POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Edukasi

Pensiun Itu Ramai Rasanya

Redaksi by Redaksi
Juli 5, 2022
in Edukasi, POTRET Budaya
0
Pensiun Itu Ramai Rasanya - 917AB594 E375 4EAB 9760 910AD7623A7F scaled | Edukasi | Potret Online

Oleh Tabrani Yunis

Bulan Oktober 2022 ini, insya Allah aku pensiun. Ya, pensiun dari tugas mengajar secara resmi yang  sudah  digeluti sejak diangkat pertama sekali, terhitung tanggal 1 Desember 1984 yang diawali dengan status calon pegawai negeri (CPNS), ditugaskan di sekolah SMP Swasta Teuku Cut Ali, di Banda Aceh, usai menyelesaikan pendidikan di program Diploma /D 2, FKIP Unsyiah saat itu.Namun, sebenarnya aku mulai mengajar sebagai guru honor di SD usai tamat SPG Negeri Banda Aceh, tahun 1982. Kalau dihitung-hitung sudah lumayan lama aku mengajar. Sudah lebih kurang 40 tahun. Jadi, wajar dan memang sudah saatnya pensiun, agar formasi guru yang aku tinggalkan bisa diisi oleh guru-guru baru yang sesuai dengan zamannya. Aku harus menyambut datangnya SK pensiun itu dengan penuh suka cita.

Baca Juga
  • Pensiun Itu Ramai Rasanya - IMG_1872 | Edukasi | Potret Online
    Artikel
    Cut Amanda Syifa Zhafira, Putri Hijab Intelegensia Aceh 2024 Tegaskan Pentingnya Pendidikan bagi Perempuan
    26 Nov 2024
  • Pensiun Itu Ramai Rasanya - B378BDCB FFFA 422B B310 524AF04E1918 scaled | Edukasi | Potret Online
    Cerpen
    Sang Pembangkang
    19 Feb 2023

Pensiun itu ada konsekwensinya. Oleh sebab itu, pensiun juga banyak rasanya. Banyak rasa seperti permen yang punya banyak rasa. Mengapa demikian? Ya, karena pensiun membawa konsekwensi yang banyak bagi banyak orang. Misalnya saja, terkait waktu. Semasa bekerja, waktu adalah hal yang selalu harus dijaga. Biasanya di kala masih aktif bekerja di kantor atau instansi pemerintah, waktu yang dimiliki sangat terbatas. Apalagi kalau mau melakukan aktivitas di luar jam kerja, pasti sulit diatur. Pokoknya semasa kerja seseorang akan selalu  sibuk, tidak ada waktu untuk bekerja atau melakukan pekerjaan lain, maka saat pensiun sudah banyak waktu luang, karena tidak lagi melakukan aktivitas ke kantor atau ke sekolah untuk melaksanakan tugas. Banyak yang kebingungan karena tidaj tahu mau melakukan apa. Maka, bagi pensiunan yang produktif, dengan banyaknya waktu luang, maka waktu ini harusnya bisa dipergunakan secara produktif dan tidak sia-sia. Artinya, pensiun bukanlah saat harus kehilangan produktivitas dan tidak beraktivitas secara baik, tetapi sebaliknya dengan aktivitas, kreativitas dan produktivitas dalam berbagai hal. Semua bisa peoduktif, bila mau. Kalau produktif, pasti ramai pula rasanya.

Tentu saja bagi yang produktif, bisa bergerak produktif di masa pensiun. Ini pasti akan memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan juga bagi banyak orang. Sebab, seorang pensiunan yang sudah sangat terampil, berpengalaman serta memiliki kinerja yang baik, di masa pensiun bila mau, banyak sekali yang bisa dilakukan. Bila bisa melakukan banyak hal, masa pensiun  itu dirasakan sangat enak. Tentu saja karena banyak guna atau manfaatnya. Dengan demikian, masa pensiun adalah masa penuh kenikmatan.

