POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Amerika

Membaca Ambang Kekalahan Barat Dari Emmanuel Todd

Redaksi by Redaksi
Maret 3, 2026
in Amerika, Analisis
0
Membaca Ambang Kekalahan Barat Dari Emmanuel Todd - 7fbde9b2 6d3d 49ab 9a08 e8fb6184f023 | Amerika | Potret Online

Oleh ReO Fiksiwan

“Melalui uang, demokrasi menjadi penghancur dirinya sendiri, setelah uang menghancurkan intelek.” — Oswald Spengler(1880-1936), Der Untergang des Abendlandes(Vol.1 1918; Vol.2 1922).

Apakah perang Iran versus Amerika dan Israel bisa dibaca sebagai tanda awal keruntuhan dominasi Barat?

Membaca Ambang Kekalahan Barat Dari Emmanuel Todd - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Amerika | Potret Online
Baca Juga
# Kebijakan Trump
Dunia dalam Eskalasi: Ketika Rakyat Menjadi Korban Ambisi Para Penguasa
26 Jun 2025

Pertanyaan ini tidak sekadar spekulasi, melainkan bagian dari analisis prediktif yang berangkat dari karya terbaru Emmanuel Todd(71), La Défaite de l’Occident(2024).

Todd, seorang sejarawan, antropolog, demografer, sosiolog, dan ilmuwan politik asal Prancis, dikenal luas karena keberaniannya membaca gejala besar dari data kecil.

Membaca Ambang Kekalahan Barat Dari Emmanuel Todd - IMG_0084 | Amerika | Potret Online
Baca Juga
#Perang
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott
01 Mar 2026

Ia pernah dianggap “absurd” ketika memprediksi runtuhnya Uni Soviet pada akhir 1970-an hanya dari angka kematian bayi dan penurunan kelahiran. Namun sejarah membuktikan bahwa prediksinya tepat.

Dalam La Défaite de l’Occident(2024), Todd kembali menggunakan metode yang sama: membaca keretakan besar melalui indikator sosial yang sering diremehkan.

Membaca Ambang Kekalahan Barat Dari Emmanuel Todd - 1dcfaf42 b09f 4631 9897 9735bf163506 | Amerika | Potret Online
Baca Juga
# Kebijakan Trump
Donald Trump & Pujangga Pantat Naga
15 Apr 2025

Ia menunjukkan bahwa Amerika Serikat, sebagai tulang punggung Barat, mengalami kemunduran serius dalam industri, pendidikan teknik, dan kohesi sosial. Produksi insinyur, mobil, bahkan gandum menurun dibanding dekade 1980-an.

Sebaliknya, Rusia yang dicitrakan sebagai negara gagal justru memperlihatkan perbaikan dalam indikator sosial dasar: angka bunuh diri dan pembunuhan menurun, alkoholisme ditekan, dan angka kematian bayi kini lebih rendah dibanding AS.

Todd tidak menyanjung Rusia, tetapi ia mengajukan pertanyaan yang mengguncang narasi dominan: jika Barat masih dianggap lebih maju, mengapa indikator paling elementer justru menunjukkan sebaliknya?

Kritik Todd terhadap fetisisme Barat pada PDB juga relevan. Perang Ukraina membuka tabir bahwa PDB raksasa negara-negara NATO tidak otomatis berarti kapasitas industri nyata.

Rusia dengan PDB lebih kecil mampu memproduksi senjata dalam jumlah besar dan bertahan dari sanksi, sementara Barat kesulitan memenuhi kebutuhan amunisi Ukraina.

Todd menyimpulkan bahwa ekonomi politik Barat mengalami disonansi antara angka dan realitas.

Pandangan ini sejalan dengan ekonom seperti Ha-Joon Chang(62), profesor di SOAS University of London, dan Jacques Sapir(71), direktur studi di École des Hautes Études en Sciences Sociales(EHESS) Paris, yang menyoroti deindustrialisasi prematur dan ketergantungan Barat pada sektor jasa serta finansialisasi.

Lebih jauh, Todd menyoroti krisis keluarga dan agama di Barat. Ia menyebut Barat telah mencapai “titik nol agama”, di mana Katolik dan Protestan kehilangan daya ikat sosial.

Nilai-nilai yang dulu menopang etos kerja, pendidikan, dan disiplin sosial ikut runtuh. Barat, menurut Todd, kini lebih dekat pada nihilisme ketimbang inspirasi.

Model keluarga yang tercerai-berai dan krisis makna hidup membuatnya tidak lagi menjadi teladan bagi dunia non-Barat.

Krisis literasi di kalangan Gen Z Amerika memperkuat gambaran ini: mahasiswa kesulitan membaca teks sederhana, dosen menurunkan standar akademik, dan budaya “scanning” menggantikan membaca mendalam.

Ketergantungan pada ringkasan AI bukan sekadar soal teknologi, melainkan tanda melemahnya kapasitas berpikir kritis.

Apakah ini berarti Barat sudah runtuh? Todd tidak menyatakan demikian secara eksplisit.

Namun ia menegaskan bahwa Barat jelas tidak baik-baik saja. Keruntuhan peradaban jarang datang dari serangan luar semata, melainkan dari pembusukan internal.

Dalam konteks ini, perang Iran versus Amerika dan Israel bisa dibaca sebagai bagian dari gejala lebih besar: Barat yang semakin rapuh menghadapi dunia multipolar.

Todd mungkin terlalu gelap dan pesimistis, tetapi sejarah menunjukkan bahwa mengabaikan analisisnya adalah bentuk kesombongan intelektual.

Jika Barat menolak bercermin, maka “kekalahan” itu bukan lagi sekadar prediksi, melainkan proses yang sedang berlangsung pelan-pelan.

coversongs:

Album Decline of the West dari Freddy And The Phantoms, rock/blues band asal Denmark, rilis 21 April 2017 dalam format CD, LP, digital dengan label Mighty Music.

Freddy And The Phantoms menggunakan judul tersebut sebagai metafora musikal untuk krisis sosial dan politik modern.

Atmosfer blues-rock yang gelap dengan musik yang memadukan nuansa klasik rock dengan lirikan yang reflektif, seolah menggambarkan “kemerosotan” atau sisi suram kehidupan kontemporer.

credit gambar cover buku Todd dalam terbitan digital book.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Membaca Ambang Kekalahan Barat Dari Emmanuel Todd - 185fb7ee 5bbe 4a0d 981d a5d08749d4a8 1 | Amerika | Potret Online

Prof. Andi Mustari Pide : Saya Siapkan Kamu Jadi Rektor

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah