakan kosong oleh petugas SPBU. 

Setiba di Lamno, kami kembali mampir ke warung mie Guritno di Lamno, Aceh Jaya yang dikenal maknyus.  Kami menikmati sajian mie Aceh dengan penuh nikmat dan rasa syukur. Setelah perut terisi dengan mie dan penat di badan hilang, kami pun kembali berangkat ke destinasi, Banda Aceh. 

Alhamdulillah, tepat pukul 03.15 Wib Hiace memasuki kawasan Ajuen. Anggota Tim perdana sebagai penumpang yang diturunkan adalah Indriani di Garot, Aceh Besar. Lalu dilanjutkan dengan yang lainnya di kota Banda Aceh.

Perjalanan ini memang melelahkan, namun rasa lelah tersebut  tertutupi oleh  rasa puas ,karena sudah menyampaikan amanah aksi peduli pada korban bencana Hidrometeorologi di Nagan Raya. Jadi, tidak salah bila ini adalah perjalanan berkesan, penuh kenangan dan kebersamaan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 230x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 213x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 167x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
191
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00