• Latest
Banjir Bandang Langkahan: Teguran Alam atas Kelalaian Manusia

Kerangka Gugatan Hukum terhadap Banjir Sumatra: Sebuah Pendekatan Akademis

Desember 9, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kerangka Gugatan Hukum terhadap Banjir Sumatra: Sebuah Pendekatan Akademis

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Siby Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
Desember 9, 2025
Reading Time: 3 mins read
Banjir Bandang Langkahan: Teguran Alam atas Kelalaian Manusia
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh
Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Banjir yang melanda Sumatra bukan sekadar fenomena alam yang terjadi secara kebetulan, melainkan sebuah bencana yang sarat dengan dimensi politik dan epistemik. Gugatan warga negara (citizen lawsuit) terhadap Presiden dan pejabat pusat yang berwenang dalam kebijakan lingkungan dan penanganan bencana harus dipahami dalam konteks ini. Gugatan tersebut bukan hanya menuntut pertanggungjawaban hukum, tetapi juga menantang legitimasi moral dan epistemik negara yang selama ini mengelola penderitaan rakyat dengan cara yang problematik.

Posisi Gugatan Warga Negara
Gugatan warga negara merupakan mekanisme kontrol sosial yang diakui secara hukum untuk mengawasi dan menuntut kebijakan publik yang merugikan kepentingan masyarakat. Dalam konteks banjir Sumatra, objek gugatan adalah keputusan politik dan kebijakan lingkungan yang anti-sains, yang secara langsung berkontribusi pada terjadinya bencana.

Dengan demikian, banjir tidak lagi dipandang sebagai bencana alam murni, melainkan sebagai bencana politik yang dihasilkan oleh kebijakan yang salah arah. Tergugat dalam gugatan ini adalah Presiden, Menteri Kehutanan, Menteri Keuangan, dan Kepala BNPB, yang memiliki kewenangan langsung dalam penetapan kebijakan dan penanganan bencana.

Dimensi Antropologis: Teori Ann Laura Stoler
Ann Laura Stoler menawarkan kerangka analisis yang sangat relevan untuk memahami bagaimana negara mengelola penderitaan rakyat melalui politik afektif. Dalam kasus banjir Sumatra, negara membingkai bencana tersebut sebagai fenomena “alamiah” untuk menutupi kesalahan kebijakan yang sebenarnya bersifat struktural dan disengaja. Konsep affective states menjelaskan bagaimana penderitaan rakyat dikelola dan dimanipulasi agar tetap dalam narasi yang menguntungkan negara.


Lebih jauh, konsep epistemic violence menjadi kunci untuk mengungkap bagaimana pengetahuan ilmiah tentang ekologi dan tata ruang disingkirkan demi kepentingan oligarki dan kekuasaan sentral. Negara melakukan kekerasan epistemik dengan mengabaikan sains dan pengetahuan lokal, sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak hanya merugikan lingkungan tetapi juga menindas suara-suara yang sah.


Konsep imperial debris menegaskan bahwa pola pembangunan sentralistik dan ekstraktif yang menyebabkan bencana ini adalah warisan kolonial yang terus hidup. Negara pusat mengulang pola kolonial dengan mengabaikan pengetahuan lokal dan ekologi daerah, memperkuat dominasi dan marginalisasi.


Dengan demikian, gugatan ini tidak hanya menuntut keadilan lingkungan, tetapi juga menantang kekerasan epistemik dan warisan kolonial yang melekat dalam kebijakan negara.

Dimensi Antropologis: Teori Danilyn

Rutherford dan Paradoks Leviathan
Danilyn Rutherford menggunakan metafora Leviathan untuk menggambarkan negara sebagai raksasa pelindung yang paradoksal. Negara ingin tampil sebagai pelindung rakyat, namun kenyataannya menunjukkan rapuhnya kedaulatan ketika negara gagal melindungi rakyatnya sendiri. Dalam konteks banjir Sumatra, negara membentuk citra dirinya sebagai pelindung melalui narasi bencana alam, tetapi kebijakan yang diambil justru menjadi penyebab penderitaan.


Paradoks Leviathan ini memperlihatkan bahwa negara tidak hanya gagal melindungi, tetapi juga menjadi sumber penderitaan. Gugatan warga negara menjadi alat untuk membongkar citra palsu ini dan menantang legitimasi negara.


Di Aceh, misalnya, Leviathan hadir dalam bentuk kebijakan pusat yang mengabaikan otonomi daerah dan ekologi lokal. Gugatan warga negara menjadi cara untuk menantang kekuasaan pusat yang paradoksal dan rapuh ini.

Argumentasi Hukum-Antropologis


Secara hukum, negara telah melanggar hak warga negara atas lingkungan hidup yang sehat sebagaimana diatur dalam UU Lingkungan Hidup dan Pasal 28H UUD 1945. Pelanggaran ini bukan hanya soal legalitas, tetapi juga soal legitimasi moral dan epistemik negara.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026


Dari perspektif antropologi, negara melakukan epistemic violence dengan menyingkirkan sains dan pengetahuan lokal, serta memperlihatkan paradoks Leviathan yang gagal mengelola penderitaan rakyat. Kombinasi antara argumentasi hukum dan antropologis ini memperkuat posisi gugatan sebagai perlawanan yang tidak hanya bersifat legal, tetapi juga moral dan epistemik.
Akademisi publik, khususnya antropolog, memiliki legitimasi untuk menjadi penjaga pengetahuan dan suara publik dalam gugatan ini, karena mereka membela sains, ekologi, dan hak warga negara.

Kesimpulan Strategis


Gugatan citizen lawsuit terhadap kebijakan banjir Sumatra dapat diposisikan sebagai perlawanan epistemik terhadap kebijakan anti-sains dan warisan kolonial yang masih hidup. Teori Ann Laura Stoler memperkuat argumen bahwa banjir adalah hasil dari kekerasan epistemik dan pola pembangunan kolonial yang berkelanjutan. Sementara itu, teori Danilyn Rutherford menegaskan bahwa negara sebagai Leviathan adalah entitas yang rapuh dan paradoksal, yang harus ditantang melalui mekanisme hukum.


Dengan demikian, akademisi publik memiliki legitimasi moral dan epistemik untuk menggugat negara, membela sains, ekologi, dan hak warga negara atas lingkungan hidup yang sehat.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Krisis Ekologi Merambat Menjadi Krisis Ekonomi dan Krisis Sosial

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com