• Latest

Udara Kita Kian Tercemar

November 24, 2018

Mengapa Ivan Illich Mengajak Kita Berhenti Memuja Sekolah

April 23, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Udara Kita Kian Tercemar - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Asap kenderaan | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
Jumat, April 24, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Udara Kita Kian Tercemar

Redaksi by Redaksi
November 24, 2018
in Asap kenderaan, Kesehatan, Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh M.Ar-Raffi Parinduri
Kelas VII-1 SMP Negeri 3 Ingin Jaya, Aceh Besar

Pada hari Minggu, aku pergi bermain ke rumah temanku. Tiba-tiba, di tengah perjalanan aku melihat sebuah kenderaan bermotor yang sedang melaju dengan mengeluarkan asap hitam yang mengepul keluar dari knalpotnya. Asap itu sangat mengganggu nafasku.  Pikiranku berbicara, mengapa kenderaan itu mengeluarkan asap hitam yang mengepul menutupi jalan? Mengapa pula pengendara kenderaan itu tidak merasa bahwa asap kenderaannya itu sangat mengganggu pengguna jalan yang juga sedang di jalan? Aku sendiri sangat merasakan dampak buruk dari asap itu. Hidungku terasa berat menahan bau dan asap yang juga mengganggu penglihatanku. Asap kenderaan itu, benar-benar  membuat udara di jalan tercemar. Ya, asap kenderaan itu bisa menimbulkan pencemaran udara yang merusak atau mengganggu kesehatan orang. Namun, mengapa masih ada orang yang tidak sadar kalau ia atau mereka selama ini mencemari udara dengan cara seperti itu. Bukankah asap-asap dari keenderaan seperti ini bisa membuat langit-langit bumi, karena asap kenderaan itu bisa mengurangi lapisan atsmosfir. Bila ini terus dibiarkan, maka bisa mendatangkan bencana.

Tak lama kemudian, sekitar 1 kilo meter dari rumah temanku, lewat sebuah truk besar.  Truk itu rupanya sedang beraktivitas meratakan tanah untuk pembangunan rumah. Keadaan yang sama, kembali muncul di depan mataku. Truk yang sangat besar itu juga mengeluarkan asap hitam tebal dari knalpotnya. Tak jauh dari truk itu,  aku melihat seseorang melewati asap hitam itu. Ia tampak terbatuk-batuk, karena terkena asap itu. Kembali hatiku berbicara,  terlalu. Pemilik truk itu sangat tega membuat orang lain menderita karena asap knalpot truk itu. Ia tidak peduli kalau asap hitam yang keluar dari knalpot itu sangat mengganggu orang lain. Aku terus melanjutkan perjalanan ke rumah teman.

Baca Juga
  • Antara Kehebohan Publik dan Solusi Nyata
  • Sekolah Adiwiyata di Blora: Menyemai Kesadaran, Menumbuhkan Harapan

Setelah tiba di rumah temanku, aku memanggil temanku untuk bermain. Kami kemudian pergi ke desa. Keadaan di desa tampak sunyi dan sejuk. Mungkin karena tidak terlalu banyak mobil atau kenderaan yang lalu lalang. Karena tidak banyak kenderaan, maka udaranya terasa segar. Tidak banyak kenderaan yang mencemari udara. Berbeda sekali suasana di kota dan desa. Sangat jauh bedanya.

Kami melihat dan merasakan perbedaan itu. Paling tidak, kondisi udara di kota sudah banyak tercemar oleh asap kenderaan, sampah yang tidak diurus dengan baik, juga karena semakin padatnya jumlah penduduk kota. Apalagi pembangunan rumah yang menggunakan kaca, semakin membuat kondisi udara di kota semakin panas. Penduduk kota semakin banyak yang menggunakan kenderaan seperti sepeda motor, mobil dan becak yang terus mengeluarkan asap dan mengotori udara.

Baca Juga
  • Bencana Yang Tak Disangka-sangka
  • Ramadan Untuk Leuser

Pencemaran udara sebenarnya juga terjadi di desa. Misalnya, ketika banyak warga yang membakar sampah, membakar hutan yang katanya untuk membersihkan lahan. Semua tindakan itu, sangat mempengaruhi keadaan udara. Karena asap yang keluar dari pembakaran sampah dan lahan tersebut dapat menyebabkan pencemaran udara dan mengganggu kesehatan. Ini adalah perilaku buruk yang ada di desa. Itulah yang aku saksikan.

Melihat kondisi seperti itu, temanku bertanya padaku.  Bagaimana cara mencegah hal itu?. Aku menjawab, kita harus mengajak masyarakat kita agar sadar lingkungan. Kita harus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kondisi udara yang sehat dan segar. Kita juga harus mulai dari diri kita sendiri dahulu, lalu kita mengajak orang lain melakukan hal yang sama.

Baca Juga
  • Tiga “Wahyu” dari Menkes untuk Umat Negeri Ini
  • Sosialisasi Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

CATATAN DARI TEMU PUSPA NASIONAL 2018

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com