• Latest
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 4E9860F5 EBCB 4027 B403 0FABA4824196 | Aceh Selatan | Potret Online

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Juli 1, 2022
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 1001348646_11zon | Aceh Selatan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 1001353319_11zon | Aceh Selatan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 1001361361_11zon | Aceh Selatan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Redaksi by Redaksi
Juli 1, 2022
in Aceh Selatan, Biografi, Edukasi, Literasi, Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
0
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 4E9860F5 EBCB 4027 B403 0FABA4824196 | Aceh Selatan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Bagian 3

Bussairi D. Nyak Diwa

Baca Juga
  • KAHFIS Aceh: Menginspirasi Masa Depan Melalui Program Jelajah Profesi dan Bakat
  • KEMBALILAH IBU

Tahun pertama aku menjadi siswa SMP adalah tahun tersulit dalam hidupku. Bayangkan, sekolah yang terletak di ibukota kecamatan itu jauhnya kurang lebih 12 kilometer dari kampung tempat kelahiranku. Waktu itu jalan-jalan masih sangat jelek, karena jangankan beraspal, aspal pun belum dikenal. Jika musim hujan jalan-jalan becek seperti berjalan di dalam lumpur. Sedangkan apabila di musim kemarau, maka tanah-tanah mengeras dan jalan-jalan bergelombang serta berlubang-lubang. Jika menaiki sepeda sama-sama susah, baik di musim hujan maupun di musim kemarau.

Memang, untuk memudahkan aku ke sekolah, ayah membelikan aku sebuah sepeda. Sepeda perempuan, sebut teman-temanku. Dikatakan sepeda perempuan karena sepeda seperti itu sering digunakan oleh kaum perempuan. Teman-temanku memberinya gelar ‘sepeda unta’. Tapi dengan keadaan jalan seperti itu, sepeda itu seperti tidak berfungsi.

Baca Juga
  • Memimpin Bangsa dan Pendidikan Yang Tertinggal
  • Implementasikan Kurma, K3S SD dan MKKS SMP Bireuen Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar

Agar jangan terlambat sampai di sekolah aku harus bangun pagi-pagi sekali untuk berangkat ke sekolah. Biasanya setiap malam sebelum tidur, ibu menyiapkan nasi untuk sarapan pagi sebelum aku berangkat. Jadi setiap pagi perutku diganjal oleh nasi dingin sebelum berangkat menembus pagi yang dingin. Sebagai kawan nasi, ibu cukup merebus telur ayam kampung sebutir setiap pagi.

Ada keasyikan tersendiri ketika kami bergerombol menembus pagi berangkat ke sekolah. Di pagi yang masih remang-remang, aku dan teman-teman berangkat bersama-sama. Demikian juga sorenya ketika sekolah bubar, kami pulang juga bersama-sama. Jika ada teman yang tertinggal atau ketelatan, kami pasti menuggunya hingga bersama-sama memasuki pintu gerbang sekolah atau bersama-sama pulang meninggalkan pekarangan sekolah hingga sampai di rumah masing-masing. Kecuali jika ada di antara kami yang berhalangan atau dalam keadaan sakit.

Baca Juga
  • Siswi MAN 1 Kota Subulussalam Lolos 0SN Tingkat Nasional
  • Predator-Predator Bumi

Dari kampungku ke sekolah ada dua sungai yang harus kami seberangi dengan rakit bambu karena belum ada jembatan. Jika rakitnya di seberang, maka di pagi yang dingin itu di antara kami siap berjibaku berenang ke seberang sungai untuk mengambil rakit agar semua teman-teman dapat menyeberang dengan selamat. Tidak pernah kami berdebat, siapa yang akan terjun ke sungai berenang menyeberang mengambil rakit. Yang pasti, khususnya bagi kami anak laki-laki adalah merupakan kebanggaan jika dapat mengambil rakit dan menyebarangkan teman-teman. Begitu tingginya rasa sosial dan kesetiakawanan kami di masa itu.

Teman-teman yang perempuan selalu penuh perhatian. Mereka sering mentraktir kami di jalan pulang dengan sepotong ‘tebu betung’ yang manis seperti gula atau dengan sebuah ‘pisang brat’ yang besarnya sebesar lengan orang dewasa. Anak-anak perempuan tahu bahwa kami anak laki-laki senantiasa melindungi mereka. Itulah sebabnya mereka, anak-anak perempuan itu dengan sukarela berbagi dengan sedikit rezeki yang mereka punya. Mereka sering menyisihkan sedikit jajan mereka untuk kami anak laki-laki, terutama bagi kami yang terkadang tidak memiliki uang jajan. Tidak hanya berbagi uang jajan, para cewek-cewek itu juga sering berbagi jawaban ‘pe-er’ terutama diantara kami yang satu kelas. Mereka tahu bahwa di antara kami ada yang malas atau tidak sempat mengerjakan ‘pe-er’ karena sibuk membantu orang tua di sawah atau di kebun. Atau kelupaan mengerjakannya karena hal-hal lain. Begitulah keseharian kami kala itu dalam berjuang untuk meraih cita-cita.

(bersambung)  

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - F4906A06 B06F 4C60 8AE8 1224FD466F15 | Aceh Selatan | Potret Online

Angkara

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com