Dengarkan Artikel
Oleh Muhamad Ihwan
Air setinggi hampir satu meter masih menyisakan lumpur di sejumlah ruangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Aceh Utara. Di antara rak-rak yang basah dan buku-buku yang mengering perlahan, upaya penyelamatan arsip pun dimulai. Senin (22/12/2025), Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) turun langsung memantau dan mendampingi penanganan arsip yang terdampak banjir.
Banjir yang melanda wilayah Aceh Utara menyebabkan sejumlah arsip tergenang air dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter. Arsip yang terdampak merupakan arsip keuangan tahun 2020–2021 yang disimpan di lantai satu gedung Dispusip. Sementara itu, arsip statis dilaporkan berada dalam kondisi aman karena disimpan di lantai dua.
Selain arsip, banjir juga berdampak pada koleksi perpustakaan. Sekitar 12 persen dari total kurang lebih 7.000 koleksi buku mengalami kerusakan akibat terendam air banjir.
Kepala Dispusip Kabupaten Aceh Utara, Saifullah, M.T., mengatakan bahwa banjir berdampak langsung terhadap arsip dan koleksi perpustakaan yang dikelola pihaknya. Kondisi arsip yang terdampak dinilai cukup mengkhawatirkan sehingga memerlukan penanganan segera agar nilai informasi yang terkandung di dalamnya tidak hilang.
“Jika tidak segera ditangani, arsip yang terendam berpotensi mengalami kerusakan permanen dan akan berdampak pada layanan publik,” ujarnya.
📚 Artikel Terkait
Kepala BAST ANRI, Muhamad Ihwan, menegaskan bahwa BAST ANRI siap memberikan dukungan penuh dalam upaya penyelamatan arsip terdampak banjir. Ia menekankan pentingnya pendataan secara cepat dan akurat sebagai langkah awal penanganan arsip.
“Pendataan arsip yang terdampak harus segera dilakukan. Prioritas utama adalah arsip-arsip yang memiliki nilai vital agar tidak rusak permanen dan tetap dapat dimanfaatkan,” kata Ihwan.
Dalam kegiatan tersebut, tim penyelamatan arsip terdampak bencana BAST ANRI memberikan pendampingan teknis kepada jajaran Dispusip Kabupaten Aceh Utara. Pendampingan meliputi langkah-langkah penanganan awal arsip pascabanjir, mulai dari evakuasi arsip, pengeringan, hingga upaya preservasi lanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, BAST ANRI juga menyerahkan bantuan kepada pegawai Dispusip Kabupaten Aceh Utara yang turut terdampak banjir. Bantuan tersebut berasal dari KORPRI ANRI.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen BAST ANRI dalam menjaga keberlanjutan arsip sebagai memori kolektif bangsa, khususnya di wilayah rawan bencana. Upaya penyelamatan arsip menjadi penting tidak hanya bagi administrasi pemerintahan, tetapi juga bagi keberlangsungan sejarah dan identitas masyarakat setempat.
(am/ekh)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






