POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home # Kebijakan Trump

Donald Trump & Pujangga Pantat Naga

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
April 15, 2025
in # Kebijakan Trump, #Perang Dagang, Amerika, CINA
0
Donald Trump & Pujangga Pantat Naga - 1dcfaf42 b09f 4631 9897 9735bf163506 | # Kebijakan Trump | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Sebanyak 75 negara wajahnya sudah ditempeleng oleh Donald Trump. Bahkan, negara itu sudah mencium “pantat”nya. Kecuali, China. Wajahnya memang sempat ditempeleng. Bolak-balik malah. Tapi, bergeming. Justru malah menempeleng balik, Trump pun KO. Sekarang ia sedang menjilat ludahnya sendiri atas negeri panda.

Ketika perang dagang diluncurkan oleh sang maestro tarif impor, ia berkata lantang di depan mikrofon dan kerumunan, “China akan membayar harga!”

Baca Juga
  • Donald Trump & Pujangga Pantat Naga - 317e1599 4414 490f 95d3 3175eb298355 | # Kebijakan Trump | Potret Online
    #Perang
    Selat Hormuz, Senjata Pamungkas Iran
    22 Mar 2026
  • Donald Trump & Pujangga Pantat Naga - IMG_4093 | # Kebijakan Trump | Potret Online
    # Ironi
    Evakuasi atau Eksodus Gaza? Prabowo di antara Modus Ekonomi dan Jebakan Geopolitik
    12 Apr 2025

Kenyataannya, tak seindah drama KOVO Korea. Apa yang dibayarkan oleh China? Hanya secuil PR effort untuk menyembunyikan senyum licik saat mereka menikmati mie panas buatan lokal, tak terganggu oleh iPhone dengan tarif 20% yang kini lebih mahal dari harga jujur di kampus Ivy League.

Sementara itu, Trump, si rambut jagung, berlutut dalam diplomasi dan mengeluarkan kebijakan yang lebih fleksibel dari odol di bawah panas matahari. Ia menghapus sementara tarif untuk laptop, semikonduktor, dan smartphone. Alasan? Tentu saja bukan karena cinta damai, melainkan karena rakyatnya mulai bertanya kenapa harga headphone naik seperti harga rumah di San Francisco. China tersenyum. Negeri kekuasaan Xi Jinping malah tertawa ngakak melihat dalam negeri Paman Sam.

Baca Juga
  • IMG_1256
    Artikel
    Perang Iran: Antara Minyak, Darah, dan Dunia Selatan
    22 Mei 2026
  • Donald Trump & Pujangga Pantat Naga - IMG_0091 | # Kebijakan Trump | Potret Online
    # Revolusi Iran
    Indonesia antara Iman dan Sistem: Mengapa Kita Tertinggal dari China dan Barat
    13 Apr 2026

Di Washington, drum perang berbunyi bukan dari luar, tapi dari dalam dinding Capitol. Al Green, sang pendekar Demokrat, mengacungkan pedang pemakzulan yang ketiga, berharap bisa menebas bayangan si rambut jagung yang tak pernah hilang dari kursi kekuasaan. Namun, ini Amerika, tuan. Di mana logika adalah badut pesta, dan mayoritas Senat lebih setia pada cuitan Twitter dari konstitusi.

Meski telah dua kali dimakzulkan seperti kaset rusak yang diputar ulang, Trump selalu bangkit seperti hantu penasaran di rumah tua Partai Republik.

Baca Juga
  • Donald Trump & Pujangga Pantat Naga - 7fbde9b2 6d3d 49ab 9a08 e8fb6184f023 | # Kebijakan Trump | Potret Online
    Amerika
    Membaca Ambang Kekalahan Barat Dari Emmanuel Todd
    03 Mar 2026
  • Donald Trump & Pujangga Pantat Naga - Image 500f493e402ee897084f8fbb0232fc11 | # Kebijakan Trump | Potret Online
    Amerika
    Perang Iran-Israel: Dilema dan Refleksi Umat Muslim
    25 Jun 2025

Rakyat turun ke jalan. Mereka bernyanyi, menjerit, melolong. Bukan karena mabuk kemenangan, tapi mabuk kenyataan. Di 1.400 lokasi, dari Alaska hingga Miami, mereka menggenggam poster bertuliskan, “Jangan sentuh Medicare-ku, tapi tolong sentuh nurani presidenmu!”

Gerakan “50501” adalah puisi kolektif, di mana 50 negara bagian bersenandung dalam nada minor. Sedangkan “Hands Off!” adalah opera tragikomedi, di mana rakyat menyadari bahwa tangan Trump tak hanya memegang pena veto, tapi juga masa depan sosial mereka, dan, dalam beberapa kasus, kantong uang federal.

Trump kini berjalan pelan di lorong kenangan, menatap pantulan dirinya dalam cermin yang retak oleh kebohongan masa lalu. Ia menjilat ludah yang pernah ia tumpahkan, ludah berisi janji perang, ludah berisi retorika nasionalis murahan, ludah yang kini terasa asin karena air mata inflasi dan tarif impor.

Dan China? Ia duduk di atas singgasananya, mengisap teh, sambil berkata pelan, “Biarkan naga tidur. Tapi kalau dibangunkan, dia tidak hanya membakar. Ia membuatmu jatuh cinta, lalu menjadikanmu budaknya.”

Perang dagang ini bukanlah perang, melainkan pertunjukan boneka di mana satu pihak membawa bom nuklir, dan yang lain membawa kupon diskon dari Alibaba. Dalam dunia yang sudah gila ini, bisa ngopi adalah satu-satunya kewarasan terakhir.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Ijazah Penting

Next Post

MASELA, HARAPAN YANG TAK LAGI TERAPUNG

Next Post
Donald Trump & Pujangga Pantat Naga - 18f03981 3641 47f8 929f b5b8081cd0a3 | # Kebijakan Trump | Potret Online

MASELA, HARAPAN YANG TAK LAGI TERAPUNG

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah