POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Spiritual Sebagai Fitrah Bisa Hilang dan Bertumbuh Seperti Pohon Yang Memberi Manfaat Bagi Hudup dan Kehidupa Manusia

Jacob EresteOleh Jacob Ereste
January 25, 2026
Spiritual Sebagai Fitrah Bisa Hilang dan Bertumbuh Seperti Pohon Yang Memberi Manfaat Bagi Hudup dan Kehidupa Manusia
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Jacob Ereste

Pada dasarnya setiap manusia itu memiliki potensi spiritual sejak lahir — sebagai fitrah — yang dapat dikembangkan dengan pengalaman hidup dan kesadaran yang terpelihara. Lalu, terus ditingkatkan kualitasnya melalui berbagai usaha atas kesadaran serta pemahanan bahwa nilai-nilai spiritual itu akan memposisikan manusia sebagai makhluk yang paling mulia dari makhluk Tuhan yang lain.

Spititual sebagai fitrah bawaan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia — tidak kepada makhluk Tuhan yang lain — termasuk Malaikat — karena spititualitas yang melekat pada manusia dapat menghilang sekaligus dapat berkembang mencapai bilangan yang tidak terhingga mendekati hakekat Tuhan sebagai pencipta dan penguasa jagat raya dan seisinya.

Nilai-nilai spiritualitas manusia dapat merosot — atau bahkan menghilang sama sekali dari nilai-nilai kemuliaan manusia. Penyebabnya, karena pengaruh materialisme, sehingga manusia kehilangan nilai-nilai spiritual, termasuk fitrah dari nilai-nilai kemanusiaannya yang mulia sebagai khalifatullah — wakil Tuhan — di bumi. Karena nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas itu pun akan berakhir ketika manusia mati untuk dimasukkan ke liang kubur.

Kualitas nilai spiritual dapat merosot. Bisa juga disebabkan oleh intensitas perawatan atau pemeliharaan kualitas spiritual yang harus dikembangkan terus-menerus dalam hidup. Seperti pepohonan yang dapat bertumbuh mencapai puncak manfaatnya bagi makhluk hidup yang lain. Artinya, spiritualitas itu dapat fipahami sebagai bagian dari ibadah untuk kebaikan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Menurunnya kualitas spiritual manusia pun dapat dipengaruhi oleh teknologi. Sehingga manusia lebih tersita waktunya oleh dunia virtual dan abai pada nilai-nilai spiritual sebagai penegak etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai penakar kualitas hidup manusia di bumi.

📚 Artikel Terkait

KUKU PANJANGKU

Alissia, Anak Yatim dari Simeulue Sabet Medali Emas di FLS2N Wakili Aceh ke Nasional

Dwifungsi Dan Moonlighting

Sajak dan Essai Alkhair Aljohore

Demikian juga dengan perubahan sosial, pilitik, ekonomi dan budaya hibgga agama, bisa menjadi penyebab kandungan nilai-nilai spirutual sebagai soko guru penyangga utama etika, moral dan akhlak mulia manusia menjadi ambruk.

Krisis kepercayaan pun bagi manusia dapat membuat dangkal kesadaran dan pemahaman spiritual yang sangat diperlukan bagi manusia untuk menata hidup dan kehidupan agar lebih baik, lebih harmoni, lebih bersahaja dan tidak tamak dan rakus serta kemaruk untuk menggagahi hak-hak orang lain.

Tak kalah penting juga yang membuat cahaya spiritual manusia meredup atau bahkan gelap atau mati — akibat hedonisme — yang berlebih mengedepan hal-hal yang bersifat duniawi yang tidak perlu. Apalagi hanya untuk sekedar memuaskan nafsu sebagai manusia yang lebih bersifat hewani.

Meski begitu, muatan nilai-nilai spiritual setiap manusia dapat dipulihkan melalui kesadaran diri untuk memperbaiki dan mempertajam dimensi dan getaran dari frekuensi spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang telah menjadi titik awal dan titik akhir dari krbetsdaan manusia di bumi.

Oleh karena itu, upaya dan usaha untuk senantiasa melakukan refleksi diri — ikhtikaf — seperti tafakur atau yoga, bahkan semedi, sembahyang tahajjut dapat dilakukan lebih intensif dan serius untuk memulihkan kondisi batin atau jiwa yang kosong atau mengering dan gersang, supaya dapat kembali subur dan bertumbuh hingga dapat mendatangkan manfaat bagi diri sendiri maupun untuk orang lain.

Pecenongan, 23 Januari 2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Jacob Ereste

Jacob Ereste

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00