• Latest
Banjir Lumpur, Karena Tidak Bersyukur?

Aceh Kembali Menangis: Pengkhianatan Ekologis di Tanah Rencong

Desember 30, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Aceh Kembali Menangis: Pengkhianatan Ekologis di Tanah Rencong

Redaksi by Redaksi
Desember 30, 2025
in Aceh, Artikel, Banjir, Banjir bandang, Hutan, Hutan Nanggroe, kerusakan hutan, Lingkungan, Musibah, Penebangan hutan
Reading Time: 3 mins read
0
Banjir Lumpur, Karena Tidak Bersyukur?
598
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Muhammad Abrar

Aceh kembali menangis. Kali ini bukan karena desing peluru yang pernah mengoyak malam-malam sunyi, bukan pula karena derap sepatu lars tentara yang meninggalkan trauma panjang, dan bukan juga karena amukan tsunami yang datang sebagai bencana alam terbesar dalam sejarahnya. Aceh hari ini menangis karena bencana ekologis yang lahir dari keserakahan manusia keserakahan yang bekerja perlahan, sistematis, dan dilegalkan.

Air bah datang menyapu rumah-rumah rakyat, ladang penghidupan, serta harapan yang selama ini dirajut dengan kesabaran. Banjir bukan lagi sekadar peristiwa alam, melainkan cermin dari rusaknya relasi manusia dengan lingkungan. Sungai meluap bukan karena hujan semata, tetapi karena hutan telah kehilangan fungsinya sebagai penjaga kehidupan. Bukit-bukit yang dahulu menjadi benteng alam kini telanjang, tak lagi mampu menahan amarah air.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Di balik bencana ini, berdiri para cukong kayu, pengusaha sawit ilegal, dan korporasi yang rakus, yang membabat hutan tanpa nurani. Mereka menebang pohon-pohon tua yang selama ratusan tahun menjaga keseimbangan tanah rencong, menjadikan alam sebagai objek eksploitasi, bukan amanah yang harus dijaga. 

Lebih menyakitkan lagi, praktik ini kerap berlangsung dengan perlindungan kekuasaan ketika korporasi dan pejabat saling “bermain mata”, hukum kehilangan wibawanya, dan rakyat kehilangan perlindungan.

Hutan Aceh yang dahulu hijau dan kokoh kini terkoyak oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Bukit-bukit dijarah, tanah dibelah, dan ekosistem dihancurkan atas nama investasi dan pertumbuhan. Yang menikmati keuntungan adalah segelintir elit, sementara yang menanggung akibatnya adalah rakyat kecil mereka yang rumahnya terendam, sawahnya rusak, dan masa depannya semakin tak pasti.

Bencana ekologis ini adalah bentuk pengkhianatan baru terhadap Aceh. Jika dahulu Aceh dikhianati dalam janji politik dan keadilan sejarah, hari ini Aceh dikhianati melalui pembiaran perusakan lingkungan. Negara yang seharusnya menjadi penjaga terakhir justru kerap hadir terlambat, atau lebih buruk lagi, absen dalam pencegahan. Penegakan hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, sementara perusak alam terus bergerak tanpa rasa takut.

Tangisan Aceh hari ini bukan hanya ratapan korban banjir, tetapi jeritan bumi yang telah lama dipaksa diam. Ia adalah peringatan keras bahwa pembangunan tanpa etika akan selalu berakhir pada bencana. Bahwa keadilan ekologis bukan pilihan, melainkan syarat mutlak bagi keadilan sosial.

Namun, di tengah puing-puing dan lumpur, rakyat Aceh kembali menunjukkan keteguhannya. Mereka saling membantu, saling menguatkan, dan bertahan dengan martabat. Meski harapan berkali-kali disapu air bah, Aceh belum menyerah. Yang dituntut Aceh bukan belas kasihan, melainkan keadilan, keadilan yang menindak perusak alam, menghentikan kolusi kekuasaan dan korporasi, serta memulihkan kembali hubungan manusia dengan alamnya.

Aceh menangis hari ini agar esok tidak terus-menerus berkabung. Tangisan ini adalah seruan moral: hentikan keserakahan, tegakkan hukum, dan kembalikan alam Aceh sebagai rumah yang aman bagi generasi yang akan datang.

Muhammad Abrar lahir di Seuneubok Pidie, Aceh, pada 2 Desember 1999. Saat ini penulis berstatus sebagai Dosen Luar Biasa (DLB) pada Program Studi Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, serta mahasiswa Program Doktor (S3) Ekonomi Syariah di Pascasarjana UIN Ar-Raniry. Penulis aktif mengembangkan kompetensi akademik melalui berbagai sertifikasi dan kegiatan kepenulisan ilmiah. Berlandaskan motto “With hardship, there is ease” (QS. Al-Insyirah: 6), penulis berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Saat ini penulis berdomisili di Kota Banda Aceh, simak aktivitas kesehariannya di Instagram @muhammadabrar0212 dan dapat dihubungi melalui email: abrarmhmmd271@gmail.com

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare239Tweet150
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Kenangan yang Tak Pernah Pergi

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com