Baca Juga
  • Pensiun Itu Ramai Rasanya - ffc5919b d0d0 452b 8af5 7badefa1f623 | Edukasi | Potret Online
    Aceh
    Rasa Iba Terhadap Pengemis di Banda Aceh dan Tantangan Sosialnya
    11 Nov 2024
  • 02
    Internasional
    National School of Drama (NSD) New Delhi Menutup Acara Asia Pacific Bond for Theatre School (APB)
    22 Agu 2024

Tak dapat dipungkir bahwa bagi orang-orang yang bisa memanfaatkan masa pensiun dengan cara produktif, masa pensiun adalah masa yang paling tepat untuk melakukan hal-hal positif di tengah masyarakat. Misalnya, bisa berbagi ilmu, ketrampilan atau keahlian serta best practices lainya. Pada masa pensiun yang produktif, juga bisa lebih aktif beribadah dan khusyuk, karena tidak perlu buru-buru. Enak rasanya bukan?

Ya, tentu saja enak dan menyenangkan. Karena bisa produktif, bermanfaat di masa tua, atau di usia senja. Hal ini penting, karena tidak sedikit pula orang yang menghadapi masa pensiun dengan resah, galau, susah atau malah takut dengan pensiun. Padahal, setiap pegawai pemerintah akan mengalami dan harus pensiun, setelah habis masa tugasnya sebagai orang PNS atau ASN. Harusnya, ya nikmati saja. Yang namanya pensiun memang  harus dan menjadi momen yang indah bagi abdi negara atau abdi perusahaan yang harus pensiun. Kalau pun ada yang sudah dinyatakan pensiun, namun masih bekerja lagi karena masih diperkukan tenaganya, itu pengecualian. Sebab, bila kita mengacu pada pengertian pensiun dalam “Kamus besar bahasa Indonesia((KBBI) “ diartikan dengan “ tidak lagi bekerja karena habis masa tugas”.

Baca Juga
  • 01
    Artikel
    Sampah, Tanggung Jawab Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Hijau
    28 Okt 2023
  • 02
    Essay
    Profesor
    10 Jun 2021

Bagi yang produktif di masa pensiun, paling tidak, ya tidak merasa pahit, karena ketika banyak waktu, tetapi tidak tahu mau berbuat atau melakukan apa. Bila terasa pahit, pasti momen pensiun menjadi momen yang menakutkan atau paling kurang enak. Mengapa demikian? Pasti ada banyak hal yang membuat para pensiunan merasa galau, risau. Selayaknya tidak risau. Sebab kalau risau alias galau akan membawa pengaruh psykologis di masa tua. Ini harus dihindari.

Jadi, bagiku, bekerja sebagai guru formal yang mengajar di sekolah menengah akan berakhir. Artinya, pada bulan itu resmi akan pensiun dari jabatan fungsional sebagai guru bahasa Inggris. Saat ini sedang menunggu turunnya SK pensiun tersebut. Segala urusan usulan sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu.

Bagiku sendiri saat ini merupakan masa yang sangat ditunggu-tunggu. Mungkin pula sebagian besar orang yang sudah lama bekerja atau sudah merasa lelah, bosan dan saat tidak mampu lagi menjalankan pekerjaan, pensiun adalah masa yang menyenangkan. Bisa merdeka. Karena bagi mereka ini masa pensiun itu adalah masa menikmati kemerdekaan, karena pada masa ini mereka bisa menikmati hari tua dengan keluarga, anak, istri dan bahkan dengan cucu. Pendek kata, masa pensiun bagi golongan ini merupakan masa yang bebas dari segala bentuk pekerjaan yang membebani pundak.

Jadi, tidak salah bila disebut bahwa masa pensiun merupakan masa yang tidak perlu dicemaskan, tetapi harus dinanti dengan penuh rasa syukur. Apalagi yang namanya pensiun adalah masa tua yang dilalui secara beragam. Selayaknya kita ucapkan selamat menikmati masa pensiun.

Previous Post

Filantropi

Next Post

Siswa dan Guru MA Darul Ulum Serahkan Hewan Kurban Ke Desa Lamkunyet

Next Post
Pensiun Itu Ramai Rasanya - 4C92DF2E A6D5 43ED A510 E3D57DF21646 | Edukasi | Potret Online

Siswa dan Guru MA Darul Ulum Serahkan Hewan Kurban Ke Desa Lamkunyet

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah